One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Permintaan



Setelah bicara dengan Claudia tadi Jasmine benar-benar tidak percaya apa yang diceritakan wanita itu. Terlebih lagi permintaan yang ditujukan Claudia apa adanya, itu sangat membuatnya tertekan sekali. Entah bagaimana caranya menjelaskan pada keadaan bahwa dia tidak bisa melakukan hal itu, bahkan jika Claudia sampai memohon pun Jasmine tidak akan menyetujuinya.


Masih teringat jelas di kepala Jasmine bagaimana kalau dia mau minta semua itu padanya. Bahkan sampai menangis menceritakan apa yang dirasakannya saat ini tapi tidak membuat Jasmine bisa menyetujuinya begitu saja.


Flashback on.


"Aku mohon Jasmine, jadilah rahim pengganti untukku. Aku mohon kabulkan permintaanku ini. Bahkan jika kamu mau, aku rela berbagi suami denganmu asal aku bisa memiliki anak. Tolong Jasmine, aku mohon." pintar Claudia dengan sangat. Dia benar-benar memohon pada temannya ini agar mau membantunya untuk menjadi rahim pengganti bagi calon anaknya dan juga Leo.


Jika bukan Jasmine, kalau dia tidak tahu harus mencari siapa lagi yang pantas mengandung benih suaminya. Dia hanya ingin memiliki anak dari Leo dan ibunya harus Jasmine karena dia sudah memutuskan bahwa dia akan mengambil langkah operasi nantinya.


"Tidak Claudia, aku tidak mau." tolak Jasmine karena dia tidak ingin terlibat masalah apapun dengan Leo. Sudah cukup dia mendengar kata-kata menyakitkan dari pria itu ketika dia mengungkapkan perasaannya jadi dia tidak ingin kembali merasa sakit hati karena kata-kata yang keluar dari bibir Leo bisa saja menyakiti hatinya untuk yang kedua kali.


"Tapi aku mohon Jasmine, hanya kamu yang pantas menjadi ibu dari anaknya Leo. Hanya kamu Jasmine." ucap Claudia yang terus berusaha untuk meyakinkan Jasmine agar mau mengandung benih milik Leo.


Karena tidak ingin terus mendengar apa yang Claudia katakan Jasmine pergi meninggalkan wanita itu begitu saja dan dia kembali ke rumahnya. Bahkan dia tidak lagi mengingat siapa yang membayar makanan itu karena yang pasti Claudia lah yang melakukannya.


Flashback off.


Di dalam kamarnya Jasmine terus saja memikirkan permintaan Claudia terhadapnya tadi. Dia tidak mungkin melakukan semua itu, karena memang dia tidak menginginkannya.


"Aku tidak mungkin menyetujui permintaan Claudia. Aku tidak bisa melakukan semua itu Karena sangat bertentangan dengan hatiku. Lagi pula bagaimana reaksi Leo nantinya jika dia mengetahui bahwa aku diminta kalau dia untuk menjadi ibu pengganti. Tidak, aku tidak akan mau melakukan semua itu." ucapnya dengan yakin. Dia bener-bener sudah memutuskan bahwa dia tidak mau menerima permintaan Claudia bahkan jika sampai wanita itu memohon kepadanya nanti.


Sedangkan di rumahnya, Claudia juga merasakan hal yang sama dengan apa yang Jasmine rasakan saat ini. Dia terus aja memikirkan dan sangat berharap bahwa Jasmine mau menerima permintaannya dan mau menjadi ibu pengganti untuk mengandung benih milik Leo.


Di saat Claudia sedang termenung seperti itu Leo Baru saja sampai ke dalam kamarnya dan melihat bahwa istrinya kembali untuk diam diri. Bukankah tadi dia sudah bertemu dengan Jasmine, lalu apa yang terjadi di sana hingga membuat istrinya kembali terdiam dan termenung seperti ini? apa yang tidak diketahuinya dan sebenarnya apa yang telah terjadi di cafe tadi?


