
Leo benar-benar terlihat bahagia saat, apalagi ketika melihat Jasmine yang berjalan ke arahnya. Jika banyak orang akan didampingi ayahnya untuk menuju calon suaminya di altar pernikahan maka tidak dengan Jasmine. Dia diantar langsung oleh ibunya menuju pria yang akan bertanggung jawab atas hidupnya setelah ini.
Ibu Jasmine benar-benar berusaha agar dia tidak terlihat sedih karena dia tahu jika Dia meneteskan setetes aja air matanya maka runtuh sudah benteng pertahanan Jasmine, maka dari itu dia berusaha untuk tetap kuat dan tegar agar tidak membuat putrinya menangis.
Saat sampai di dekat Leo, ibunya Jasmine menuliskan sesuatu yang sudah di tulisnya sejak semalam. Dia ingin calon menantunya ini membaca tulisannya agar dia tahu dan mengerti bagaimana perasaannya sebagai seorang ibu. Ibu Jasmine memberikan tangan putrinya pada Leo sebelum dia menunjukkan tulisan tangannya pada anak dan calon menantunya.
"Aku menyerahkan putriku padamu, jadilah pria yang bertanggung jawab dan mencintainya. Jangan pernah menyakiti hatinya karena aku adalah ibunya. Aku yang mengandungnya 9 bulan di dalam rahimku dan aku yang melahirkannya dengan penuh perjuangan bahkan aku juga yang membesarkannya dengan begitu banyak air mata. Aku tidak pernah menunjukkan air mataku padanya, karena sekali saja aku menunjukkan air mataku padanya makar untuk lah sudah benteng pertahanannya. Dia putriku, jaga dia dan cintai dia dengan hatimu. Jangan membuatnya meneteskan air matanya karena sekalipun aku tidak pernah melakukan hal itu. Tolong, jika suatu saat kau sudah tidak lagi mencintainya jangan pernah menyakiti hatinya dengan kata-kata, datang padaku secara langsung dan katakan padaku bahwa kau tidak lagi mencintainya maka aku akan menjemputnya. Aku akan menjemput putriku saat itu juga." tulis ibunya Jasmine. Dia membalikkan lembar demi lembar kertas note yang selalu di bawanya untuk berkomunikasi dengan orang luar. Air mata Jasmine sudah jatuh ketika melihat dan membaca secara langsung tulisan ibunya dan itu membuat hatinya runtuh. Dia tidak sanggup lagi menahan air matanya ketika membaca tulisan ibunya.
Leo sendiri langsung mengambil sikap untuk ibunya Jasmine karena dia tahu bahwa tidak ada seorang ibu yang tidak mencintai putrinya, dan jika memang ada seorang ibu yang tidak mencintai putrinya maka dia yang bermasalah.
"Terima kasih," ucap ibunya Jasmine dengan bahasa isyarat.
Kini di lanjutkan dengan pengucapan janji suci kedua mempelai setelah Leo memberikan selembar tissu pada Jasmine untuk menghapus air matanya.
"Kamu siap?" tanya Leo dengan lembut pada Jasmine karena sebentar lagi acara sakral mereka akan di lakukan, jadi keduanya harus benar-benar siap untuk memulai semua ini.
"Aku, siap." jawab Jasmine pada Leo.