
Leo sudah terbangun lebih dulu saat merasa sinar mentari pagi sudah menyinari mereka. Apalagi atap penginapan mereka terbuat dari kaca transparan, maka sinarnya langsung menghantam tubuh mereka yang masih full naked.
Ketika dia terbangun, hal yang pertama dilihatnya adalah wajah cantik istrinya yang masih tertidur dengan pulas. Bahkan sangking pulasnya entah sangking lelahnya Claudia sampai tidak terusik sama sekali dengan cahaya matahari yang sudah menyinari dunia yang indah ini.
"Astaga, kamu benar-benar sangat menggemaskan Claudia. Sungguh, kebahagiaan yang benar-benar sangat luar biasa. Aku menyukai setiap inci di tubuh kamu, bukan karena aku sudah mendapatkannya, tapi karena aku mencintaimu Claudia." Leo sangat terpukau dengan keindahan apa yang di lihatnya saat ini karena Claudia memang indah.
Karena terlalu gemas dengan istrinya, Leo sampai mencubit pipi Claudia hingga membuat wanita itu langsung merengek karena di ganggu olehnya.
"Ahhh ..., jangan di ganggu." rengeknya dengan manja ketika merasakan tidurnya terganggu.
Sungguh, masih mengantuk dan masih terasa lelah. Jadi dia tidak ingin bangun pagi ini karena tidak memiliki pekerjaan apa pun. Lagi pula kenapa Mommy-nya harus membangunkannya sepagi ini? dia tidak memiliki janji apa pun dengan Leo jadi biarkan dia tidur dengan tenang.
Namun, semua itu tidak berakhir sampai di sana karena Leo terus saja menganggu istrinya hingga membuat wanita itu marah dan langsung terbangun.
"Mommy," rengeknya dengan manja karena merasa dirinya terus saja di ganggu. Dia masih berpikir bahwa yang mengganggunya adalah sang mommy yang mengganggunya. Tapi dia tidak mengetahui jika sebenarnya adalah Leo sendiri.
"Waw, apa kamu ingin bukan padaku bahwa kamu itu benar-benar seksi Di?" kedua bole mata Claudia langsung terbuka lebar ketika mendengar bahwa suara yang berada di dekatnya adalah Leo, bukannya sang mommy dan betapa terkejutnya dia ketika melihat siapa yang ada di hadapannya saat ini.
"Leo?" kaget Claudia ketika melihat Leo yang sedang telanjang dada seperti itu. Namun, ketika dia melihat arah tatapan mata suaminya itu, Claudia langsung berteriak ketika dia sadar bahwa saat ini dia juga sedang tidak memakai pakaian sama sepertinya.
"Ahhkkk ...." Claudia menjerit ketika melihat tubuhnya tidak memakai apa pun dan hanya memakai selimut putih saja. Tapi itu tidak berarti apa pun bagi Leo karena dia sangat menyukai ekspresi wajah istrinya yang terlihat sangat menggemaskan seperti itu.
"Sudahlah, ayo mandi. Sebentar lagi kita akan pergi untuk sarapan dan setelahnya kita akan pergi jalan-jalan." Leo turun lebih dulu dari atas tempat tidurnya. Namun ketika dia hendak turun, tiba-tiba saja dia teringat akan Claudia yang belum memakai apa di balik selimutnya. Terlebih lagi Claudia pasti tidak bisa berjalan setelah mereka melakukan hal itu semalam.
"Sekarang ayo turun, biar aku yang akan membantu kamu."
"Ahk ...." Claudia kembali berteriak ketika tubuhnya di angkat oleh suaminya begitu saja hingga membuat dirinya langsung melingkarkan kedua tangannya di leher Leo.
"Sudah, jangan malu. Tadi malam kamu tidak malu untuk mencakarku. Sekarang coba lihat, bagian dadaku di penuhi dengan cakaran cinta darimu, dari aku akan menjadikannya bagasi bukti dan menyimpannya. Jika kamu berulah maka aku akan mengeluarkan bekas bukti dan akan ku visum juga semua ini agar kamu tidak bisa macam-macam." Entah apa yang Leo bicarakan, tapi yang pasti Claudia hanya bisa menyembunyikan wajahnya di dalam dada bidang pria itu.
