
"Kamu yakin akan bertemu dengannya Naura? kamu tidak yakin aku tidak akan mengizinkannya." ucap Alta pada Naura. Dia hanya tidak ingin jika Naura bertemu dengan Amanda nantinya akan terjadi cekcok di antara keduanya.
Sebagai seorang pria yang ada di tengah-tengah kedua wanita itu Alta harus bisa memposisikan dirinya dengan begitu baik.
Amanda masa lalu yang sangat ingin dilupakannya dan Naura adalah masa depan yang sangat ingin digapainya.
Kehidupannya banyak berubah dan itu semenjak dia mengenal Naura sang penyembuh luka.
"Percayalah Gege, aku akan baik-baik saja oke. Aku dan Amanda akan bicara. Lagi pula aku tidak akan kalah dengan wanita yang sudah berusia hampir 40 tahun. Usia ku 23 tahun dan aku jauh lebih muda, jadi aku akan memposisikan diri ku dengan baik." ujar Naura. Dia hanya ingin bicara dengan wanita yang pernah menjadi bagian dari masa lalu calon suaminya.
"Astaga, itu kamu juga ingin mengatakan bahwa aku sudah tua bukan?" tanya Alta.
Naura sendiri hanya tersenyum saja. Dia mulai bisa menjadi pribadi yang lebih ceria lagi dan itu bersama dengan Alta.
"Sudah, ayo kita berangkat." ajak Alta. Tatapannya terus saja tertuju pada Naura yang terlihat selalu cantik dan indah di matanya.
"Setelah bertemu dengan Amanda kita akan pergi ke butik. Kita akan mulai mempersiapkan acara pernikahan kita." Naura menganggukkan kepalanya karena di hanya bisa menurut saja pada Alta.
Setidaknya dia akan berbicara dengan wanita yang pernah menjadi masa lalu yang sangat menyakitkan bagi calon suaminya.
"Gege itu terlalu khawatir. Tenanglah, aku tidak akan kenapa-kenapa." ucap Naura karena dia berusaha untuk menenangkan Alta agar pria itu tidak terlalu khawatir dengan keadaannya yang akan bertemu dengan Amanda.
Naura memberanikan diri untuk mengusap pipi Alta namun adegan romantis merek harus di rusak oleh Leo.
"Uhuk...Mama...tolong Leo ma, tolong Leo mama..." teriaknya yang meminta pertolongan pada mamanya.
Alicia yang mendengar suara teriakan dari putranya membuat wanita itu langsung berlari untuk melihat apa yang terjadi di luar rumah mereka.
"Leo, kamu kenapa sayang?" tanya Alicia yang terlihat panik ketika melihat putranya seperti itu.
"Leo panas ma, Leo terkena demam." ucapnya dengan begitu manja.
Alicia sendiri masih terlihat panik ketika putranya mengatakan bahwa saat ini dia tengah merasa demam. Luar biasa sekali bukan singanya ini?
"Mama, Leo tidak demam. Dia hanya ingin menipu Mama."
"Tidak mama, Leo tidak menipu mama. Leo memang demam." ujarnya karena dia tidak ingin mendapatkan hukuman dari mamanya.
Alicia sendiri lebih percaya pada Naura dari pada Leo. Naura tidak akan pernah berbohong padanya dan tidak akan pernah menjahilinya. Berbeda dengan Leo yang akan selalu membuatnya kesal dan pusing kepala.
"Katakan pada Mama apa yang terjadi sebenarnya? apalagi yang kamu buat Leo?" tanya Alicia yang sudah menduga bahwa putranya ini pasti telah melakukan sesuatu.
Leo sendiri masih berusaha untuk melanjutkan aktingnya karena dia tidak ingin kalah di depan Naura dan juga calon kakak ipar yang menyebalkan itu.
Bahkan yang lebih membuat Leo kesal lagi adalah saat dia disandingkan dengan Alta wajah mereka terlihat sama. Mungkin juga orang-orang di luar sana akan percaya jika ada yang mengatakan bahwa mereka itu seumuran.
