
Bugh...
Leo menghajar seroang pria yang hendak merampas tas seorang wanita yang berada di jalanan. Jika bukan karena kasihan, Leo tidak akan membantunya.
"Lain kali jangan berkeliaran di malam hari walau kau memang bekerja di dunia malam."
Deg!
Jantung Jasmine seperti di hantam batu besar ketika mendengar penuturan dari pria yang di kenalnya tapi tidak di ketahui olehnya siapa nama pria itu.
Apalagi ketika melihat pria jangan pergi meninggalkannya setelah menolong lagi.
"Tidak seharusnya kamu mengatakan hal begitu padaku. Kitab tidak saling mengenal jadi bagaimana bisa kamu mengatakan bahwa aku bekerja sebagai wanita malam?" tanya Jasmine pada Leo.
Mendengar apa yang wanita itu katakan membuat Leo tersenyum culas menatap padanya.
"Tidak ada wanita baik-baik yang pegang miliaran di malam hari seperti ini dengan pakaian pendek sepertimu. Jadi tidak salah jika aku mengatakan bahwa kau bekerja sebagai wanita malam. Jika tidak ingin dikatakan wanita malam jangan pernah keluar malam dengan pakaian seperti itu." ucap Leo yang langsung pergi meninggalkan wanita yang baru saja ditolongnya tadi.
Sedangkan Jasmine sendiri, dia benar-benar tidak percaya dengan apa yang didapatkannya hari ini. Dia memang sudah selamat dari orang-orang jahat itu, tapi tetap saja rasanya sakit sekali ketika dia mendengar orang yang tidak mengenalnya dengan begitu mudahnya mengatakan bahwa dia itu wanita malam.
"Kenapa rasanya sakit sekali ketika dia mengatakan bahwa aku wanita malam. Ini memang bukan pertama kalinya aku dikatakan wanita malam, tapi entah mengapa rasanya sakit sekali ketika dia yang mengatakannya?" tanya Jasmine pada dirinya sendiri.
Tidak ingin bersedih dan memikirkan hal ini, Jasmine lebih memilih pulang ke rumahnya saja karena memang ini sudah malam.
Sementara Leo sendiri, dia terus aja melanjutkan motor mahal miliknya kembali ke rumah karena memang dia harus pulang setelah mengantarkan Joe ke tempat tinggalnya dan sebentar lagi Joe akan pindah ke mes perusahaan.
"Huh, ini melelahkan sekali." ucap Leo ketika dia baru saja sampai di rumahnya.
"Apa ini?" tanya Leo ketika melihat bahwa ada gantungan kunci yang nyangkut di jaket miliknya.
Di ambil Leo gantungan kunci tersebut dan si lihatnya. Di tetap Leo lamat-lamat benda yang ada di tangannya saat ini, dan dia mengingat yang bawa itu adalah gantungan kunci milik wanita yang ditolongnya tadi.
"Akan ku kembalikan padanya jika aku bertemu dengannya lagi. Tapi aku tidak pernah berharap untuk bertemu dengannya lagi setidaknya untuk yang terakhir kalinya biarkan aku bertemu dengannya agar aku bisa mengembalikan apa yang menjadi miliknya." ucap William yang menyimpan benda tersebut.
Saat Leo masuk ke dalam rumahnya, dia sudah mendapatkan sambutan hangat dari sang mama yang berisi di depan pintu ketika mengatakan bahwa dia sudah pulang.
"Jam berapa ini?" tanya Alicia pada putranya yang baru saja pulang ke rumah mereka.
"Jam 21.45 malam ma." jawab Leo tanpa beban sedikitpun.
Alicia memukuli tubuh putranya yang menjawab apa yang di tanyakannya tadi. Maksudnya bertanya hal seperti itu pada putranya hanya ingin membuatnya menyesal karena telah pulang malam, atau paling tidak merasa bersalah karena pulang malam. Lalu apa ini?
Kenapa dia malah menjawabnya seperti ini?
