
tidak terasa waktu berlalu begitu cepat. Alicia dan jangan sudah kembali memiliki seorang anak dan Naura dan juga semakin besar hidup bersama mereka.
Terlihat sekali bahwa kehidupan mereka sangat bahagia. Tidak, bukan bahagia melainkan repot luar biasa karena anak mereka yang terlihat menyebalkan.
" Leo berhenti berlari-lari. Jangan terus membuat mama merasa kesal dengan kamu. Mama juga lelah Leo." Ucap Alicia.
Dia bukan hanya berucap biasa tapi dia juga berteriak karena selalu seperti itu memang kesehariannya.
Putranya yang bernama Leo itu sudah berusia 3 tahun dan itu membuat Alicia terus-terusan berlari saat ingin memberi putranya itu makan.
" Ayo Mama, kejar Leo ayo Mama." Ucap anak usia 3 tahun itu.
Sungguh, Alicia tidak habis pikir dengan putranya itu.
Bisa-bisanya anak seusia Leo tidak merasakan lelah sedikitpun. Ada saya ulangi membuat Alicia kesal dan berlari-lari seperti ini.
" Jangan lagi berlari Leo. Mama sudah lelah dan tidak sanggup lagi berlari. Jika kamu tidak ingin makan ya sudah biar mama pergi dari rumah dan kamu akan hidup sendirian di sini." Alicia mulai mengancam putranya lagi.
Dia memberikan ancaman pada wanita itu agar Leo mau berhenti berlari-lari dan makan.
Mendapatkan ancaman seperti itu dari mama-nya membuat Leo langsung berhenti.
" Maaf Mama. Leo tidak nakal lagi." Selalu saja seperti ini.
Setelah dia lelah, putranya itu baru menyudahi semua aksinya.
Kini mereka duduk berdua dengan Alicia yang bersiap untuk memberi makan pada Leo.
Namun drama kembali terjadi saat siapa pertama mendarat, pria yang lebih menembakkan dari Leo sudah pulang dan itu kembali membuat putranya beraksi.
" Papa..." Teriak Leo saat melihat pria tampan itu datang padanya.
" My King..." Leon datang memeluk tubuh mungil putranya yang terlihat berkeringat itu.
Leon langsung melihat pada istrinya yang terlihat lelah seperti itu. Alicia sendiri hanya bisa nafas dengan berat.
Dia meletakkan piring nasi untuk makan Leo di kursi taman dan pergi meninggalkan mereka berdua.
Melihat alis yang pergi meninggalkan mereka berdua Leon mengerti bahwa istrinya itu sudah lelah dikerjai oleh putranya.
" Kenapa? kamu membuat Mama marah lagi?" Leo terdiam saat mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Papa-nya.
" Leo, lihat papa dan jawab papa. Apa kamu kembali membuat Mama marah?"
" Leo bermain petak umpet dan lomba lari bersama Mama tapi Mama sendiri yang tidak bisa menangkap Leo." Jawab putranya itu.
Mendengar putranya membuat Leon menelan nafasnya dengan berat.
Entah mengapa dia kembali keringat pada kehamilan Alicia yang kedua saat mengandung putranya.
Leon suka sekali membuat istrinya itu ke salinan terkadang Alicia yang menangis karena ulahnya.
" Lain kali jangan seperti itu lagi. Mama sudah sangat lelah mengurusi kamu dan juga kita semua. Maman bangun pagi untuk memasak bekal sekolah dan sarapan kakak kamu, mengurusi kamu dan papa juga. Berhenti membuat Mama kesal dan minta maaf padanya." Leo langsung berlari meninggalkan papa-nya dan mencari keberadaan mama-nya.
" Mama...where are you?" Leo berteriak untuk mencari keberadaan mama-nya.
" Mama..."
Brak...
Dia membanting pintu kamar kedua orang tuanya untuk mencari keberadaan wanita yang telah di buatnya kesal tadi dan ternyata mama-nya baru saja selesai dari kamar mandi.
" Mama...Maaf..." Leo berlari menghampiri Alicia dan meminta maaf atas apa yang dilakukannya tadi.
Dia meminta maaf karena telah membuat wanita itu lelah karena ulahnya.
...****************...