
Keesokan harinya, saat Devina kembali membersihkan ruangan direktur utama, ia kembali merasa tenang karena tidak ada pemilik ruangan tersebut di dalamnya maka ia bisa bekerjanya dengan tenang.
Saat Devina tengah mengerjakan pekerjaanya, tiba-tiba saja ia mendengar suara pintu yang terbuka dan pria itu langsung bertanya siapa dirinya.
"Siapa kau?"
Deg!
Jantung Devina berdetak kencang ketika mendengar suara pria yang berada di belakangnya. Saat ini ia tengah membersihkan lantai ruangan itu dan tiba-tiba saja pemiliknya datang.
"Ya Tuhan, suara itu. Aku sangat mengenal suaranya," ucap Devina dalam hatinya.
Kedua tangannya mulai berkeringat dingin dan ia meremas gagang alat pembersih lantai yang tengah dipegangnya saat ini.
"Aku bertanya siapa kau?" tanya pria itu lagi yang semakin mendekat ke arahnya saat tidak mendengar jawaban apapun.
"Siapa kau?" pria itu menarik tangan Devina hingga membuat tubuhnya berputar dan langsung menghadap ke arah pria itu.
Benar dugaannya bahwa pria ini adalah pria yang sama dengan pria yang telah merenggut kesuciannya malam itu.
Begitu juga dengan Gerry yang melihat siapa wanita yang berada di ruangan kerjanya saat ini.
"Sedang apa kau disini?" tanya Gerry ketika melihat Devina yang berada di ruangan kerjanya.
"Maaf pak, saya sudah selesai," jawab Devina yang langsung membereskan barang-barangnya dan bersiap untuk meninggalkan ruangan kerja pria ini.
Namun tangannya ditahan oleh Gerry ketika ia hendak pergi dari sana.
"Sedang apa kau disini Devina?" Gerry kembali bertanya apa yang sedang dilakukannya di tempat ini.
Mata itu, dengan berani Devina menatap pada sepasang mata yang tengah menatapnya saat ini.
"Seharusnya anda tidak perlu bertanya lagi apa yang saya lakukan di sini pak. Saya di sini hanya bekerja dan untuk saya membersihkan ruangan ini. Maaf, saya sudah selesai," jawab Devina yang langsung melepaskan tangan Gerry yang menahan tangannya.
Gerry sendiri hanya bisa terdiam setelah Devina mengatakan hal tersebut. Apa sesulit itu hidupnya hingga membuatnya harus bekerja sebagai tim kebersihan. Dia cantik, dan menurut Gerry, Devina bisa mencari pekerjaan yang jauh lebih baik daripada bekerja sebagai tukang bersih-bersih seperti ini.
Tak lama setelah Devina pergi, Lavina kekasihnya datang ke ruangan kerjanya dan itu semakin membuat kepalanya terasa pusing.
"Sayang, kamu kenapa?" tanya Lavina saat melihat wajah calon suami yang seperti tengah memikirkan beban berat saat ini.
Sementara Gerry sendiri, ia tenang untuk sejenak namun tiba-tiba saja Lavina datang menghampirinya ke perusahaan.
"Gerry…"
"Tolong biarkan aku istirahat Lav, aku benar-benar lelah saat ini," ucap Gerry yang menyingkirkan tangan Lavina dari pinggangnya karena saat ini wanita itu tengah memeluk kekasihnya.
Kembali mendapatkan penolakan seperti itu dari Gerry membuat Lavina semakin yakin bahwa ada sesuatu yang membuat pria ini berubah. Sejak kejadian di mana Lavina mengetahui bahwa Gerry berada di apartemennya pagi itu, Lavina terusannya merasa curiga dengan kekasihnya begitu banyak mengalami perubahan.
"Kenapa? lagi dan lagi kamu menolakku Gerry. Katakan pada ku siapa wanita yang telah membuatmu berubah seperti ini?" tanya Lavina yang berusaha untuk mencari tau apa yang terjadi sebenarnya karena dia yakin bahwa ada yang tidak diketahuinya saat ini.
"Tidak ada wanita manapun yang membuatku berubah," jawab Gerry pada Lavina.
