
Leon dan Alicia benar-benar merasa bahagia saat ini karena mereka diberikan keberkahan dalam hidup. Bagaimana tidak bahagia jika kamu dikaruniai dua anak yang sangat luar biasa yang saat ini sudah memiliki kehidupan mereka masing-masing.
Istrinya Leo, baru saja melahirkan anak mereka yang bikin islami laki-laki yang di beri nama Arion. Lalu saat ini kebahagiaan kembali bertambah ketika mendapatkan kabar dari Naura bawa saat ini dia sedang mengandung anak keduanya bersama Alta.
Sungguh, rasanya tidak menyangka dengan semua kebahagiaan yang telah Tuhan berikan untuk mereka sekeluarga.
"Kenapa kamu terus saja tersenyum?" tanya Alicia ketika melihat suaminya yang tersenyum seperti itu.
Sedangkan jangan sendiri langsung menghampiri Alicia dan memberikan makan hangat nan penuh cinta untuk istrinya. Rasanya dia tidak bisa mengungkapkan lagi semua perasaan bahagia ini dengan kata-kata. Intinya Dia sangat bersyukur dengan kehadiran Alicia dalam hidupnya. Sangat luar biasa sekali.
"Aku tersenyum karena aku merasa bahagia dengan kehidupanku saat ini. Aku memiliki istri yang sangat cantik, baik hati dan yang paling utama adalah panas ketika di ranjang. Kamu itu benar-benar paket lengkap sayang!" Alicia hanya memutar kedua bola matanya dengan malas ketika mendengar apa yang suaminya katakan.
Dia tidak tahu itu semua pujian atau apa, tapi yang jelas suaminya itu belum sangat mesum.
"Tidak bisakah untuk tidak membicarakan hal seperti itu saat ini?"
"Tidak! karena aku ingin selalu bersamamu. Aku kalau ingin merasakan kebahagiaan seperti ini sampai akhir-akhir kita nanti. Aku hanya ingin-"
"Berhenti mengatakan hal yang tidak-tidak karena tidak menyukainya! jangan pernah mengatakan hal seperti itu lagi." Alicia sengaja memotong pembicaraan suaminya karena dia tidak ingin pria itu terus mengatakan tentang hal-hal seperti itu.
Dia tahu dan paham betul ke mana arah pembicaraan laki-laki itu dan sebelum Leon mengatakan hal yang tidak ingin didengarnya maka lebih baik Alicia memotong yang lebih dulu.
"Kenapa kamu marah sayang?" tanya Leon penasaran.
"Jelas aku marah! aku masih ingin menjalani kehidupan ini bersamamu lalu bagaimana bisa kamu sudah berpikir jauh ke depan sana?! kamu harus tahu bahwa kehidupan kita masih panjang dan aku sangat berharap bahwa kita masih bisa melihat anak cucu kita. Jadi, jangan pernah lagi mengatakan hal-hal seperti itu karena aku tidak menyukainya. Jika kamu masih ingin mengatakan hal itu maka aku akan marah. Aku tidak main-main lagi Leon, aku benar-benar akan marah jika kamu melakukan hal itu!" jelas Alicia panjang lebar.
Seperti yang sudah dikatakannya panel Leon tadi bahwa dia tidak ingin membicarakan hal itu Dan dia juga ingin masih ingin merasakan hal ini dan terus menikmati kehidupan ini bersama suami dan juga anak-anaknya serta cucu mereka.
"Maaf, tapi aku hanya-"
"Aku bipang cukup! Sudah cukup Leon. Aku mohon jangan lagi mengatakan hal seperti itu!" putus Alicia.
