One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Tamparan Keras



Leo berjalan terburu-buru saat memasuki perusahaan karena memang dia harus bertemu dengan daddy-nya kali ini. Benar dugaan yang bahwa Hudson telah melaporkannya pada pengadilan karena kasu pemukulan yang dilakukannya terhadap pria itu.


Saat Leo hendak masuk ke ruangan kerja Daddy-nya tiba-tiba saja Jasmine yang baru saja mengantarkan pesanan dari Daddy-nya mungkin. Itu terlihat jelas dari nampan yang di bawanya saat ini.


Tanpa mempedulikan wanita itu lagi, Leo hatinya begitu saja karena dia tidak ada urusan apapun dengan wanita ini.


Sementara Jasmine, dia membenarkan diri untuk menahan lengan pria itu agar tidak masuk ke ruangan bos besar.


"Lepaskan tanganku!" ucap Leo dingin.


Dia tidak ingin berhubungan apapun dengan wanita ini.


"Tapi bis besar mengatakan bahwa dia tidak ingin di ganggu siapapun. Beliau juga mengatakan untuk tidak membiarkan siapapun yang ingin bertemu dengannya." Leo melepaskan tangannya yang di tahan oleh Jasmine karena dia tidak menyukai hal itu. Dia tidak di suka di sentuh oleh sembarangan orang apa lagi Jasmine.


Tatapan matanya seolah menegaskan bahwa dia tidak menyukai itu dan Jasmine sendiri melihatnya. Dia tau bahwa Leo sangat tidak menyukainya dan itu sangat jelas terlihat.


"Aku tidak suka di sentuh oleh sembarangan orang apalagi orang itu adalah wanita malam. Jadi jangan pernah menyentuhku karena aku-"


plak!


Jasmine menampar wajah Leo sekuat tenaganya karena dia merasa sangat sakit di katakan wanita malam seperti itu. Sementara Leo sendiri hanya diam saja ketika mendapatkan tamparan keras dari wanita yang sangat di bencinya.


Kedua tangannya terkepal erat dan begitu juga dengan Jasmine. Tangannya bergetar ketika sudah menampar Leo dengan tangannya sendiri.


"Beraninya kau!" ucap Leo dengan kedua rahangnya yang mengetat. Dia benar-benar tidak percaya bahwa akan mendapatkan sebuah tamparan dari wanita itu.


"Ya, aku memang berani. Aku berani melakukan semua ini dan aku tidak takut sama sekali. Aku memang wanita malam tapi aku juga punya harga diri. Tau apa kau dengan apa yang telah aku jalani? kau tidak tahu apa-apa tentang apa yang pernah kujalani jadi jangan pernah mengatakan bahwa kau mengetahui segalanya. Kau memang pernah menolongku beberapa kali dan aku berterima kasih untuk itu, tapi bukan berarti kau bisa melakukan hal seperti ini padaku. Kau mengatakan seolah-olah aku adalah wanita yang paling menjijikan di dunia ini, bahkan hanya karena ku sentuh saja kau mengatakan hal yang begitu sangat menyakitkan hatiku. Tidakkah kau tahu bahwa itu sangat menyakiti kau?" tanya Jasmine pada Leo karena memang apa yang pria itu katakan benar-benar sangat menyakiti hatinya. Dia tidak menyangka jika Leo untuk bisa mengatakan hal seperti itu padanya.


Sungguh, ini adalah pertama kalinya Jasmine merasakan sakit hati pada seorang pria dan itu karena Leo.


Sedangkan pria yang baru saja mendapatkan tamparan keras itu hanya menghadap dasar pada wanita yang berani mengancamnya dengan sumpah serapah seperti itu.


Leon yang melihat anaknya di tampar seperti itu hanya bisa menghembuskan nafasnya yang terasa berat. Entah bagaimana cara dia menjelaskan pada putranya bahwa apa yang dilakukannya saat ini sangat salah. Salah besar.


"Apa yang terjadi?" tanya Leon ketika melihat bahwa keadaan sudah mulai membaik.


"Dad?" kaget Leo ketika melihat bahwa daddy-nya sudah berada di belakangnya.


"Kamu sudah keterlaluan karena dia mengatakan hal yang benar. Dia mengatakan hal seperti itu padamu karena memang Daddy yang mengatakan padanya untuk tidak membiarkan siapapun masuk ke ruangan Daddy setelah dia keluar. Lalu apa yang kamu lakukan padanya, kamu mengatakan yang sangat menyakiti hatinya. Kamu membuatnya merasa menjadi wanita yang paling hina di dunia ini karena kata-kata kamu. Jika wanita malam apa urusannya dengan kamu? apa Daddy juga harus mengingatkanmu lagi siapa Mama kamu agar kamu tahu bahwa seburuk apapun masa lalu seseorang, orang lain tidak berhak menghakiminya." ucap Leon yang berusaha untuk mengingatkan pada putranya itu bahwa apa yang dikatakannya itu salah besar.


"Lalu apa Leo harus meminta maaf padanya?" tanya Leo pada daddy-nya dan Leon hanya bisa mendesah pasrah dengan apa yang putranya lakukan saat ini. Setidaknya dia sudah mengatakan apa yang harus di pikirkan oleh putranya semoga saja dia menyadari apa yang dilakukannya salah.


Leo melewati daddy-nya begitu saja untuk masuk ke dalam ruangan kerja pemilik perusahaan ini karena ada yang ingin dibicarakannya.


Sementara Jasmine, dia menangis di dalam toilet karena apa yang Leo katakan tadi sangat menyakiti hatinya.


"Hiks...hiks...hiks...Kenapa sakit sekali?" tanya Jasmine yang terus saja memukuli dadanya yang terasa sangat sesak sekali. Dia merasakan sakit di bagian dadanya karena apa yang Leo katakan tadi membuatnya kembali menangis dan meneteskan air matanya.


"Aku tahu bahwa aku bekerja di tempat malam seperti itu tapi bukan berarti aku ini wanita malam. Aku bisa mendapatkan uang banyak dan akan membiarkan mereka menghina aku sesukanya karena aku bekerja demi ibuku demi melunasi segala hutang-hutang yang ditinggalkan ayahku. Aku melakukan semua ini demi orang tuaku, tapi kenapa mereka sangat jahat Tuhan? kenapa menghakimiku seperti ini?" Jasmine terus saja menangisi keadaannya saat ini karena dia benar-benar tidak tahu lagi hal apa yang harus dilakukannya.


Saat ini dia hanya bisa menangisi apa yang terjadi dalam hidupnya saat ini dan dia harus kembali semangat untuk menjalani hari-harinya. Setidaknya dia sudah keluar dari tempat pekerjaannya dan mendapatkan pekerjaan baru di tempat ini walau dia harus menghadapi Leo setiap hari.


"Aku tidak boleh menangis, aku kuat dan aku tidak boleh lemah. Aku bisa lewati semua ini tanpa air mata. Aku bisa, aku bisa."ucap Jasmine yang menghapus air matanya dan mencuci wajahnya setelah menangis di dalam toilet.


Setidaknya dia sudah bisa menjelaskan bahwa apa yang dilakukannya saat ini demi orang tuanya. Bukan demi dirinya sendiri.


"Akan aku tunjukkan padanya bahwa aku bukan wanita lemah. Jika dia bisa melakukan hal ini padaku maka aku juga akan melakukan hal yang sama padanya. Aku tidak akan lagi membiarkan satu orang pun menghina diriku karena mereka tidak pantas ikut campur dalam kehidupan yang kujalani saat ini."