
Alta sudah terbangun dari tidurnya dan saat dia bangun, Naura sudah tidak berada di dekatnya dan itu langsung membuatnya panik.
Tadi malam mereka terlibat perang dingin dan Alta yakin jika istrinya saat ini pasti marah, maka dari itu Alta langsung mencari istrinya dengan penampilannya yang berantakan seperti ini.
"Mymy, dimana Naura?" tanya Alta yang hanya melihat Mom Diandra saja yang berada di meja makan saat ini.
Melihat putranya yang terlihat panik dengan penampilan berantakan seperti itu membuat Diandra hanya bisa menggelengkan kepalanya saja. Dia berpikir apakah saat ini putranya sudah terjangkit penyakit bucin seperti suaminya?
"Mymy, Al bertanya dimana Naura, lalu kenapa Mymy diam saja seperti ini?" tanya Alta lagi karena dia tidak mendapatkan jawaban apapun dari Mommy-nya tentang keberadaan Naura saat ini.
"Mandi dulu Al. Lagipula Naura ada di taman bersama adik-adik kamu, jadi biarkan dia bersama mereka dan kamu mandi saja karena sebentar lagi kita sarapan."
"Tapi Alta harus bertemu dengan Naura lebih dulu Mymy."
"Mandi, sayang. Apa kamu ingin Mommy yang membantu kamu untuk mandi?" tanya Diandra hingga membuat putranya itu langsung menjawab dengan teriakan kencang.
"Tidak!"
"Jika begitu pergi mandi dan bersiap. Istrimu tidak akan lari kemana-mana Prince Alta," ucap sang Mommy dengan nada lembutnya.
Alta pun menghembuskan nafasnya dengan berat hingga membuat Matheo tersenyum kecil ketika melihat putranya yang terlihat seperti anak-anak jika itu berhubungan dengan Naura.
"Baiklah," jawab Alta pada kedua orang tuanya hingga membuatnya kembali ke kamarnya.
Dari atas balkon kamarnya, dia mendengar suara tawa adik-adik dan itu suara tawa Sheela yang terlihat begitu lepas dan bahagia sekali.
Dari tempatnya saat ini, dia berpikir apa yang sedang mereka bahas hingga terlihat sangat bahagia seperti itu.
"Sudahlah, setidaknya aku bisa melihat istriku bahagia seperti itu bersama adik-adikku." ucap Alta yang meninggalkan balkon kamarnya untuk mandi dan membersihkan dirinya.
Di saat Alta tengah berada di kamar mandi untuk membersihkan dirinya, di halaman samping rumah keluarga Matheo, ada 3 orang wanita yang tengah terlibat pembicaraan hangat saat ini.
Apalagi saat Sheela yang mempertanyakan bagaimana malam pertama kakaknya dengan Naura hingga membuat wajah Naura tersenyum dengan wajah yang memerah karena malu.
"Shee, jangan tanyakan hal itu pada kakak ipar, dia malu." ucap Sheila yang berusaha untuk menghentikan saudari kembarnya itu.
"Tidak bisakah untuk tidak memanggilku kakak ipar? aku jauh lebih muda dari kalian jadi-"
"Tidak!" jawab Sheila dan Sheela yang begitu kompak karena memang mereka tidak mungkin memanggil Naura dengan dengan namanya saja karena itu tidak sopan dan mana mereka berani dengan Alta.
Bisa-bisa mereka akan mendapatkan tatapan lasernya yang mengerikan itu.
"Maka biasakan saja maka kakak ipar akan nyaman nantinya. Tapi tunggu dulu, jam berapa kakak pulang tadi malam?" tanya Sheila karena dia penasaran karena tadi malam dia tau jika kakaknya pergi saat mereka semua sudah terlelap.
Terlihat Naura menarik nafasnya dalam dan menghembuskan dengan berat.
"Jam 1 malam dan katanya Gege baru pulang dari club' untuk-"
"Menghajar Andrian kan?" tanya Sheila yang menang sudah mengetahui semua itu karena Adrian yang menghubunginya setelah kakaknya datang untuk menghajarnya di sebuah club' malam.
