
"Gege ayo bangun..." ucap Naura dengan begitu lembut di telinga calon suaminya.
Dia mengusap pipi pria itu agar mau bangun karena ini sudah waktunya jam makan malam.
"Gege..." panggilnya lagi hingga membuat Alta kaget dan langsung terbangun.
Dugh...
Kening keduanya beradu bahkan hidung mereka berdua juga langsung bertabrakan karena insiden ini. Alta yang kaget langsung bangun karena mendengar ada seseorang yang membangunkannya dan itu membuat dirinya reflek hingga terjadi hak seperti ini pada mereka berdua.
"Auuhh..." Sadar dengan apa yang dilakukan yang membuat Naura kesakitan, Alta langsung meminta maaf pada wanita itu.
"Maafkan aku sayang. Maaf karena aku kaget." ucap Alta pada Naura.
Dia langsung melihat kening kekasihnya yang terlihat merah atas insiden tadi. Alta meniup kening Dara dan menciumnya berharap apa yang dilakukannya bisa menghilangkan rasa sakit itu.
"Maafkan aku sayang. Maafkan aku Naura."
Deg!
Jantung Naura berdetak kencang saat mendengar Alta yang memanggilnya sayang. Kata-kata maafkan aku sayang terus saja berputar di kepala Naura karena itu terdengar sangat jelas di telinga Naura saat pria itu mengatakannya.
"Naura sayang, kamu baik-baik saja bukan?" tanya Alta.
Dia takut sekali jika calon istrinya ini terluka karena dirinya. Naura adalah kekuatan hidupnya yang baru dan Alta tidak ingin wanita yang membuatnya bangkit dari keterpurukan itu terluka.
"Aku baik-baik saja Gege. Aku hanya kaget karena Gege tiba-tiba bangun seperti itu." ujar Naura.
Alta sendiri bisa bernafas lega saat mengetahui bahwa calon istrinya ini baik-baik saja.
Di lihatnya wajah cantik wanita yang sebentar lagi akan menjadi istrinya. Entah mengapa rasanya perasaan bersalah itu kembali hadir dalam dirinya saat Naura mengetahui bahwa dia berbicara dengan Amanda tadi di rumah sakit.
"Sudah, jangan memikirkan apapun lagi. Yang datang tadi juga Amanda dan dia mendirikan saran untuk Gege. Amanda mengatakan bahwa dia minta maaf pada Gege. Dia meminta maaf atas kesalahannya." jelas Naura.
Dia menceritakan menyampaikan salam dari Amanda untuk calon suaminya. Walau rasanya dia merasa cemburu tapi rasanya tidak masuk akal sekali jika dia marah hanya karena hal seperti ini.
"Boleh aku bertanya apa Gege?" tanya Naura.
Alta langsung menganggukkan kepalanya tanpa ragu. Dia ingin tau ingin ditanyakan Naura padanya.
"Jika aku mengatakan bahwa aku ingin bertemu dan bicara dengan Amanda bagaimana? aku ingin mengatakan padanya bahwa untuk tidak lagi mengganggu Gege. Kehidupan kita semua sudah berbeda dan dia sudah memiliki suaminya. Aku ingin jika kita menikah nanti hubungan kita dengan segala masa lalu Gege itu selesai. Aku ingin semuanya di selesaikan secara langsung agar tidak ada lagi yang mengganjal. Aku tidak ingin terlihat masalah apapun dengan siapa pun sebelum kita menikah." ujar Naura.
Alta sendiri setuju dengan apa yang dikatakan Naura padanya. Dia akan bicara dengan Amanda dan mempertemukan dua wanita ini.
"Baik jika setuju. Ayo makan dulu. Aku sudah memasak untuk Gege." ucap Naura yang mengajak Alta untuk pergi makan malam bersama karena memang dia sudah memasak untuk pria itu.
"Ayo sayang." ajak Alta.
Dia menggandeng tangan Naura tapi wanita itu malah berhenti ditempatnya.
"Naura, ada apa sayang?"
"Tidak ada. Aku hanya belum terbiasa dengan panggilan sayang. Jadi masih sedikit kaku." ucap Naura yang membuat akta tersenyum.
"Mulai sekarang aku akan selalu memanggil kamu sayang dan kamu harus terbiasa untuk itu. Aku sayang kamu dan itu kenyatannya. Jadi jangan pikirkan apapun lagi tetang ini semua dan ayo makan."
...****************...