One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Sedih



Sean sudah pulang ke rumah dan tidak ada yang menyadari itu semua karena mereka terlalu larut dalam kebahagiaan atas kehadiran anggota baru mereka.


Semua orang sadar bahwa tidak ada Sean di ruangan ini saat Jasmine bertanya di mana keberadaan putra sulungnya.


"Di mana Sean?" tanya Jasmine saat tidak melihat kehadiran putranya di ruangan ini.


Mendengar pertanyaan dari Jasmine membuat mereka semua yang berada di ruangan itu langsung saling menata satu sama lain. Terutama Alicia, dia paham betul bahwa dia datang ke rumah sakit ini bersama Sean tadi, lalu bagaimana bisa mereka tidak sadar bahwa anak laki-laki itu sudah tidak berada di dekat mereka saat ini.


"Hah, apa Sean ikut ke rumah sakit?" tanya Leo yang masih belum sadar dengan apa yang mereka alami saat ini. Tak lama kemudian Leo baru ingat jika dia tau bahwa Sean juga ikut ke rumah sakit bersama mama Alicia tadinya.


"Astaga, kenapa kita bisa melupakan Sean? ke mana perginya anak itu?" tanya Alicia yang panik.


"Ayo Leo, hubungi Sean. Tanyakan di mana dia berada saat ini. Mama sangat khawatir." Alicia penemuan merasa sangat khawatir dengan keadaan cucunya. Dia sangat menyesal karena bisa melupakan Sean begitu saja dan larut dalam kebahagiaan mereka saat ini.


"Astaga Mama, kenapa Mama bisa lupa kalau Sean ikut pergi ke rumah sakit?" tanya Leo pada mamanya.


Tapi dia juga langsung mengambil ponselnya dan langsung menghubungi putra sulungnya itu. Dia harus mengetahui keadaan Sean saat ini.


"Bagaimana? bisa apa tidak?" tanya Alicia saat melihat Leo yang menghubungi nomor Sean.


"Sebentar Ma, masih berdering." jawab Leo.


Sean melihat ponselnya dan itu panggilan masuk dari Leo. Cukup lama dia berpikir apakah dia harus menjawabnya atau tidak. Tapi jika dia tidak menjawabnya akan menjadi bahan pertanyaan nantinya. Tapi jika pun dia menjawab panggilan telepon dari daddy-nya apa yang harus di katakan nanti?


Akhirnya Sean memutuskan untuk menjauh panggilan telepon dari Leo karena dia tidak ingin menjadi bahan pertanyaan nanti.


"Halo Dad?"


Mendengar suara Sean membuat Leo langsung merasa lega setelah dia tahu bahwa putranya saat ini baik-baik saja. Dia sudah berpikir buruk tadinya karena Sean tidak ada di rumah sakit bersama mereka.


"Astaga Sean, di mana kamu sekarang nak? Daddy mencari kamu." Sean tersenyum ketika mendengar suara daddy-nya yang terlihat sangat panik seperti itu. Dia merasa bahwa mereka semua masih memperhatikan dirinya walau sudah ada anggota baru dikeluarkan. bukan Sean cemburu dengan apa yang dirasakan keluarga ini sekarang, tapi dia tidak ingin merusak kebahagiaan mereka dan dalam memilih pulang saja. Selain banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dia juga tidak ingin membuat mereka semua merasa tidak nyaman jika ada dirinya.


Sean takut jika keluarganya tidak bisa dengan lepas mengekspresikan kebahagiaan mereka atas hadirnya anggota baru di sini. Sean tidak ingin menjadi beban bagi mereka. Hanya itu saja.


"Sean pulang dad, banyak pekerjaan sekolah yang harus diselesaikan. Besok kami akan berkunjung ke museum, jadi Sean harus banyak mempelajari tentang sejarah sejarah yang pernah terjadi di kota kita. Memangnya ada apa dad?" tanya Sean yang mencoba untuk biasa saja. Berharap , apa yang dikatakan saat ini bisa diterima dengan baik oleh keluarganya.