"Ahk...mama, ampun ma, ampun." ucap Leo yang terus aja mau minta ampun pada mamanya agar tidak memukulinya lagi. Bukan hanya itu saja, Leo sudah bisa menambah apa yang akan terjadi pada dirinya selanjutnya setelah mendapatkan pukulan seperti ini. Mamanya akan terus saja mengambil bahkan bisa sampai besok pagi hanya karena masalah seperti ini saja.
"Ahk...Daddy, tolong," Leo ketika rambutnya dijambak oleh mamanya.
Alicia akan terus melakukan hal itu sampai mendengar kata maaf dari putranya.
"Daddy tidak berani." ucap Leon yang mengangkat kedua tangannya karena dia juga tidak berani membantu Leo yang sedang menghadapi masalah terbesar mereka di rumah ini.
"Mama, ampun ma. Leo minta maaf, Leo tadi habis dari tempat tinggal Joe lalu membantu seorang wanita yang hampir saja di rampok. Leo membantunya ma." Alicia langsung menghentikan aksinya yang menghajar sang putranya karena telah mendengar penjelasan darinya.
Setidaknya dia sudah tau bahwa anaknya ini tidak melakukan hal yang tidak-tidak di luar sana. Leo pikir masalah sudah selesai, tapi tidak selesai karena mamanya kembali berulah dengan mengendus seluruh tubuhnya untuk mencari aroma yang mencurigakan.
"Astaga mama, Leo tidak narkoba, Leo tidak merokok dan juga minum alkohol. Demi tuhan Leo sehat, Leo sehat ma." jelasnya pada sang mama karena dia tidak ingin terus di curigai oleh wanita yang paling di cintai di rumah besar keluarga Casio ini.
"Mama harus memastikannya jika kamu memang tidak terpengaruh dengan semua ini. Dulu Daddy kamu pemabuk yang handal, dia akan membukanya karena wine saja jadi mama takut jika kamu melakukan hal yang sama dengan apa yang pernah Daddy kamu lakukan."
"Kenapa aku sayang?" tanya Leon pada istrinya karena dia tidak tahu tiba-tiba saja dia terlibat di dalam permasalahan antara anak dan istrinya.
"Lalu siapa lagi? suamiku itu hanya kamu jadi jelas kamu yang disalahkan. Lagi pula apa yang aku katakan semua itu benar aku tidak pernah berbohong dan mengatakan hal yang tidak tidak pada anak-anakku. Apa yang terjadi itu yang aku ceritakan." jelas Alicia.
Leo sendiri ikut tersenyum ketika melihat bahwa Daddy-nya juga terlibat dalam masalah yang tengah dihadapinya saat ini. Setidaknya dia tidak sendirian saat ini karena Daddy-nya juga terkena masalah yang sama dengan dirinya.
"Sekarang bersihkan diri kamu dan makan jika belum makan. Setelahnya tidur karena besok kamu akan menjadi petugas kebersihan lagi." sindir Alicia karena jujur, dia tidak menyukai putranya yang tampan itu menjadi petugas kebersihan.
Tapi mau bagaimana lagi, keinginan Leo tidak mudah di goyahkan, jadi mereka tidak bisa melarangnya untuk hal itu. Setidaknya mereka tau bahwa Leo bukan anak yang manja.
"Leo ini bukan petugas kebersihan biasa ma, karena Leo ini petugas kebersihan paling tampan di seluruh kota Hamburg. Leo adalah petugas kebersihan paling fenomenal. Mana ada petugas kebersihan yang memilki black card dan memakai sepatu Air Jordan x Dior. Mama harus tau itu." ucapnya dengan bangga karena dia memang membanggakan dirinya sendiri.
"Terserah kamu ingin melakukan apa di luar sana dengan segala pekerjaan kamu, tapi ingat jangan pernah mengecewakan mama dan Daddy. Jangan pernah merusak kepercayaan kami terhadap kamu Leo."
"Love you ma," ucap Leo yang mengecup pipi mamanya sebelum wanita itu kembali berbicara panjang lebar nantinya.