One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
Arsen dan Sandra



Sandra menatap tidak percaya dengan tempat di mana dia berada saat ini. Dari apa yang di lihatnya, Sandra tahu jika pria yang membawanya ke tempat ini orang sembarangan. Dia berada di sebuah kamar yang sangat luar biasa mewahnya. Bahkan Sandra takjub ketika melihat apa yang ada di dalam hunian mewah ini, karena semuanya sangat luar biasa.


"Mari Nona, semuanya sudah siap," ajak pelayan yang sudah keluar dari dalam kamar mandi. Dia mempersilakan Sandra untuk masuk ke dalam kamar mandi karena semuanya sudah disiapkan dari mulai air mandinya hingga perlengkapan mandi gadis yang akan menjadi penghuni rumah mewah milik Arsen.


Mereka semua sudah mendapatkan perintah bahwa gadis cantik yang di bawa tuan mereka adalah calon istrinya, jadi mereka semua harus mematuhi apapun yang Sandra katakan.


"Untuk apa?" tanya Sandra yang belum mengerti dengan apa yang dilakukan wanita itu padanya. Terlebih lagi dia juga tidak mengetahui apanya yang sudah siap.


"Tuan Arsen meminta kami untuk membantu Anda membersihkan diri dan bersiap karena mulai saat ini kami adalah asisten pribadi Anda Nona," jawab pelayan tersebut hingga membuat Sandra semakin bingung. Seumur hidupnya Sandra tidak pernah diperlakukan baik seperti ini, apalagi ketika dia baru sadar dari komanya beberapa bulan yang lalu setelah kecelakaan besar. Sandra sama sekali tidak mengenal dirinya, bahkan apa yang pernah terjadi dalam hidupnya dia juga tidak lagi mengingatnya.


"Tapi-"


"Kami mohon Nona, jika Nona tidak mau maka kami yang akan mendapatkan hukuman dari tuan Arsen," potong pelayan itu.


Melihat kedua pelayan yang memohon padanya membuat Sandra akhirnya mau pergi bersama mereka karena merasa kasihan.


Sedangkan Arsen yang berada di ruangan kerjanya hanya bisa tersenyum menatap gadis cantik pujaan hatinya yang terlihat sangat menggemaskan.


"Kamu cantik Sandra," ucapnya sambil tersenyum. Tak lama ponselnya berdering dan saat itu juga raut wajahnya langsung berubah ketika melihat nomor siapa yang menghubunginya.


"Katakan ada apa?" tanya Arsen kepada anak buahnya yang baru saja menghubunginya. Sedangkan Robby hanya bisa memaklumi semua ini karena memang seperti itulah tabiat dan kebiasaan dari bosnya.


"Saya sudah mendapatkan segala informasi yang Tuan inginkan. Di dalam email tersebut sudah tertera jelas informasi yang Anda inginkan, jadi Anda bisa melihatnya langsung Tuan." tanpa mengucapkan apapun lagi Arsen langsung memutuskan sambungan telepon yang begitu saja. Dia bergegas membuka laptop dan melihat informasi yang telah dicari agak buahnya.


Ketika dia melihatnya, Arsen baru mengetahui jika Sandra yang di carinya selama ini baru saja sadar dari komanya beberapa bulan yang lalu dan gadis itu juga tidak lagi mengingat apa yang telah terjadi dalam hidupnya sebelum ini.


Senyuman Arsen terlihat sangat mengerikan ketika dia selesai membaca informasi yang anak Robby kirimkan. Arsen sudah merencanakan banyak hal setelah membaca informasi tentang Sandra, bahwa dia akan mengurung Sandra di rumahnya dengan segala kebohongan yang sengaja di buat Arsen. Dia akan membuat cerita jika Sandra adalah kekasihnya yang telah lama hilang dan mereka baru kembali di pertemukan setelah sekian lama.


Di saat Arsen masih dengan segala pemikirannya, tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu ruangan kerjanya hingga membuat Arsen langsung memerintahkan mereka untuk masuk.