"Astaga, syukurlah jika memang seperti itu. Sebentar lagi Oma kamu akan pulang, tunggu di rumah saja oke." lagi-lagi Sean tersenyum. Dia bahagia karena penghargaan yang berhasil memperhatikannya dengan begitu baik.


Sambungan telepon berakhir dan Leo ingin mengatakan pada istrinya bahwa saya yang baik-baik saja dan dia sedang berada di rumah saat ini jadi tidak perlu mengkhawatirkan apa yang tidak seharusnya dikhawatirkan. Sean baik-baik saja, tapi pemikiran Jasmine tidak seperti itu. Dia tahu apa yang sedang dirasakan putranya saat ini.


"Kalian salah. Sean sedang tidak baik-baik saja saat ini dan aku yakin itu. Dia merasa bahwa kalian melupakan kehadirannya karena kalahiran Arion. Seharusnya kalian mengetahui dan sadar akan keberadaan Sean, karena anak seusianya pasti sangat peka terhadap kondisi sekitarnya. Apalagi dia anak yang kita bawa dari pangu asuhan. Dunianya sebelum bersama kita itu berbeda. Jadi tolong jangan membuatnya merasa tersingkir karena kehadiran Arion!" tegas Jasmine.


Leo merasa sangat bersalah atas kejadian saat ini. Dia baru mengerti setelah istrinya mengatakan semua itu. Sebelumnya dia tidak berpikir jika saya merasa tidak nyaman dengan keadaan mereka saat ini.


"Maaf sayang, tapi aku memang lupa. Aku terlalu khawatir dalam keadaan kamu hingga aku melupakan kehadiran Sean. Apalagi saat aku sampai Arion Reynold Casio lahir, aku panik bercampur bahagia Jasmine." Leo berusaha menjelaskan pada istrinya apa yang terjadi pada dirinya yang sebenarnya. Dia bukan tidak memperhatikan Sean, tapi dia terlalu panik hingga tidak menyadari keadaan putra mereka.


"Aku paham. Tolong pulang dan katakan maaf padanya. Katakan jika aku merindukannya. Dia belum melihat adiknya, karena nama Arion Reynold Casio adalah pemberiannya. katanya adiknya akan menjadi pria hebat yang tangguh. Maka aku bersikeras ingin memberikan nama itu untuk anak kita, karena memang Sean yang mengusulkan nama itu saat kami mencari nama untuk Arion." Jasmine menjelaskan semuanya pada Leo dan juga mama Alicia, bahwa Sean yang berperan banyak untuk nama Arion.


Tak lama masuk seseorang yang sangat khawatir dengan keadaan Jasmine dan dia langsung menyerangnya begitu saja.


Plak!


"Ibu!" panik Leo saat istrinya di pukul begitu saja saat wanita itu datang.


"Diam!" seperti itulah arti dari gerakan tangan ibu mertuanya hingga membuat Leo diam dan tidak bisa mengatakan apa-apa lagi.


"Kau itu anak yang nakal! kenapa aku baru di beri tahu setelah anak mu lahir hah? Kau itu membuat ku tidak bisa bernafas dengan tenang! seharusnya kau tau itu bahwa aku mengkhawatirkan keadaanmu! Dasar anak nakal!" umpat ibunya.


Dari gerakan tangan dan tubuh ibunya Jasmine tau jika saat ini wanita itu benar-benar khawatir dan juga marah. Dia paham betul dengan apa yang di rasakan ibunya, jadi dia paham.


"Maaf, tapi ini-"


Plak!


Leo kembali panik tapi Jasmine memberikan tanda gelengan kepalanya agar Leo tidak ikut campur dengan apa yang terjadi saat ini.


"Maafkan aku ibu, tapi tolong lihat cucu ibu, matanya mirip dengan ibu. Lihat, dia tampan sekali bukan?" tanya Jasmine pada ibunya. Dia sengaja menunjukkan pada wanita itu jika putranya sangat tampan dan matanya memang mirip sekali dengan ibunya.


"Dia memang cucuku! tapi jangan biarkan dia sering bermain denganku karena aku takut jika dia tidak bisa bicara seperti diriku!"


***