
Brak!
Gabriella datang ke ruangan Naura dengan memperlihatkan wajah tidak senangnya. Dia sengaja menunjukan hal itu agar Naura tau bahwa dia marah dan tidak terima atas perlakuan Naura padanya tadi malam.
" Ada apa Gabriella? kenapa datang ke ruangan ku langsung marah?" Tanya Naura yang kaget saat melihat Gabriella yang datang langsung marah seperti ini.
" Siapa pria yang bersama mu tadi malam? apa dia saudara mu juga?" Bukannya menjawab biarlah malah kembali menanyakan hal yang tidak masuk akal menurut Naura.
Apa urusannya dengan Gabriella siapa itu Alta.
" Maaf, tapi apa urusanmu untuk bertanya siapa Alta?"
" Tidak ada, aku hanya ingin tahu siapa pria yang bersama mu." Naura diam saja.
Dia pada Gabriella tentang siapa Alta. Tapi apa yang ingin aura katakan pada Gabriella.
" Namanya Prince Alta King Alexander. Dia calon suami ku." Jawab Naura.
Mendengar jawaban dari Naura membuat Gabriella menatap tidak percaya padanya. Bagaimana mungkin pria seperti Alta itu menjadi calon suaminya Naura.
Wanita itu tidak pernah terlihat berkencan dengan seorang pria lalu bagaimana bisa tiba-tiba dia memiliki calon suami seperti Alta.
" Bagaimana bisa?" Tanya Gabriella yang masih tidak percaya jika Alta adalah calon suaminya Naura.
Di saat Naura ingin menjawabnya tiba-tiba saja Alta datang membawa satu ikat bunga mawar untuknya.
Melihat itu semakin membuat Gabriella iri dengan Naura. Di rumah sakit Naura terkenal sebagai dokter muda yang cantik dengan pribadi yang ramah. Dia juga banyak di sukai para perawat dan bahkan yang membuatnya tidak habis pikir adalah, para perawat yang selalu memujinya dan mengatakan bahwa Naura itu sangat baik dan sering membagikan makanan untuk mereka.
Bukan hanya itu saja, Naura juga tidak sungkan makan bersama mereka dan itu yang membuat Naura begitu banyak di cintai banyak orang.
" Apanya yang tidak bisa? aku pria sendiri dan begitu juga dengan Naura. Lalu apa masalah mu menanyakan hal itu?" Tanya Alta dengan raut wajah datarnya.
Jika bisanya dia memiliki senyuman indah untuk Naura, maka tidak dengan kali ini karena dia menatap Gabriella dengan tatapan datarnya.
" Tidak, maksudnya bukan seperti itu Tuan Alta--"
" Lalu apa? apa hak mu bertanya hal itu? jika Naura mengatakan bahwa aku adalah calon suaminya maka itulah kebenarannya. Itu lah yang terjadi dengan hubungan kami berdua. Sekarang keluarlah karena aku tidak ingin melihat mu lagi di sini." Kedua tangan Gabriella terkepal erat saat dia mendapatkan pengusiran dari Alta.
" Pergilah!" Usir Alta lagi hingga membuat Gabriella semakin marah dan langsung pergi meninggalkan mereka di sana.
Setelah kepergian Gabriella, Alta langsung menghampiri Naura dan memberikan satu ikat bunga mawar yang di bawahnya tadi.
Tadi pagi Alta memiliki meeting penting jadi dia tidak sempat menyebut Naura dan mengantarkan wanita itu pergi ke rumah sakit.
Maka kali ini dia ingin menembus kesalahan yang tadi pagi dan memberi kejutan pada Naura.
" Kenapa datang ke rumah sakit? aku masih ada waktu setengah jam lagi di sini."
" Aku hanya ingin melihatmu. Lagi pulau bukankah seorang calon suami berhak mengunjungi calon istrinya?" Tanya Alta.
Apa yang pria itu tanyakan padanya membuat Naura tidak bisa menjawabnya lagi. Salahnya juga yang telah mengatakan bahwa Alta adalah calon suaminya di depan Gabriella.
Jika saya tadi Naura tidak mengatakan bahwa Alta adalah calon suaminya maka mungkin saja pria itu tidak bersikap seperti ini padanya.
" Maksud ku bukan seperti itu. Aku bingung ingin mengatakan apa pada Gabriella. Karena tidak tahu harus mengatakan apa lagi pada Gabriella, akhirnya aku mengatakan bahwa Gege adalah calon suamiku." Jawab Naura.
Dia tidak ingin Alta berpikir yang tidak tidak tentang dirinya. Naura mengatakan hal itu karena dia juga bingung harus mengatakan apa pada Gabriella.
" Kamu tidak salah karena memang itulah kebenarannya. Aku calon suamimu dan kamu adalah calon istriku jadi tidak salah jika kamu mengatakan hal seperti itu pada dokter sombong tadi. Mulai sekarang berhati-hatilah dengan dokter tadi Naura. Aku rasa dia bukan teman yang baik untukmu. Dari penglihatan ku, aku merasa dia memiliki rasa tidak suka terhadapmu. Aku mohon, jaga dirimu saat aku tidak ada di dekatmu." Ucap Alta pada Naura.
Alta sangat takut jika Gabriella nekat hingga membuat Naura terluka nantinya.
" Aku akan menjaga diri ku. Gege tidak perlu takut. Aku bisa menjaga diri ku sendiri karena selama ini pun seperti itu."
" Setidaknya berhati-hati saja. Tidak ada salahnya bukan untuk berhati-hati?" Imbuh Alta.
Naura hanya bisa menurut saja dengan Alta karena membantah pun dia bingung apa yang harus di bantah olehnya.
Setidaknya semua bisa di bicarakan baik-baik. Lagi pula kekhawatiran Alta itu beralasan menurutnya.
" Sekarang ayo pergi makan siang. Besok aku harus kembali ke Rusia dulu. Aku harus melihat pabrik yang akan di buka. Jadi aku ingin menghabiskan waktu bersama mu hari ini sebelum aku pergi besok."
...****************...