
Malam harinya, mereka bertiga sudah bersiap dan duduk di meja makan.
Leon juga melihat pada Naura yang sudah bersiap di meja makan untuk makan malam bersama mereka.
" Ayo makan." Ajak Leon setelah dia selesai memimpin doa untuk makan malam mereka semua.
Di saat Leon dan Alicia ingin menyantap makanannya, mereka berdua melihat ke arah Naura yang belum juga menyendok nasi yang berada di piringnya.
" Kenapa Naura? kenapa tidak makan?" Tanya Leon pada gadis kecil itu.
Mendengar suara Daddy-nya membuat Naura langsung memberanikan diri untuk mengangkat wajahnya. Setidaknya dia bisa mengatakan hal ini pada Daddy-nya bahwa dia tidak menyukai sayur.
" Ini Sayur Dad, Naura tidak suka sayur ini. Naura mau makan pakai ayam goreng tepung saja." Ucap gadis kecil itu yang mengutarakan keinginannya bahwa dia ingin makan dengan ayam goreng tepung. Tidak dengan sayur-mayur seperti ini.
" Tidak ada ayam goreng tepung di sini. Yang ada hanya sayur dan ikan. Apa kamu tahu sayur dan ikan itu sangat bagus untuk kesehatan? bukankah kamu sudah berjanji jika ingin tinggal di sini bersama Daddy kamu akan berubah menjadi anak yang baik?" Naura menatap ke arah Alicia lalu menganggukkan kepalanya.
Dia sudah berjanji bahwa ia akan menjadi anak yang baik agar dia bisa bersama Daddy-nya terus menerus.
" Jika begit ayo makan. Itu namnya sayur bayam, itu enak dan ada jagungnya juga. Ikan goreng itu sangat enak dan jika ingin makan ayam goreng tepung hanya boleh 2 hari sekali. Selebihnya, kamu harus makan sayur lebih dulu. Sesuai dengan perjanjian kita, jika ingin makan ayam tepung maka hari ini kamu harus makan sayuran baru bisa mendapatkannya." Naura kembali menganggukkan kepalanya dan dia mulai menyendokkan suapan pertama dari nasi yang berada di piringnya.
Setidaknya, makanan ini tidak terlalu buruk untuk di lidahnya. Masih bisa diterima dengan baik oleh lidahnya.
Leon sendiri benar-benar merasa kagum dengan cara didik yang Alicia terapkan pada Naura.
Gadis kecil itu bisa langsung menurutmu begitu saja padanya.
" Sekarang pergi ke kamar dan sikat gigi. Baju ganti untuk tidur yang sudah Mama Al siapkan, jadi kamu hanya tinggal menggantinya saja."
Gadis kecil itu sudah pergi ke kamar mereka karena mungkin besok kamar gadis kecil itu baru selesai dan dia akan menempatinya.
Setelah Naura pergi, ponsel Leon berdering dan itu panggilan masuk dari Nathalie.
Alicia sendiri melihat dengan jelas nama siapa yang tertera di sana.
" Angkat saja." Ucap Alicia.
Dia tidak terlalu peduli dengan wanita yang menghubungi suaminya itu karena dia yakin bahwa Leon tidak akan kembali pada mantan istrinya yang sangat buruk sifatnya. Bahkan berarti Alicia itu merasa bahwa dirinya baik.
Setidaknya dia tidak menelantarkan putrinya sendiri hanya demi kepentingannya.
" Tidak! aku tidak ingin mengangkatnya." Jawab Leon.
" Angkat saja, aku ingin tahu apa yang ditanyakan yang padamu malam-malam begini. Apa dia sudah menyadari bahwa putrinya tidak berada di rumah?" Leon cukup tertegun dengan apa yang Alicia katakan.
Kenapa dia tidak berpikir ke sana bahwa mungkin saja Nathalie ingin menanyakan perihal Naura saat ini.
" Halo Leon, di mana kau? Naura hilang Leon. Naura hilang, dia tidak ada di rumah." Ucap Nathalie yang terdengar panik.
Entah dia benar-benar panik atau hanya akting saja.
" Kenapa kau panik? bukankah ini yang kau inginkan? Kau bisa bebas kemana pun kau suka jika tidak ada Naura lagi bukan? Maka Tuhan sudah mengabulkannya untuk mu!"
...****************...