"Kamu banyak mengalami perubahan dan aku yakin ada wanita lain di dalam hatimu. Aku yakin jika kamu-"
"Berhenti mengatakan hal omong kosong Lavina! Aku sudah katakan padamu bahwa tidak ada yang terjadi apapun dalam. Ada wanita manapun yang membuatku berubah. Jika pun ada yang membuatku berubah, itu kamu sendiri. Kamu yang selalu mengalahkanku dengan segala aktivitasku di luar sana. Kecurigaan mulai yang membuatku berubah dunia malam yang setiap malam kau nikmati itu benar-benar membuatku lelah dengan hubungan ini!" sentak Gerry.
Ia sendiri sudah benar-benar lelah dengan hubungan ini. Hubungan yang menurutnya tidak sehat ini.
Jika dulu Gerry tertarik dengan Lavina karena kepolosannya saat pertama kali terjun ke dunia modeling yang membuat Gerry jatuh hati padanya. Namun, semakin lama lama Gerry menjalani hubungan bersama Lavina dia semakin merasa bahwa hubungan ini tidak sehat. Apalagi setelah mengetahui bahwa Lavina tidak mengakui keluarganya sendiri.
"Gerry…" air matanya mengalir saat mendapatkan bentakan seperti itu dari kekasihnya.
Acara pernikahan mereka sudah berada di depan mata. Lalu bagaimana bisa Gerry berubah seperti ini.
Gerry pergi ke meja kerjanya meninggalkan Lavina lalu kembali lagi ke sofa tempat dimana mereka duduk tadi.
"Katakan siapa ini?" tanya Gerry yang melemparkan foto Devina di meja sofa di dekat mereka saat ini.
Jantung Lavina foto Devina yang dilemparkan Gerry padanya.
"Gerry, aku-"
"Katakan saja siapa dia Lavina. Aku ingin mendengarnya langsung dari bibirmu!" ucap Gerry dengan suara datarnya.
Melihat Gerry yang semakin jauh darinya seperti ini membuat Lavina harus kembali memutar otak untuk tetap bisa menguasai pria ini.
"Dia Devina, adik ku. Tapi-"
"Katakan dengan jelas Lavina. Aku dengar dia baru kehilangan neneknya lalu dimana kau saat neneknya meninggal? bukankah itu artinya dia juga nenekmu?" tanya Gerry lagi. Dia benar-benar ingin mendengar jawaban dari Lavina tentang semua kebohongannya.
"Aku sedang syuting waktu itu dan aku datang. Hanya saja aku terlambat."
"Kau yakin tidak berbohong Lavina? Dari apa yang kudengar bahkan hingga saat ini kalau tidak mengunjungi adikmu sendiri. Lalu siapa yang harus kupercaya saat ini? kamu, atau orang suruhanku?" Lavina semakin bingung harus melakukan apa saat ini. Kebohongan-nya sudah terbongkar di depan Gerry.
Entah bagaimana lagi caranya dia mengatakan pada Gerry apa alasan dirinya menyembunyikan semua ini.
"Kamu tidak bisa menjawabnya bukan? Sekarang pergilah Lavina. Aku tidak bisa menjalin hubungan karena seseorang yang tidak jujur. Aku benar-benar tidak menyangka jika kamu bisa berbohong padaku seperti ini. Mereka keluarga kandungmu dan kamu bisa tidak mengakuinya di depan semua orang. Di saat semua orang ingin memiliki keluarga, kamu sendiri malah tidak menginginkan keluargamu."
"Tapi aku melakukan semuanya ada alasannya Gerry. Aku melakukan semua ini karena karirku. Aku tidak ingin karirku hancur hanya karena keluarga ku." jawab Lavina.
Mendengar jawaban dari Lavina membuat Gerry benar-benar tidak habis pikir dengan wanita yang dipacarinya selama 3 tahun ini.
"Baiklah, aku sudah mendengar jawabanmu dan sekarang pergilah. Aku akan memberikan apartemen mewah tersebut untukmu sebagai hadiah atas kebersamaan kita selama ini."
"Tidak! Aku tidak ingin kita berakhir Gerry," tolak Lavina karena dia tidak ingin hubungannya dengan Gerry berakhir seperti ini.
"Kamu sendiri yang membuatku ingin mengakhiri hubungan ini Lavina. Jika saja kamu jujur, maka aku juga akan menyayangi keluargamu. Tapi kamu sendiri yang tidak ingin menyayangi keluargamu. Jadi maafkan aku."
...****************...