One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Trauma



" Aaahhhkkk..." Alta berteriak saat dia sudah sampai di apartemennya.


Dia bahkan menjambak rambutnya karena merasa frustasi dengan pemikirannya sendiri. Dia merasa bersalah karena telah melakukan hal itu pada Naura.


Alta sudah meyakinkan dirinya bahwa dia mencintai Naura dan dia sudah memilihnya. Dia menyetujui untuk menikahi wanita itu lalu bagaimana bisa dia masih memikirkan masa lalunya.


" Aku tidak memikirkannya. Aku mohon pergilah. Pergilah dari hidup ku Amanda." Ucap Alta yang merasa sesak di dadanya.


Entah mengapa rasanya sulit sekali melupakan masa lalunya bersama Amanda. Masa lalu di mana dia telah berjuang tapi tidak ada pembalasan apapun dari wanita yang diperjuangkannya.


" Biarkan aku hidup dengan kebahagiaanku yang baru Amanda. Biarkan aku merasakan kebahagiaan seperti orang-orang lain di luar sana yang merasakannya. Aku ingin merasa seperti yang banyak orang rasakan. Aku mohon pergi dari pikiranku Amanda." Alta menutup matanya dengan sebelah tangannya.


Dia telentang di atas tempat tidur sambil memikirkan hal yang telah dilewatinya selama ini.


Alta mengingat dengan jelas bagaimana perjuangannya dulu yang berusaha mati-matian untuk berjuang demi Amanda. Namun wanita itu sama sekali tidak menganggapnya bahkan tidak pernah membalas apapun yang telah dia lakukan.


Bahkan saat Alta sudah berhasil membawanya keluar dari rumahnya, wanita itu malah melepaskan genggaman tangannya dan memilih keluarganya yang telah begitu menyakitinya.


" Maafkan aku Naura..." Air matanya mengalir tanpa disadarinya.


Alta menangis karena apa yang telah dilakukan terhadap Naura tadi. dia telah mencium bibir wanita itu tanpa seizinnya.


" Maafkan aku Naura." Ucapnya lagi hingga tanpa sadar dia tertidur karena terlalu lelah selama perjalanan dari Rusia menuju Jerman.


Di saat Alta yang tertidur, Naura tengah memikirkan bagaimana pria itu mencium bibirnya tadi.


Itu adalah ciuman pertamanya dan Alta yang telah merebut nya.


" Astaga, apa yang aku pikirkan?" Tanya Naura dengan pantulan dirinya sendiri di depan cermin meja riasnya.


Wajahnya memerah saat dia memikirkan bagaimana cara ada yang mencium bibirnya tadi. Sangat lembut dan penuh perasaan.


Tapi ada satu hal yang mengganjal di pikiran Naura saat ini. Entah mengapa tiba-tiba saja pria itu melepaskan ciuman mereka hingga menciptakan jarak di antara keduanya.


" Apa Gege merasa bersalah dengan apa yang telah dilakukan? tapi kenapa menciptakan jarak diantara kami? setidaknya katakan maaf padaku maka aku akan memaafkannya." Ucap Naura lagi.


Dia terus memikirkan tentang pria itu sampai tiba-tiba mamanya masuk ke dalam kamarnya.


" Naura sayang..."


Wanita yang telah memberikannya kasih sayang dan cinta yang luar biasa aku masuk ke dalam kamarnya. Alicia ingin mengetahui apa yang telah Naura lakukan di rumah Gabriella dan kenapa Alta tidak singgah ke rumah mereka.


" Bagaimana? apa yang Alta lakukan di rumahnya Gabriella hingga membuat kamu harus menyusul ke sana?" Tanya Alicia.


Dia duduk di pinggir tempat tidur putrinya sementara Naura duduk di kursi yang langsung berhadapan dengan meja riasnya.


Terlihat bahwa saat ini Naura tengah menghembuskan nafasnya yang terasa berat.


" Ada apa sayang? apa yang terjadi?" Tanya Alicia lagi.


Dia takut jika ada sesuatu yang terjadi di luar sana dan mereka tidak mengetahuinya.


" Gege datang tanpa mengatakan apapun pada Naura. Saat Naura sampai di sana gigi langsung menarik Gabriella hingga membuatnya berlutut di depan Naura."


" Nah, itu bagus." Jawab Alicia saat mendengar penjelasan dari putrinya.


Sebagai seorang ibu, sangat setuju dengan cara Alta yang membuat Gabriella minta maaf pada Naura. Itu sangat luar biasa dan terlihat keren menurut Alicia.


" Ma, itu tidak bagus karena Gege merusak semuanya. Gege merusak citra Gabriella dan juga dokter Emir. Jika ingin membuat Gabriella melaporkan saja ke polisi atau paling tidak buat surat perjanjian hitam di atas putih. Kasihan dokter Emir yang harus menanggung seluruh kesalahan putrinya. Gabriella memang bersalah tapi kasihan dokter Emir yang telah membangun nama baiknya selama ini." Jelas Naura.


Dia memikirkan nama baik dokter Emir karena bagaimanapun dia tahu bahwa dokter Emir adalah dokter yang baik. Hanya saja perlu disayangkan di sini adalah sikap Gabriella.


" Naura, dengarkan Mama sayang. Sebagai orang tua kita wajib menanggung kesalahan putrinya. Terlepas dia baik atau tidak berbeda dengan sikap dan perilaku anaknya tetap dia yang harus bertanggung jawab. Andai saja dia lebih tegas sedikit mungkin putrinya tidak akan seperti itu. Kita nggak tahu apa yang terjadi di dalam keluarganya Naura. Kamu juga tidak perlu berpikir sampai sejauh itu untuk memikirkan keadaan keluarga mereka. Jika kamu tidak setuju dengan apa yang aku lakukan terhadapmu bicarakan dengan baik-baik bersamanya. Kalian menjalin hubungan dan mulai menapaki perasaan kalian masing-masing. Jangan hanya karena hal sepele seperti ini hubungan kalian bisa rusak. Mama tidak ingin itu terjadi." Ucap Alicia.


Dia memang bukan wanita baik-baik karena masa lalunya sangat kelam. Tapi Alicia ingin mengajari pada putri yang bawa kehidupan itu tidak harus berjalan seperti apa yang kita inginkan.


Tuhan lebih tahu apa yang terbaik untuk kita dibandingkan diri kita sendiri.


" Maaf Ma. Naura salah." Ucapnya yang mengakui kesalahannya.


Naura berpikir bahwa dia telah salah karena bersikap seperti itu tadi pada Alta. Seolah dia tidak menghargai apa yang di lakukan pria itu untuknya.


Naura sudah berpikir bahwa dia akan memberikan kejutan pada Alta dan meminta maaf atas perlakuannya tadi terhadap pria yang telah mengambil ciuman pertamanya.


...****************...