One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
Makan Malam



Leon terus saja menggandeng tangan istrinya saat mereka memasuki sebuah restoran yang sudah dipesan dengan private room.


Malam ini mereka akan bertemu dengan teman-teman kuliahnya dulu saat di New York.


" Tenangkan diri mu Alicia. Ini saya makan malam biasa saja jadi kalau tidak perlu tegang seperti itu."


" Aku tidak takut dengan apapun di dunia ini. Satu-satunya yang aku takuti adalah saat aku bertemu dengan pria yang pernah membayar ku untuk jasa bermalam atau hanya sekedar memijatnya saja. Aku takut jika anda malu dengan masa laluku itu." Leon memaklumi dengan kekhawatiran istrinya itu.


Walau bagaimanapun apa yang menjadi kekhawatiran Alicia itu memang benar. Jika Leon berada di posisi Alicia saat ini pun dia pasti akan merasakan hal yang sama.


" Jangan takut Alicia, aku tidak akan merasa malu hanya karena masa lalu mu. Jika mereka berani menghinamu tentang masa lalu mu maka aku tidak akan mengampuni mereka." Mendengar apa yang suaminya katakan membuat hati Alicia sedikit lebih tenang.


Setidaknya Leon benar-benar mencintainya dan akan menjaganya. Salahkah jika suatu saat Alicia mencintai pria ini?


Dia harap tidak sama sekali. Alicia takut jika suatu saat dia mencintai lewat maka pria ini akan meninggalkannya.


" Tenangkan diri mu, percaya padaku bahwa tidak akan ada yang terjadi di dalam sana." Akhirnya setelah Alicia merasa tenang Leon pun kembali membawa istri cantiknya itu ke ruangan private yang sudah mereka pesan.


Tak lama pintu ruangan privat itu terbuka dan masuklah Leon bersama Alicia.


Mengetahui bahwa yang masuk kali ini adalah Leon membuat semua mata tertuju pada pria yang baru saja memasuki ruangan besar ini.



" Oh my God Leon, how are you bro?" Tanya seorang pria bernama Michael yang datang menghampirinya.


Leon menerima uluran tangan dari pria itu dan menyambut pelukan hangat ala mereka.


" Aku baik-baik Michael. Bagaimana dengan dirimu? apa kau masih juga bergonta-ganti pasangan?"


" Ayolah kawan, nikmati kehidupanmu dan jangan pernah terpaku hanya dengan satu wanita saja. Tapi jika wanitanya seperti yang kau miliki mungkin aku bisa memikirkannya untuk tidak berselingkuh."


Bugh...


Leon meninju dada bidang temannya itu saat mengatakan bahwa dia akan memikirkan ulang jika keadaan wanita yang bersamanya seperti Alicia.


" Jangan berani-berani yang menginginkan istriku jika tidak ingin kita berakhir di ring tinju." Ucap Leon.


Sementara Michael langsung mundur secara perlahan ketika pria ini sudah mengatakan tentang ring tinju.


" Tidak ada yang bisa menandingi mu di dalam ring tinju Leon. Kau yang terhebat di dalam ring tinju." Ucap Michael lagi.


Alicia sendiri berusaha untuk mencuri pandang satu persatu pada yang berada di depannya saat ini dan betapa beruntungnya dia saat mengetahui bahwa tidak ada satupun pria yang pernah menjadi pelayannya di sini.


" Kau sudah tenang saat ini?" Tanya Leon dengan berbisik pada istrinya.


Anggukkan kepala dari Alicia menjawab semuanya. Setidaknya Leon tau bahwa saat ini istrinya tidak lagi merasa khawatir.


Setelah selesai makan malam, banyak yang bertanya tentang apa pekerjaan dari Alicia yang membuat wanita itu merasa tidak nyaman dengan lingkaran pertemanan suaminya itu.


" Kau tau bagaimana aku Jesica. Aku tidak akan membiarkan wanita ku bekerja." Ucap Leon yang mengetahui bahwa Jesica ini adalah teman kuliahnya yang paling kaya di antara teman mereka yang lainnya.


" Lalu mantan istri mu yang sebelum ini?" Tanya Jesica lagi.


Alicia semakin tidak nyaman dengan pertemanan suaminya karena menurutnya menyebalkan sekali berteman dengan mereka-mereka ini.


Melihat wajah istrinya yang merasa tidak nyaman membuat Leon langsung mengerti untuk menyudahi semua itu karena dia tidak ingin bertengkar dengan Alicia hanya karena hal seperti ini.


" Itu hanya masa lalu bukan? tidak perlu membahas masa lalu karena aku sama sekali tidak ingin mengingatnya. Aku sudah bahagia dengan masa depanku bersama Alicia." Ucap Leon.


Dia berusaha untuk menyudahi semua itu agar tidak semakin panjang dan berbuntut pertengkaran di antara mereka berdua nanti.


" Oh, oke. Aku rasa istrimu tidak nyaman dengan pertemanan kita di sini?"


" Istri ku memang tidak terbiasa dengan keramaian seperti ini. Dia terbiasa di dalam rumah saja jadi ya, you know lah." Setalah berbincang-bincang sebentar akhirnya Leon dan Alicia memutuskan untuk pulang.


" Kenapa cemberut Alicia? aku sudah membawamu jalan-jalan pergi keluar dan makan malam di sini tapi kenapa wajahmu terlihat asam seperti itu?" Alicia terus saja menatap keluar jendela mobil yang tengah dikendarai oleh suaminya ini.


Dia begitu menikmati malam hari ini, dia merasa bahwa dirinya menikmati suasana malam hari dengan ketenangan. Ketenangan dirinya sebagai seorang istri dari Leon.


Jika dulu dia berada di dalam taksi untuk melayani nafsu pria bejat di luar sana, maka kali ini dia berada di dalam mobil menikmati malam hari bersama suaminya.


" Alicia..."


" Biarkan aku menikmati malam hari ini. Aku tidak pernah merasakan menikmati jalanan kota seperti saat di mana aku bersama kamu sekarang. Dulu aku hanya menatap nanar pada jalanan kota yang ku lalui setiap malamnya karena aku akan pergi untuk melayani nafsu pria hidung belang di luar sana. Tapi kini--"


" Kau sekarang istriku Alicia. Tidak akan kubiarkan siapapun membongkar jati dirimu. Jika sampai mereka berani mengatakan hal Nurul tentang dirimu, maka aku sendiri yang akan memberikan mereka pelajaran."


...****************...