"Leo..."
"Ahhh...sudahlah. Mama tidak asyik." ucapnya dengan merajuk. Dia selalu saja kesal setiap kali mamanya tidak berpihak dengan kejahilannya.
Leo sendiri langsung pergi meninggalkan mereka semua karena dia bosan berada di rumah ini dan mungkin saja dia akan bermain di luar nantinya.
"Leo minta uang mama. Mama belum mengirimkan uang saku Leo bulan ini. Jadi keon minta sekarang."
"Kamu sudah bekerja dan sudah memiliki penghasilan sendiri jadi untuk apa lagi meminta uang pada mama?"
"Jelas Leo minta uang pada mama. Leo masih tanggungan mama dan juga Daddy. Tapi berhubung uang Daddy seluruhnya ada di mama, jadi Leo akan memintanya pada Mama saja. Dan untuk calon kakak ipar, aku dengar kakak ipar memiliki perusahaan otomotif terkenal di Rusia dan di Paris juga ada saudara kakak bukan?" Alta menganggukkan kepala karena memang apa yang ditanyakan Leo itu semua kebenaran.
"Jangan macam-macam Leo!" ujar Naura. Dia sudah tahu apa yang ada di pikiran adiknya saat ini. Leo pasti akan meminta sesuatu yang tidak masuk akal lagi.
"Aku tidak macam-macam. Aku hanya minta satu macam saja dan aku ingin mobil yang bisa ku rancang sendiri desainnya tapi sayangnya aku tidak ingin membelinya dengan uangku sendiri. Jadi sebagai calon kakak ipar yang baik pada adiknya, tolong belikan aku mobil akan ku desain sendiri dan biarkan kakak yang membayarnya. Bagaimana?" tanya Leo.
Dia berusaha untuk melakukan negosiasi dengan Alta namun kedua wanita itu langsung menolak yang dengan tegas.
"Tidak!" kompak Naura dan Alicia. Merek berdua benar-benar kompak untuk menolak keinginan Leo yang menginginkan mobil baru.
Di rumah ini sudah begitu banyak mobil yang menganggur jadi untuk apa lagi dia membeli mobil?
"Tapi mama--"
" Tetap tidak Leo! jika ingin mobil pakai yang ada. Banyak mobil Daddy kami yang tidak di pakai jadi pakai saja apa yang kamu ingin pakai tapi tidak dengan meminta pada Alta." jelas Alicia. Dia tidak ingin jika putranya di cap sebagai anak yang kurang bersyukur dengan apa yang di milikinya maka Alicia harus menekankan pada Leo untuk tidak meminta hal seperti itu lagi.
"Tidak masalah. Kamu bisa desain sendiri seperti apa mobilnya dan katakan pada ju ingin mobil yang mana. Jika ingin pergi saja ke Paris dan katakan pada orang di sana bahwa kamu datang atas urusan dari ku."
"Tidak Alta. Jangan terlalu memanjakan Leo. Uangnya banyak dan dia bis membelinya sendiri." ujar Alicia.
Dia tidak ingin jika Alta membelikan mobil untuk Leo dan itu hasil dari custume-nya.
"Tidak masalah Mama. Biarkan Leo yang memilihnya. Jika begitu, kami permisi lebih dulu." pamit Alta. Mereka sudah terlambat karen mungkin saja Amanda sudah menunggu dan Alta lebih cepat menyelesaikan masalahnya dengan Amanda agar tidak lagi terbelenggu dengan masa lalunya.
"Baiklah, hati-hati Alta. Jangan ngebut."
"Dan juga ciuman."
Uhuuk...
Tiba-tiba saja Naura tersedak ketika Leo mengatakan hak seperti itu dan apa artinya Leo mengetahui apa yang terjadi di apartemen Alta?
"Jangan panik. Setidaknya kalian masih dalam tahap wajar. Jika sudah tidak wajar maka aku yang akan menghajarnya." ucap Leo tanpa merasa beban sama sekali. ketika mengatakan hal itu.