One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Lamaran



"Mama ..., Daddy ...," teriak Leo ketika dia sampai di rumahnya. Untuk pertama kalinya lagi dia berteriak seperti itu setelah kehilangan Laura dan itu membuat keluarganya merasa heran atas perubahan sikap putra mereka. Entah apa yang terjadi di luar sana hingga membuat Leo berteriak seperti itu ketika memasuki rumah.


"Apa? jangan membuat Mama jantungan hanya karena sikapmu yang seperti ini. Lagi pula kenapa harus berteriak-teriak seperti itu? sudah seperti tinggal di hutan saja," gerutu Alicia ketika melihat putranya yang datang dengan berteriak seolah-olah Dia sedang mendapatkan hal besar.


"Mama, Leo ingin besok mama dan Daddy melamar Jasmine," ucapnya tanpa rasa bersalah sama sekali hingga membuat Alicia mengumpat saat itu juga.


"What the fvck?" kata Alicia ketika mendengar apa yang putranya katakan itu. Mudah sekali dia mengatakan hal seperti itu tanpa memikirkan kedepannya lagi.


Mendengar mamanya mengumpat membuat Leo merasa heran. Kenapa mamanya mengumpat seperti itu? Apa yang salah datu ucapannya?


"Mam, kenapa mengumpat?" tanya Leo yang merasa heran.


"Jelas mama mengumpat, bahkan rasanya mama ingin menelanmu agar kembali masuk ke dalam perut saja, biar tidak selalu berbuat ulah." Alicia mengungkapkan kekesalan hatinya karena sikap putranya yang terlalu semena-mena seperti itu. Entah bagaimana lagi cara dia menjelaskan pada Leo bahwa semuanya tidak semudah itu untuk datang dan melamar seorang gadis. Bukan seperti pergi ke mall membeli barang.


"Ma, Leo serius,"


"Lalu apa kamu pikir Mama tidak serius? sumpah demi Tuhan Leo, jika bisa mama bisa memasukkanmu lagi ke dalam perut maka mama akan melakukannya. Mama akan kembali memasukkan kamu ke dalam perut Mama biar tidak membuat kegaduhan lagi." Alicia sengaja mengatakan hal seperti itu agar putranya ini mengerti bahwa apa yang dimintanya tidak semudah itu.


Karena bosa dengan semua ucapan putranya membuat Leo pun mengambil sikap untuk itu. "Sekarang katakan pada Daddy apa yang membuat kamu bisa bersikeras untuk melamar Jasmine. Jangan membuat kami malu perbuatanmu jika kamu tidak benar-benar mencintainya. Hubungan ini sakral Leo, jangan pernah memainkan perasaan seorang wanita dan menyakitinya begitu saja karena hukumannya akan Tuhan langsung yang memberikannya padamu," ucap Leon sebagai ayah. Dia tidak ingin putranya menyakiti hati seorang wanita hanya karena ditinggalkan seorang wanita pula. Tidak masalah jika ia ingin menikah lagi tapi jangan pernah memainkan perasaan wanita dan itulah yang Leon inginkan.


"Dad, Leo yakin jika Leo mencintai Jasmine. Leo mencintai Jasmine jauh sebelum Claudia hadir. Hanya saja dulu Leo tidak berani mengatakannya karena Jasmine yang bekerja di club' malam. Leo takut jika Leo membawa Jasmine dan mengatakan jika dia bekerja di club' malam kalian tidak akan menyetujuinya karena saat itu juga Leo berpikir jika dia seorang wanita malam,"


Deg!


Jantung Alicia seperti berhenti berdetak ketika mendengar apa yang putranya katakan tentang wanita malam. Ingatannya kembali mundur ke beberapa puluh tahun yang lalu di mana dia bisa mengenal Leon hingga menikah seperti ini. Banyak hal yang telah dilewatinya bersama Leon dalam membina rumah tangga apalagi dengan masa lalunya yang begitu mengerikan.


"Ma, maaf," ucap Leo yang merasa tidak enak karena telah membuat mamanya kembali mengingat masa lalunya yang dulu. Sungguh, dia tidak pernah bermaksud untuk menyakiti hati mamanya apalagi membuat wanita itu kembali mengingat masa lalu yang tidak ingin diingatnya lagi. Hanya saja ngomong seperti itulah kenyataannya bahwa Leo tidak berani memperjuangkan cintanya terhadap Jasmine karena terhalang masa lalu di antara mereka dan kini telah dia mengetahui segala Jalil kembali mulai memberanikan diri untuk melanjutkan hubungannya.


"Kenapa baru mengatakannya sekarang? apa kamu pikir jika dulu kamu mengatakan hal itu Mama akan menolaknya? seharusnya kamu mencari tahu lebih dulu apa yang terjadi sebenarnya bukan malah menghakiminya begitu saja. Sakit Leo, Mama seperti bisa merasakan apa yang jelas merasakan saat itu ketika dia mengetahui bahwa pria yang mungkin saya juga dicintainya saat itu tidak bisa memperjuangkannya karena hal seperti ini. Asal kamu tau, Daddy kamu saja yang sudah jelas-jelas mengetahui masa lalu mama yang banyak melayani pria hidung belakang di luar sana bisa menerima mama dan menyayangi mama begitu besar, sedangkan kamu tidak bisa melakukan hal itu untuk Jasmine. Laki-laki seperti apa kamu ini?" tanya Alicia pada putranya. Andai saja dulu Leo mau memperjuangkan Jasmine, mungkin jalannya tidak seperti ini.


"Maaf, Ma, Leo salah."


"Memang! Kamu memang bersalah dan seharusnya tidak dengan mama kamu meminta maaf, karena yang lebih pantas menerima semua itu adala Jasmine. Dia yang pantas menerima permintaan maaf kamu itu, bukan mama!"