
Naura masih menangani para pasiennya saat ini dan tiba-tiba saja ada suster yang mengatakan bahwa ada seseorang yang membuat keributan di luar sana dan memintanya untuk keluar.
" Sebentar lagi, aku hanya tinggal memberikan resep obatnya." Jawab Naura.
Setelah selesai dengan pasiennya, Naura langsung keluar dari ruangannya untuk melihat keributan yang dibuat seseorang di luar sana.
" Dimana dia? siapa yang membuat?" Tanya Naura yang mulai meresapkan lingkaran dengan takut jika seseorang tersebut membuat keributan di rumah sakit maka dia yang akan mendapatkan teguran nantinya.
" Pria itu ada di luar dokter. Beliau hanya mengatakan untuk meminta dokter bernama Naura untuk keluar dan menemuinya sebelum dia membuat keributan di rumah sakit." Jawab sang suster.
Betapa kagetnya dia saat melihat Alat yang datang dengan membawa satu ikat bunga di tangannya dan satu buah kotak kaca yang dari jaraknya saat ini dia sudah bisa melihat apa isi di dalam kotak kaca tersebut.
" Gege..." Ucapnya dengan suara yang sangat pelan.
Dia tidak percaya jika pria yang katanya membuat keributan di luar rumah sakit adalah Alta. Lihat, untuk apa pria ini membawa bunga?
" Hey," Alta datang mendekat pada Naura dan membawa bunga tersebut padanya.
Naura yang mendapatkan kejutan seperti itu bingung harus bersikap bagaimana karena dia bingung.
" Gege..." Ucapnya kaget melihat Alta yang berlutut di depannya seperti itu.
" Naura Nathania Casio." Panggil Alta.
Dia bahkan menyebut nama lengkapnya hingga membuat jantung Naura berdebar saat ini.
Sungguh, Rasanya sulit sekali untuk bersikap biasa aja karena apa yang kau lakukan saat ini menjadi pusat perhatian banyak orang.
Naura melihat ke sekeliling mereka bukan hanya rekan kerjanya saja yang melihat ulah pria ini, namun beberapa pasien yang lewat juga ikut melihat ke arah mereka dan itu membuat Naura merasa terganggu dengan tatapan mereka semua.
" Aku mengenalmu masih dengan hitungan hari, tapi aku sudah meyakinkan hatiku bahwa aku sudah menetapkan hati untuk mu. Kamu membawa warna tersendiri dalam hidupku dan aku menyukainya. Aku sudah pernah mengatakan padamu bahwa hidupku di masa lalu tidak seindah yang orang lain pikirkan saat ini aku ingin mengatakan padamu bahwa aku mencintaimu dan aku menginginkanmu untuk menjadi istriku." Tubuh Naura semakin bergetar saat mendengar kata demi kata yang keluar dari bibir Alta.
Sungguh, dia tidak tahu harus merespon bagaimana karena pria itu mengungkapkan keinginannya di depan banyak orang seperti ini.
" Naura Nathania Casio, Will you marry me?" Naura belum menjawabnya namun orang-orang di sekelilingnya ikut bersorak mengatakan hal yang sama.
Mereka semua serentak mengatakan pada Naura untuk menerima lamaran dari pria itu. Lihat, bahkan saat ini mereka sudah menjadi pembicaraan banyak orang dan tak jarang dari mereka yang mengabadikan momen indah tersebut.
" Ya, aku mau Gege..." Jawabnya dengan wajah yang tertunduk karena rasanya Naura mu sekali saat ini.
Lagi memilih melamarnya di tempat kerja seperti ini? lihat, bahkan mereka saat ini menjadi pusat perhatian banyak orang.
" Apa Naura? aku tidak bisa mendengarnya sayang..." Ujar Alta.
Naura melihat ke arah Alta karena dia tau bahwa pria ini pasti mendengar apa yang dijawabnya tadi tapi kenapa kembali bertanya.
" Ya, Aku menerima mu Prince Alta King Alexander." Ucap Naura dengan suara yang jauh lebih kencang dari sebelumnya dan setelah mendengar jawaban dari Naura riuh tepuk tangan mulai bergemuruh untuk merayakan semua itu.
" Yes, akhirnya..." Alta langsung memakaikan cincin lamarannya di jari manis Naura hingga membuat riuh tepuk tangan semakin terdengar.
" Terima kasih karena telah menerima lamaran ku Naura. Aku bahagia karena ini." Ucap Alta.
Dia mencium kening Naura hingga membuat gemuruh tepuk tangan semakin heboh seolah saat ini mereka tidak berada di rumah sakit.
Cup...
Alta mencium kening Naura dengan begitu dalam hingga membuatnya ikut merasakan kehangatan yang luar biasa dari Alta.
Mereka larut dalam kebahagiaan tanpa mereka sadari jika saat ini ada seorang wanita yang tengah menatap sendu pada keduanya.
Dia adalah salah satu keluarga pasien di rumah sakit ini dan dia mendengar bahwa ada salah seorang dokter muda yang di lamar kekasihnya.
Awalnya dia tidak berniat untuk mencari tau, tapi entah bagaimana bisa kakinya melangkah seolah ada yang menuntunnya untuk keluar dari rumah sakit dan melihat keributan di halaman rumah sakit dan ternyata dia mengenal salah seorang dari dua insan yang tengah berbahagia saat ini.
" Tolong hentikan ini semua. Ini rumah sakit dan tidak seharusnya kita membuat keributan di sini dan Gege juga yang menjadi dalang dari semua ini. Jika aku di panggil pihak rumah sakit bagaimana?" Tanya Naura.
" Aku akan membeli rumah sakit ini untuk mu. " Jawabnya dengan enteng.
Alta seolah tidak berpikir apa yang dia katakan tadi itu benar atau tidak. Tapi menurutnya itu benar karena bisa saja dia membeli rumah sakit ini untuk Naura.
" Terserah Gege saja. Sudah sana pulang, aku masih ada jam praktek di sini." Naura sengaja mendorong Alta begitu saja dan dia kembali masuk ke dalam rumah sakit karena memang masih dalam waktu jam prakteknya.
Naura merasa malu sekali saat ini. Dia tidak tau harus bagaimana menghadapi mereka.
Dia bahkan tidak tau siapa-siapa saja orang yang diberinya senyuman saat dia melewati mereka untuk masuk ke ruangan prakteknya.