One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Kita



"Astaga ...," pekik Jasmine ketika dia membuka pintu kamarnya, sudah ada Leo yang berdiri di depan sana. Bahkan pria itu juga sudah siap dengan penampilan dirinya yang sudah rapi.


"Kenapa setiap kali bertemu denganku kamu selalu seperti itu. Apa wajahku terlihat seperti lelucon atau hantu? Tapi mana ada hantu yang memiliki wajah tampan seperti ku!" Jasmine hanya bisa melongo saja mendengar apa yang Leo katakan. Sumpah demi tuan crab baikan dengan plankton, Jasmine tidak percaya ini bahwa Leo bisa bicara seperti itu.


Dia tidak pernah melihat Leo yang bersikap seperti itu, maka ketika mendengarnya dia merasa aneh ketika mendengarnya.


"Hey, sudah ayo cepat." Leo kembali menarik tangan Jasmine untuk pergi bersamanya. Pagi ini mereka akan pergi ke perusahaan besar milik Sky Ax Corp.


Mereka pergi untuk sarapan lebih dulu, dan ketika Leo ingin meminum kopi Jasmine melarangnya.


"Kandungan kafein tidak boleh terlalu sering di konsumsi, apalagi di pagi hari. Lebih baik jika pagi hari minum air mineral atau susu saja biar lebih sehat," ucap Jasmine yang menarik secangkir kopi milik Leo dan menggantinya dengan segelas susu untuknya. Melihat itu membuat Leo merasa kesal.


Dia sengaja minum kopi karena dia tidak bisa tidur semalaman karena terus saja memikirkan apa yang mereka bicarakan tadi malam. Terlebih lagi Jasmine yang menceritakan semua yang di jalaninya selama ini.


"Aku tidak setiap hari mengonsumsi kopi lagipula aku melakukannya karena aku benar-benar mengantuk. Kau tidak tahu bagaimana aku berusaha untuk tidur tadi malam tapi tidak bisa kulakukan karena pikiran yang terus saja menerjang isi kepalaku. Jadi, biarkan aku minum kopi pagi ini." karena kasihan dengan Leo akhirnya Jasmi membiarkan laki-laki itu untuk meminum kopi pagi ini karena katanya dia tidak bisa tidur bukan, maka Jasmine membiarkannya minum kopi.


"Lalu, apa yang akan kita kerjakan di perusahaan besar itu nantinya? apa kita akan membahas soal hotel ini lagi tapi aku rasa semua sudah cukup dan selesai karena penjelasan dari tuan Acher kemarin sudah menjelaskan segalanya bahwa kita sudah selesai dan deal dengan semua kesepakatan itu. Jadi, bisa kita berhenti di sini saja?" tanya Jasmine. Dia dan Leo masih membicarakan semua itu hingga tiba-tiba saja ada seseorang yang datang mengganggu sarapan pagi mereka.


"Suprise ...," teriak Jose ketika dia datang ke restoran tempat di mana Jasmine dan Leo sarapan.


Melihat ada Jose yang datang ke restoran ini mengganggu mereka berdua membuat Leo kesal.


"Kenapa kau ada di sini? segitu besarnya kota London kenapa harus ada kau di sini?" tanya Leo yang masih menatap kesal ke arah temannya. Entah bagaimana cara dia mengatakan pada Jose bahwa dia tidak ingin diganggu oleh temannya itu apalagi saat ini dia dan Jasmin sedang membicarakan tentang mereka berdua.


"Kau mengatakan padaku bahwa aku harus menggunakan uangku dengan baik lagi pula aku tidak begitu miskin walau tidak sekaya dirimu jadi aku bisa menggunakan uangku untuk berkeliling dunia," ucap Jose dengan begitu sombongnya hingga membuat Jasmine hanya bisa menggelengkan kepalanya saja. Belum hilang keterkejutannya dengan tingkah laku Leo dan kini harus ditambah lagi oleh temannya apalagi ketika melihat Jose yang terus saja menatap dan curi-curi pandang ke arahnya.


"Pergi!"


"Kenapa? aku di sini hanya berlibur dan aku tidak mengganggu kalian berdua. Aku hanya ingin bertemu dengan nona cantik saja." jawabnya lagi yang semakin membuat Leo kesal. Entah apa maksudnya tapi yang pasti dia merasa tidak suka dengan Jose yang berusaha mencari perhatian Jasmine.


"Tidak ada! sekarang pergi dan jangan menganggu kami. Lagi pula dia tidak menyukaimu, jadi pergi saja. Aku akan menemui mu nanti," usirnya lagi berharap Jose meninggalkan dia dan juga Jasmine.


Karena Jose yang tidak juga pergi meninggalkan mereka akhirnya beliau kembali menarik tangan Jasmi dan pergi meninggalkan restoran tersebut.


"Ah, kenapa akhir-akhir ini sering menarik tanganku seperti ini? jika terus-terusan begini tanganku bisa lepas nantinya," ucap Jasmine yang merasa kesal bahwa tangannya sejak tadi terus saja ditarik oleh Leo, Sedangkan Leo sendiri hanya bisa menggelengkan kepalanya saja karena dia hanya tidak ingin mereka di ganggu oleh Jose.


"Banyak hal yang ingin aku ceritakan padamu tapi tidak bisa sekarang. Jadi, sebelum semuanya selesai aku tidak akan membiarkanmu diganggu oleh siapapun. Tolong Jasmine, biarkan aku kembali merasakan hatiku yang dulu."


"Apa maksudnya?" tanya Jasmine yang tidak mengerti dengan apa yang dimaksud Leo saat ini. Jujur, dia tidak tau harus mengatakan apa lagi padanya. Setidaknya dia sudah tau jika Leo mulai bisa menerima kehidupan mereka saat ini. Tapi entah bagaimana lagi cara dia menjelaskan semuanya. Semua yang terjadi pada mereka saat ini.


"Kau akan tau nanti jika sudah waktunya. Sekarang diam di tempatmu dan kita harus pergi sekarang!" Leo mengajak Jasmine pergi ke perusahaan Sky Ax Corp, di mana mereka akan membicarakan perihal bisnis yang akan mereka jalankan nantinya. Walau kemarin sudah di jelaskan dengan begitu rinci, tapi tetap saja mereka harus membicarakannya lagi.


Sesampainya di perusahaan Sky Ax Crop, mereka langsung pergi ke ruangan kerja pemimpin perusahaan besar itu dan kembali membicarakan segalanya.


"Aku harap kerja sama kita ini membuahkan hasil. Setidaknya mengikat tali persaudaraan di antara keluarga kita. Apalagi kak Alta yang menjadi kakak iparmu bukan, jadi hubungan baik harus terjalin dengan begitu baik antar keluarga. Maaf, kemarin tidak bisa datang menghadiri acara pemakaman istrimu."


"Tidak masalah, aku bisa mengerti." jawab Leo pada akhirnya.