"What? kakak menghajar Adrian bajingan itu? astaga, ini berita yang sangat membahagiakan. Aku ingin sekali melihat wajah menjijikkannya itu saat mendapatkan pukulan dari kak Alta." ujar Sheela yang terlihat sangat bahagia sekali dengan apa yang Adrian dapatkan.
"Shee,"
"Biarkan saja kak Shei. Lagi pula pria itu pantas mendapatkannya. Bahkan jika perlu kita hubungi saja anak buahnya paman Sky untuk membuangnya ke laut atau mencincangnya halus lalu mengelilinginya dengan mesin lalu tebarkan saja ke lautan untuk menjadi santapan ikan hiu. Tapi, masalahnya saat ini apakah ikan hiu itu mau memakan daging manusia jahat seperti Adrian?" tanya Sheela panjang lebar hingga membuat Sheila sendiri hanya bisa mendesah pasrah dan Naura malah terbengong dengan semua yang Sheela katakan tadi.
Merasa bahwa Naura yang terlihat tidak percaya dengan apa yang Sheela katakan membuat Sheila harus menjelaskan pada kakak iparnya itu tentang apa yang di maksud adiknya.
"Jangan dengarkan dia kakak ipar. Dia memang seperti itu, suka bicara sembarangan."
"Tapi aku tidak bicara sembarangan. Aku bicara apa adanya dan semua ini fakta. Fakta bahwa Adrian itu pria bajingan dan semoga saja setelah perceraian kalian dia jatuh miskin bahkan lebih miskin lagi sebelum menikah denganmu kak Shei. Aku sangat berharap untuk itu." ucap Sheela tanpa rasa bersalah sama sekali.
"Memangnya dia sejahat itu? maksudku suami kamu sejahat itu?" tanya Naura yang penasaran dengan suaminya Sheila karena dia hanya mendengar ceritanya saja.
"Dia bukan hanya jahat kakak ipar, tapi dia juga bajingan. Dia sudah memiliki istri secantik kakakku ini, lalu bagaimana bisa dia berselingkuh dengan wanita yang tidak sebanding dengan kakakku. Wanita yang menjadi selingkuhannya tidak lebih cantik dari kak Shei dan menurutku wajahnya itu sangat mengerikan dengan alisnya yang terlihat seperti jalak tol yang baru saja di aspal." jawab Sheela padahal yang di tanya itu Sheila. Tapi karena dia sudah terlalu kesal dengan suami kakak kembarnya ini, maka dia yang menjawab seperti itu.
"Shee, jangan seperti itu. Bagaimana pun jahatnya Adrian, dia tetap ayahnya Shiena."
"Dan aku tidak mengatakan bahwa dia bukan ayahnya Shiena. Adrian memang ayahnya Shiena, tapi aku tidak akan membiarkannya membawa putriku. Shiena adalah putriku juga, jadi aku tidak akan membiarkannya membawa Shiena." ucap Sheela dengan raut wajah yang tegas. Dia benar-benar tidak akan membiarkan Adrian membawa putrinya Sheila karena itu tidak akan pernah terjadi.
Saat mereka hendak kembali ingin melanjutkan pembicaraan mereka, tiba-tiba saja Mom Diandra datang menghampiri mereka dan langsung menjewer telinga Sheela dan juga Sheila.
Melihat ibu mertuanya yang menjewer telinga kedua adik iparnya itu membuat Naura kaget melihatnya.
"Ahk...Mommy, lepaskan telinga Sheela Mo." teriak Sheela yang merasa kesakitan saat telinganya di tarik oleh sang Mommy.
Sementara Sheila sendiri hanya bisa diam saja ketika mendapatkan hadiah dari Mommy-nya seperti ini.
"Kalian terus saja mengajak kakak ipar kalian bicara dan bergosip tanpa memikirkan bahwa ini sudah masuk jamnya sarapan. Jika kalian terus mengajaknya bergosip maka Mommy akan menjewer telinga kalian sampai putus." ucap Diandra hingga membuat Naura meminta maaf atas kesalahan yang tidak pernah di perbuat olehnya.
"Bukan kamu yang salah sayang, jadi jangan minta maaf oke."