"Di," panggil Leo pada istrinya. Dia penasaran apa yang terjadi sebenarnya di luar sana hingga membuat istrinya kembali berdiam diri seperti ini. Pasti ada hal yang membuat Claudia terlihat berpikir keras.


"Kenapa melamun? bukankah tadi sudah bertemu dengan sahabatmu?" tanya Leo karena dia tahu bahwa Claudia bertemu dengan Jasmine tadinya.


"Ya, aku memang sudah bertemu dengan Jasmine tapi aku rasa dia akan menolak permintaanku. Dia menolaknya tapi aku berharap jika dia bisa menerima permintaanku." jelas Claudia. Leo sendiri menjadi penasaran sebenarnya apa yang diceritakan mereka berdua saat pertemuan tadi hingga Claudia mengatakan bahwa Jasmine pasti akan menolak permintaannya.


"Memangnya apa yang kamu minta padanya?" tanya Leo yang semakin merasa penasaran dengan apa yang mereka bicarakan. Apalagi Claudia mengatakan jika Jasmine pasti menolak permintaannya.


"Aku mau minta Jasmine untuk menjadi ibu sambung bagi anakku. Dia akan mengandung benih milikmu."


Jeder...


Tubuh Leo berdiri kaku seperti tersambar petir ketika mendengar apa yang Claudia katakan. Dia benar-benar tidak percaya ini jika Claudia mengatakan hal seperti itu pada Jasmine.


Claudia juga merasa pandai ketika melihat suaminya yang terlihat sangat marah ketika mendengar apa yang dia katakan. Tapi memang itu kenyataannya dan dia tidak ingin menyembunyikan semua ini dari Leo. Bagaimana pun, Leo harus mengetahui apa yang di mintanya pada Jasmine dan menurutnya itu permintaan yang sangat mulia.


"Ahk ...." Leo berteriak sekencang yang dia bisa hingga suaranya memenuhi kamar mereka.


"Kau sadar dengan apa yang kau katakan tadi Claudia? sudah berapa kali aku katakan padamu bahwa aku tidak membutuhkan anak jika memang itu yang menjadi permasalahan di antara kita berdua. Aku bisa mengadopsi seberapa banyak pun anak di luar sana jika memang kamu menginginkan anak tapi tidak dengan memiliki ibu pengganti. Apa yang kau katakan itu tidak semudah yang kau pikirkan Claudia. Itu tidak mudah!" sentak Leo dengan suara yang menggelegar. Dia tidak tahu lagi harus mengatakan apa pada Claudia. Entah bagaimana caranya dia menjelaskan pada istrinya bahwa dia tidak membutuhkan semua ini dan permintaan itu sangat konyol. Benar-benar kenyol sekali menurutnya.


"Katakan Claudia, katakan padaku bagaimana bisa kamu memikirkan semua ini hah? sebegitu tidak berharganya kah aku di matamu hingga membuatmu berpikir bahwa aku bisa diberikan begitu saja pada orang lain? sedikit tidak percayanya kah kau dengan cinta yang kumiliki ini?" tanya Leo dengan frustasi. Dia frustasi dengan istrinya saat ini. Dia tidak tau harus bagaimana lagi bicara dengan Claudia.


"Leo, dengarkan aku dulu, dengar penjelasan dariku lebih dulu," pinta Claudia dengan memohon tapi tidak dengan Leo. Dia sudah begitu sakit hati dengan istrinya yang dengan begitu mudahnya berpikir bahwa dia bisa di miliki oleh orang lain.


"Sudahlah! Aku tidak ingin mendengar apa pun lagi darimu. Aku pergi!" Leo pergi meninggalkan Claudia begitu saja karena dia tidak ingin berlama-lama bicara dengan istrinya. Leo takut jika semakin lama di sana, dia semakin emosi dan tidak bisa mengontrolnya hingga melukai Claudia nantinya. Maka lebih baik dia pergi meninggalkan wanita itu sendirian di dalam kamar mereka.