One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Bertemu Lagi



" Naura, apa kamu benar-benar sudah setuju dengan perjodohan ini? Daddy sudah bicara pada rekan bisnis Daddy yang akan menjodohkan anaknya dengan kamu." Ujar Leon.


Dia ingin memastikan pada putrinya bahwa Naura siap untuk menerima perjodohan ini walau hasilnya belum tahu akan seperti apa.


" Naura percaya began pilihan Daddy. Tapi Naura meminta waktu satu bulan untuk berkencan dengannya. Jika dalam waktu satu bulan Naura tidak memiliki rasa apapun padanya, maka bolehkah Naura menolak perjodohan ini?" Alicia diam saja saat mendengar apa yang di katakan putrinya.


Sementara Leon, dia menatap ke arah sang istri yang tidak ingin menatapnya sama sekali.


" Sayang, ayo bantu aku bicara dengan Naura. Kamu sudah berjanji untuk membantuku bicara pagi ini." Bisik Leon.


Mereka sudah sepakat tadi sebelum keluar dari kamar bawah Alicia akan membantu Leon untuk bicara pada Putri mereka tentang perjodohan ini.


Tapi apa? bahkan istrinya itu seperti tidak mengenalnya saat ini.


" Kamu saja yang bicara. Aku terlalu lapar. Lagi mengulang pertempuran panas di pagi hari." Balas Alicia.


Melihat kedua orang tuanya yang tersebut bisik-bisik seperti itu membuat orang merasa heran. Sebenarnya apa yang telah mereka bicarakan saat ini? kenapa terlihat seperti sedang bisik-bisik dan bicara tentang rahasia.


" Hais, kamu ini." Desah Leon.


Dia sebelum bicara lagi dengan Naura. Mereka akan mengadakan pertemuan nanti malam itu sebagai tahap awal perkenalan antara Naura dan juga calon suaminya.


Tidak, bukan calon suaminya. Tapi calon apa ya? Leon juga bingung menyebutnya. Intinya dari pertemuan nanti malam Leon ingin putrinya dan pria yang akan dikenalkannya nanti malam harus bertemu lebih dulu.


Selebihnya nanti terserah mereka ingin bagaimana menjalaninya. Yang terpenting Leon dan Alicia sudah mengupayakan memberi yang terbaik untuk putri mereka.


" Begini sayang, Daddy dan Mama kamu--"


" Tidak, bukan Mama sayang. Ini semua rencana Daddy kamu. Bukan Mama." Jawab Alicia.


Dia tidak ingin disangkut pautkan dengan perjodohan ini karena dia tidak tahu menahu sama sekali siapa pria yang akan dijodohkan dengan putrinya. Semua itu ulah Leon sendiri.


" Iya oke, baik lah. Ini semua rencana Daddy dan nanti malam di rumah akan ada acara pertemuan antara dua keluarga. Jadi Daddy ingin kamu bisa pulang lebih cepat untuk bersiap." Ujar Leon lagi.


Dia ingin ku teriak tampil sempurna nanti malam karena bagaimanapun ini termasuk acara formal. Mereka akan mengadakan pertemuan antara dua keluarga dan Leon ingin Naura tampil cantik nanti malam.


Leon langsung menyandarkan tubuhnya di kursi makan setelah berhasil bicara dengan putrinya.


" Naura pergi dulu Dad. Nanti malam Naura akan datang." Anak perempuan kesayangan keluarga Casio pergi meninggalkan kedua orang tuanya yang masih berada di meja makan.


Seperti biasa, dia membawa beberapa buah Dan makanan dari rumah untuk di baginya dengan perawat yang berjaga dengannya. Naura terkenal sebagai pribadi yang sangat luar biasa. Dokter muda yang cantik dan baik hati.


Banyak dari pasiennya terutama anak-anak yang memanggilnya ibu peri karena dirinya yang cantik juga rambutnya yang begitu indah.


Namun sayang, Naura terjebak macet karena sedang lampu merah di depan sana. Cukup lama di lampu merah, Naura singgah sebentar untuk mengambil pesanannya di sebuah toko.


Naura terlihat sangat bahagia sekali saat dia memikirkan ke anak-anak yang menjadi pasiennya. Dunia Naura adalah dunia kedokteran dan dia merasa bahagia untuk itu.


Saat dia sampai di rumah sakit, dia langsung menuju ruangan tempat di mana dia praktek setiap harinya.


" Cantik..." Ucap seseorang yang sejak tadi mengikuti Naura tanpa di sadari oleh dokter cantik berambut panjang itu.


Ya, sejak tadi pria itu mengikuti Naura dan dia sangat menyukai wanita berambut indah tersebut.


Mereka kembali bertemu dan itu sudah di rencanakan olehnya. Rasanya sangat betah sekali menatap keindahan dari dokter cantik itu. Rambutnya yang indah membuat jantung pria itu terus saja berdebar sejak tadi.


Ini adalah debaran pertamanya setelah begitu lama tidak merasakan perasaan ini. Perasaan selayaknya seorang pria itu seorang wanita.


" Apakah aku bisa memilikinya? rasanya tidak mungkin aku memiliki wanita seindah dirinya. Mana mungkin dia mau dengan diri ku yang seperti ini." Ujarnya lagi.


Saat dia hendak berbalik, pintu ruangan kerja Naura terbuka dan untuk itu ia berbalik badan dan berpura-pura menelpon agar Naura tidak mengetahui dirinya yang mengikutinya sejak tadi.


Sementara Naura sendiri, dia cukup merasa heran dengan pria yang memakai jas lengkap di dekat ruangannya saat ini. Apa itu salah satu pasiennya?


Tapi saat Naura hendak bertanya pria itu malah langsung pergi meninggalkan tempat tersebut.


...****************...