
Alta sudah kembali menginjakkan kedua kakinya di negara Jerman. Karena tidak ingin menunda waktu saat di mana dia mendapatkan kabar dari Naura jika calon istri tersebut mendapatkan perlakuan tidak baik dari rekan kerjanya membuat Alta langsung berangkat saat itu juga.
" Kemana tuan?" Tanya supir yang bertugas untuk menjemput sang raja di bandara.
Alta tidak lagi memiliki wajah yang penuh senyuman karena yang ada di pikirannya saat ini adalah memanaskan apa yang Naura alami.
" Ke tempat di mana seharusnya aku datang." Jawab Alta dengan suara dinginnya.
Sementara di rumahnya, Naura baru saja keluar dari kamarnya pagi ini untuk sarapan bersama keluarganya.
" Apa keadaan kamu sudah membaik sayang?" Tanya Alicia saat melihat putrinya yang baru saja keluar dari kamarnya dan ikut sarapan pagi bersama mereka.
Leo juga katanya sudah dalam perjalanan pulang kembali ke Jerman saat mendengar kabar bahwa kakaknya menjadi korban penganiayaan.
" Naura sudah merasa jauh lebih baik Ma. Hanya saja lukanya mansih terasa perih." Jawab Naura.
Melihat putrinya dengan keadaan lemah seperti itu membuat Leon merasa sangat bersedih hati. Dia tidak menyangka jika permata hati yangmereka besarkan dengan begitu sangat luar biasa tiba-tiba saja dirusak oleh tangan tak bertanggung jawab milik Gabriella.
" Syukurlah jika kamu merasa bahwa kamu sudah baik-baik saja. Mama harap kamu bisa kembali tersenyum lagi seperti kemarin. Oh iya, Mama lupa mengatakannya bahwa Leo sudah perjalanan pulang kembali ke Jerman. Dia juga sudah memutuskan bahwa dia akan memilih Jerman dan melanjutkan kuliahnya di sini." Jelas Alicia.
Naura sendiri cukup kaget mendengar apa yang mamanya katakan tentang adiknya, bahwa Leo akan kembali ke Jerman dan melanjutkan pendidikannya di sini. Bukankah adiknya itu lebih menyukai negara bebas seperti Amerika?
Lalu kenapa tiba-tiba ke negara ini?
" Tapi bagaimana bisa?" Tanya Naura.
Dia masih tidak percaya dengan apa yang mamanya katakan tentang Leo.
" Ya, Leo mengatakan bahwa dia ingin terus bersama kamu sebelum kamu pergi meninggalkannya bersama suami kamu nanti. Selain itu Leo juga mengatakan bahwa dia ingin menghabiskan banyak waktu bersama kakaknya sebelum kakaknya menjadi istri orang lain dan dibawa pergi jauh darinya." Entah harus merasa senang atau merasa bersedih saat ini tapi yang jelas perasaannya benar-benar campur aduk.
Entahlah, rasanya Naura benar-benar merindukan pria tampannya.
" Sudah ayo makan dulu sayang, lalu setelahnya kamu akan makan obat" Akhirnya Naura menurut dengan mamanya untuk makan dan minum obat.
Sementara Alta, pria itu baru saja sampai di rumah milik pelaku dari perbuatan buruk terhadap Naura.
" Kau yakin ini rumahnya?" Tanya Alta sebelum dia turun dari mobil.
" Ya tuan. Ini memang rumah milik Tuan Emir pemilik rumah sakit tempat di mana Nona Naura bekerja." Jawab sang supir.
Alta langsung keluar dari dalam mobilnya saat mendengar jawaban sang sopir.
Dia sudah tahu apa yang akan dilakukannya saat ini. Alta akan membuat mereka semua tunduk dan meminta maaf pada Naura atas apa yang telah dilakukannya.
Alta masuk ke dalam rumah tersebut seolah dia adalah pemiliknya di sana.
Tuan Emir langsung menghampiri tamu yang katanya sudah menunggunya sejak tadi.
" Maaf, anda siapa?" Tanya tuan Emir saat melihat Alta yang sudah duduk di sana.
Saat ayahnya tidak mengenal siapa pria itu, namun Gabriella mengenalnya.
" Prince Alta?"
" Ya! ini memang aku. Syukur kau tau siapa aku jadi aku tidak akan sulit menjelaskannya lagi karena kau harus mendapatkan hukuman atas perbuatan mu terhadap Naura."
...****************...