"Masuk," titah Arsen, hingga membuat pelayannya yang membawa Sandra masuk ke dalam ruangan bersama gadis cantik yang membuat senyum Arsen mengembang.


"Kenapa?" tanya Arsen ketika melihat Sandra yang ketakutan padanya.


Sandra sendiri hanya bisa menggelengkan kepalanya karena dia juga tidak tahu apa yang harus dijawabnya pada pria Arsen.


"Apa Kamu sudah tahu kenapa alasan kamu di bawa ke tempat ini?" tanya Arsen hingga membuat Sandra kembali menggelengkan kepalanya, Karena jujur dia tidak tahu apa alasannya hingga bisa di bawa ke rumah ini.


"Karena Kamu adalah kekasihku. Kamu adalah wanita yang sudah Aku cari selama ini. Aku juga baru mengetahui jika Kamu mengalami kecelakaan hingga membuatmu koma selama ini Sayang. Aku benar-benar merasa sedih setelah kepergian Kamu dan hidupku hancur," ucap Arsen dengan segala kebohongannya.


Sandra sendiri benar-benar tidak mengingat bahwa dia memiliki kekasih bernama Arsen atau tidak.


"Jika Kamu tidak percaya dengan apa yang Aku katakan, tidak masalah karena Aku akan membawa Kamu ke tempat di mana kamu tinggal sebelum kecelakaan itu. Akan Aku tunjukkan sama Kamu jika Kamu benar-benar kekasihku," ucap Arsen yang berusaha untuk terus meyakinkan Sandra dengan segala kebohongannya.


Melihat bagaimana cara Arsen yang menjelaskan semua tentang dirinya membuat Sandra mulai percaya dengan pria yang berdiri di hadapannya saat ini. Setidaknya dia tidak sendirian lagi setelah kematian ibunya beberapa waktu lalu setelah dia adar dari komanya.


"Lalu siapa nama Kamu? Kapan Kita kenal dan di mana?" tanya Sandra yang penasaran dengan cerita masa lalu mereka.


"Kita bertemu di sebuah tempat yang sangat istimewa Sayang. Jika Kamu bertanya siapa Aku, maka awku akan kembali memperkenalkan diriku walau rasanya sakit sekali karena Kamu tidak mengenali Aku lagi. Aku adalah Arsenio, kekasih Kamu dan kita sudah begitu banyak melewati waktu bersama sejak 3 tahun yang lalu. Aku terus saja berusaha untuk mencari Kamu, Namun Aku kehilangan jejak setelah kamu mengalami penculikan Sayang," jelas Arsen kembali berbohong pada Sandra hingga membuat gadis cantik kesayangannya itu semakin mempercayai dirinya.


Melihat reaksi Sandra terhadap apa yang di ceritakannya membuat Arsen tersenyum dalam hati karena semua cerita karangannya membuat Sandra mulai mempercayainya.


"Sayang," panggil Arsen pada Sandra ketika melihatnya diam dan melamun . Sedangkan Sandra sendiri tiba-tiba merasa pusing dengan semua penjelasan Arsen, bahkan dia hampir saja limbung.


"Tidak perlu memaksakannya Sayang, karena aku tidak mempermasalahkan semua itu. Tidak masalah bagiku jika Kamu tidak mengingatku, setidaknya Aku bisa bertemu denganmu lagi dan mengatakan kebenarannya jika Kita sepasang kekasih. Setelah ini kita akan bertemu dengan dokter dan memeriksakan keadaan Kamu. Aku tidak ingin melihat Kamu merasakan kesakitan lagi, jadi kita akan berobat untuk memastikan keadaan Kamu Sandra." Sandra menganggukkan kepalanya dan mau di tuntun Arsen untuk duduk di sofa bersamanya.


Entah mengapa rasanya Sandra merasa aneh dengan kehadiran Arsen dalam hidupnya. Apalagi ketika pria itu memeluknya. Rasanya Sandra benar-benar belum terbiasa dengan semua ini. Tapi ketika mendapatkan perhatian lembut dari Arsen membuat Sandra merasa bahwa dia terlindungi dengan pelukan hangat yang Arsen berikan padanya.


...****************...