Seharusnya saat ini mereka bersenang-senang dan mengucapkan begitu banyak rasa syukur atas apa yang telah mereka rasakan saat ini. Kehidupan mereka bisa dikatakan sangat sempurna dengan kedua anak yang sangat luar biasa dan cucu-cucu yang hebat. Alicia benar-benar ingin berterima kasih kepada Tuhan karena telah merubah jalan kehidupannya walau dia harus merasakan sakit di awal-awal perjuangannya dulu, sekarang dia merasakan begitu banyak kebahagiaan dan dia menganggap bahwa ini semua balasan atas kesabarannya ketika di hantam begitu banyak cobaan dalam hidupnya.
Tidak ada kata menyesal dalam hidup Leon dan anugerah terindah dalam hidupnya adalah ketika menemukan Alicia walau dengan jalan yang berbeda.
Entah bagaimana jadinya hidup Leon dulu jika dia tidak bertemu dengan wanita itu. Dia tidak bisa memikirkan bagaimana kehidupan Naura ketika tidak diurus oleh Alicia. Karena sikap seorang ibu yang sangat luar biasa dimiliki Alicia lah yang membuat Laura bisa merasakan bagaimana rasanya disayang seorang ibu.
"Sudahlah! mulai sekarang aku tidak ingin membahas hal apapun lagi tentang apa yang akan terjadi nantinya. Lebih baik menghadapinya saat hal itu terjadi daripada harus memikirkannya dari sekarang. Terserah ingin mengatakan apa, tapi yang pasti aku tidak ingin membicarakannya sekarang!" jelas Alicia.
Alicia merebahkan tubuhnya dan menutup dirinya dengan selimut karena dia tidak ingin mendengar apapun lagi yang Leon katakan. Leon sebenarnya paham dengan kesalahannya maka dari itu dia lebih baik pergi menghindari Alicia untuk saat ini daripada harus membuat wanita itu semakin marah padanya nanti.
Dia memilih keluar dari dalam kamar dan menikmati suasana di malam hari. Setidaknya berada di dekat kolam renang bisa membuat yang merasa tenang daripada harus berada di dalam kamarnya dan tidak dianggap oleh istrinya.
Leon sudah berada di dekat kolam renang dan dia hanya bisa duduk saat memikirkan kehidupannya saat ini. Kehidupan yang sangat luar biasa menurutnya dan dia benar-benar merasa bangga bisa sampai di titik seperti ini. Namun, saat dia sedang memikirkan semua itu tiba-tiba saja Leo datang menghampirinya.
"Dad?"
"Hey, belum tidur?" tanya Leon ketika putranya datang.
Mereka duduk bersamaan di dekat ayunan yang menjadi saksi atas tumbuh kembangnya Leo selama ini.
"Daddy sendiri kenapa di sini? Apa bertengkar dengan Mama?" tanya Leo.
Dia tau jika daddy-nya berada di ayunan ini saat malam hari, itu artinya mereka berdua sedang tidak baik-baik saja.
"Kami tidak bertengkar, hanya sedikit salah paham saja!" jelas Leon, karena memang mereka berdua tidak bertengkar. Dia saja jadi daripada perselisihan itu semakin tidak terkendali, lebih baik dia menjauh untuk sementara waktu.
"Astaga, aku kira ada apa. Memangnya apa yang membuat Daddy dan mama salah paham?" tanya Leo karena dia ingin tahu apa yang terjadi pada kedua orang tuanya saat ini. Bagaimana pun dia harus menjadi penengah agar tidak semakin berkepanjangan perselisihan ini.
"Hanya selisih paham saja. Tidak terlalu berat. Sudahlah, jangan di bahas lagi. Kamu sendiri sedang apa di sini?" tanya Leon yang juga penasaran kenapa Leo berada di luar seperti ini.
"Hanya ingin mencari angin segar setelah menemani Sean mengerjakan pr sekolahnya. Dia bilang dia ingin sekolah asrama saja setelah lulus nanti. Dia benar-benar ingin menjadi dokter katanya. Entahlah, tapi aku merasa bahwa dia seperti menghindar setelah kelahiran Arion. Aku takut jika Sean merasa tidak pantas untuk keluarga ini setelah kelahiran Arion."
***