One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Menerima



Setelah mendengar cerita dari Alta tentang masa lalunya membuat Naura sedikit merasa lebih tenang. Setidaknya yang menjadi ketakutan yang selama ini sudah terjawab.


" Jangan katakan bahwa dirimu ragu dengan Alta, Naura. Dia adalah pria yang baik karena dia menceritakan semua masa lalunya. Jika dia ingin menipumu maka dia tidak akan pernah mengadakan masa lalu yang pernah dilaluinya. Itu benar-benar pria yang ingin melangkah maju bersamamu." Ucap Naura.


Dia berbicara pada pantulan dirinya yang ada di cermin saat ini. Pagi ini, Alta akan kembali menjemputnya dan mengantarkannya pergi ke rumah sakit maka dari itu Naura harus bersiap lebih cepat.


Naura sudah siap dengan penampilannya pagi ini dan dia siap untuk turun ke bawah dan sarapan pagi bersama keluarganya. Naura juga terlihat berbeda karena sekarang dia lebih sering untuk memakai make-up agar terlihat lebih berwarna.


Melihat putrinya yang mengalami banyak perubahan membuat alis yang merasa bahagia. Setidaknya dia tahu bahwa putrinya permainan untuk Alta dan itu artinya Naura juga sudah memiliki perasaan terhadap pria yang akan dijodohkan dengan.


" Sayang, lihatlah saat ini Putri kita terlihat jauh lebih berwarna. Naura kita mulai memakai make up dan berpenampilan modis. Tas yang aku berikan juga mulai dipakainya. Aku lagi melihat perubahan putriku." Ucap Alicia pada Leon.


Dia merasa bahagia karena perubahan putrinya didorong dengan keinginannya untuk tampil lebih cantik di depan pria yang akan menjadi suaminya.


" Mama, berhenti menggoda Naura. Apa ini terlihat buruk?" Tanya Naura yang merasa malu saat namanya terus saja menggodanya setiap kali dia memakai make up dan berpenampilan modis seperti ini.


" Mama menggoda kamu sayang karena kamu memang terlihat cantik. Mama suka make up-nya yang tipis. Sesuai dengan warna kulit kamu. Cocok, yakan sayang?" Leon menganggukkan kepalanya untuk menimpali pembicaraan antara istri dan putrinya.


Dia tidak perlu masa lalu Naura dengan segala kebencian ibu kandungnya. Leon Alicia mereka sudah sepakat sejak dulu untuk menyembunyikan jati diri Naura yang sebenarnya.


Mereka tidak akan pernah membocorkan rahasia bahwa Naura bukanlah anak kandung dari Leon melainkan anak dari kakak Leon sendiri.


Leon tidak sanggup melihat kehancuran aura maka lebih baik dan menyimpan kebenaran ini bahkan sampai mati sekalipun. Biarkan rahasia ini tetap menjadi rahasia mereka berdua dan hanya Tuhan yang mengetahuinya.


Kelak, jika Naura mengetahui bahwa di bukan anak kandungnya, biar itu tidak keluar dari mulutnya sendiri karena Leon tidak ingin melihat kehancuran Naura.


Pelupuk matanya kini sudah dipenuhi oleh air mata yang siap mengalir jika dia mengedipkan matanya.


" Daddy, jangan mengatakan hal seperti itu. Naura sedih." Ucapnya karena dia merasa sedih dengan apa yang Daddy-nya katakan.


" Jangan menangis sayang. Daddy hanya ingin yang terbaik untuk kamu jadi teruslah berusaha untuk menjadi pribadi yang jauh lebih baik. Bahagia dan rendah hati itu yang utama." Melihat anak dan suaminya yang terus saja mengatakan hal yang bisa membuat Alicia juga ikut menangis, akhirnya wanita itu memilih untuk melerai dan menghentikan percakapan di antara keduanya.


" Sudah, ayo makan. Nanti kalian terlambat." Ucap Alicia.


Ketiganya makan di meja makan yang selalu memberi banyak keberkahan dalam kehidupan mereka. Di saat Leon, Alicia dan Naura tengah sarapan pagi di dalam rumah mewah tersebut, di luar sana kehadiran Alta langsung dicegah oleh Leo yang baru juga sampai di rumahnya.


Dia sengaja menghadang pria itu untuk berbicara empat mata dengannya.


" Ada apa Leo?" Tanya Alta yang mencoba untuk tetap tenang ketika menghadapi adik dari calon istrinya.


" Kenapa memilih kakakku sebagai calon pendamping hidupmu? di luar sana banyak wanita lain yang bisa menjadi istrimu tapi kenapa harus kakakku?" Tanya Leo dengan wajah sombong miliknya.


Dia adalah bunglon yang sesungguhnya karena dia bisa bersikap berubah-ubah sesuai dengan tempat di mana dia berpijak.


Kali ini dia tengah menghadapi pria yang akan menjadi suami dari kakaknya jadi dia harus bersikap lebih bawah dan sombong di hadapan pria itu.


" Aku tidak memiliki alasan apapun untuk memilikinya. Kedua orang tua kita sudah sepakat untuk menjodohkan dan Naura. Aku juga menerima persyaratan darinya untuk menjalani pendekatan selama 1 bulan dan dalam waktu yang ditentukan oleh kakakmu aku akan memanfaatkan waktu itu dengan sangat baik. Mungkin jika aku mengatakan padamu bahwa aku mencintainya kau akan berpikir bahwa itu mungkin terlalu cepat tapi memang itu kenyataannya. Aku mencintainya bahkan saat sebelum aku mengetahui bahwa itu adalah dirinya. Aku sudah jatuh cinta padanya sejak pertama kali aku melihatnya walau hanya dari belakang. Aku jatuh cinta pada seorang wanita yang memiliki rambut indah dan saat kedua orang tua kita sepakat untuk menjodohkan ku dengan Naura dan mengatur waktu pertemuan kami, aku semakin jatuh cinta pada wanita itu dan aku siap menikahinya bahkan saat ini juga." Ucap Alta dengan berani.


Dia memang sudah mencintai Naura dan itu kenyataannya. Kenyataan dimana dia benar-benar mencintai wanita itu dan siap untuk menjalin bahtera rumah tangga bersamanya.