Setelah Leo menurunkan tubuh istrinya di dalam bathub, dia langsung mengambil handuk dan pergi ke ruang bilas.
"Aku benar-benar bodoh. Bagaimana bisa aku melupakan bahwa aku sudah menikah dan sudah terjadi pula pertempuran di antara kami tadi malam." Claudia sampai memukul kepalanya beberapa kali karena melupakan semua itu.
"Tidak seharusnya aku melupakan hal itu. Astaga Claudia, kau ini benar-benar sangat menyebalkan sekali," ucapnya yang terus saja merutuki kebodohannya karena melupakan semua itu begitu saja.
Tak lama Leo sudah keluar dari ruangan bilas karena memang dia sudah mandi membersihkan dirinya lebih dulu dari pada Claudia.
"Jangan terlalu lama berendam. Kamu bisa masuk angin nantinya karena belum sarapan. Jadi segera selesaikan semua itu dan kita akan pergi sarapan bersama."
"Iya." hanya itu jawaban dari Claudia karena dia tidak tau harus menjawab apa saat ini. Semua masih terasa baru baginya dsn juga Leo.
Di dalam kamar mandi, Claudia berusaha keluar dari dalam bathub dan pergi ke ruang bilas untuk membersihkan dirinya di sana.
Setelah membersihkan dirinya selama 15 menit, akhirnya Claudia selesai dengan semua kegiatannya. Namun, ketika dia keluar dari kamar mandi, Leo langsung menghampirinya karena melihat Claudia yang berjalan ke luar dari kamar mandi tanpa meminta bantuan darinya.
"Kenapa tidak meminta bantuanku Di?" tanya Leo yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Aku masih bisa berjalan dengan baik walau terasa sedikit perih, tapi itu baik-baik saja karena memang aku masih bisa melakukan semuanya sendiri. Jadi tidak perlu mengkhawatirkan keadaanku Leo," jawab Claudia karena dia tidak ingin di perlakukan seperti itu oleh Leo.
"Terserah, sekarang pakailah pakaian kamu, baru kita akan pergi setelahnya." Claudia langsung mengambil pakaiannya dan memakainya begitu saja. Bahkan dia sudah tidak lagi memikirkan ada Leo di sana karena dia berusaha untuk menekan rasa malunya agar mulai terbiasa dengan status mereka berdua sebagai sepasang suami istri.
Saat keduanya berjalan bersama untuk menuju mobil mereka, senyuman Claudia terus saja terukir dengan indah karena dia begitu menikmati setiap momen indahnya bersama dengan Leo saat ini.
"Seharusnya tidak seperti ini. Kita bergandengan tangan seperti kakak yang menuntun adiknya untuk menyebarang jalanan tadi." gerutu Claudia karena dia selalu menjadi pusat perhatian banyak orang ketika dia berjalan dengan Leo.
"Hah, biarkan saja apa yang ingin mereka katakan. Tidak peduli dengan semua itu, tapi yang pasti aku tidak menganggap kamu seperti itu. Aku mencintai kamu dan itu kenyatannya. Jadi, berhenti berpikir seperti itu dan berhenti memikirkan apa kata orang lain Di,"
"Ih, tapi tetap saja mereka menatapku seperti itu. Dari tatapan mereka, seolah mengatakan bahwa aku ini orang kerdil atau sejenis kurcaci yang jalan bersama seorang raksasa. Lagi pula kenapa tinggi badan kamu seperti itu?" gerutu Claudia yang merasa terlalu kecil jika dia bersama dengan suaminya.
"Aku menyukai tubuh yang seperti ini karena aku bisa dengan mudah melakukan apa pun denganmu di atas ranjang, jadi aku tidak memerlukan begitu banyak tenaga untuk berperang dengan kamu."