One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
Sidang



Kini Leon dan Alicia sudah menghadapi putranya. Mereka bertiga berada di dalam kamar anak nakal itu.


Pagi ini, setelah Naura pergi sekolah mereka langsung menghampiri Leo yang masih berada di dalam kamarnya.


Alicia menarik nafasnya dalam-dalam sebelum menghembuskannya kembali. Dia akan berbicara dengan putranya itu.


" Sekarang katakan pada Mama, apa yang telah Leo lakukan pada perusahaan yang bangkrut itu." Ternyata benar apa yang di pikirkan anak jenius itu bahwa pagi ini kedua orang tuanya tengah menyidang dirinya.


Mereka berdua melakukan sidang ini karena penasaran dengan apa yang dilakukannya.


" Leo marah karena mereka telah menyakiti Mama. Mama tidak bersalah pada mereka tapi kenapa mereka menyakiti mama? Mama menangis karena mereka semua. Daddy juga bekerja keras untuk mencari tahu dan menghancurkan perusahaan yang telah berani menyakiti mama. Leo marah pada mereka semua." Jawab anak usia 4 tahun itu.


Bahkan usianya saja belum genap 4 tahun tapi dia bisa melakukan semua itu.


" Tapi kenapa sayang? kenapa Leo melakukan semua ini? Mama baik-baik saja nak." Ucap Alicia yang berusaha untuk meyakinkan putranya bahwa dia baik-baik saja.


" Mama mengatakan hari ini bahwa Mama baik-baik saja. Tapi Leo sering melihat Mama menangis diam-diam. Mama juga sering memukuli tubuh Mama sendiri dan mengatakan jijik dengan diri Mama." Air mata Alicia jatuh saat mendengar apa yang putranya katakan.


Dia tidak menyangka jika selama ini Leo mengetahui apa yang dirasakannya. Putranya itu diam-diam selalu memperhatikan dirinya.


" Leo sengaja bersikap nakal agar Mama tidak menangis lagi. Agar Mama terus bisa memarahi Leo. Leo tidak suka saat melihat Mama menangis." Ucapnya dengan suara yang lantang.


Alicia dan Leon semakin merasa tidak percaya pada putra mereka saat ini. Jika biasanya Leo akan bersikap konyol dan nakal maka tidak dengan kali ini.


Putra mereka benar-benar bersikap bijak dan layaknya anak jenius. Leo bisa menyembunyikan semua ini dengan begitu luar biasa.


Apalagi saat mengetahui apa alasan di balik kenakalannya selama ini hanya karena tidak ingin melihat mamanya menang. Leo lebih suka berulah agar Mamanya bisa memarahinya dan melupakan kesedihannya.


" Kenapa Leo melakukan semua ini? Mama sudah katakan bahwa Mama baik-baik saja. Leo tidak perlu melakukan semua ini untuk Mama karena Mama menerima semua kenyataan ini." Leo turun dari tempat tidurnya dan langsung memeluk Mamanya.


Dia mengusap air mata wanita yang telah melahirkannya ke dunia ini. Dunia yang dia pikir indah tapi ternyata tidak seindah itu.


" Leo berjanji suatu saat nanti Leo akan menjadi anak yang hebat untuk Mama. Saat ini kakak yang bisa membanggakan Mama, tapi suatu saat nanti Leo lah yang akan menjadi putra yang paling membanggakan untuk Mama. Leo akan membawakan dunia berada di dalam pangkuan Mama. Leo janji untuk itu." Alicia memeluk tubuh putranya.


Dia benar-benar merasa terharu dengan apa yang putranya lakukan. Leo melakukan semua ini demi dirinya dan untuk dirinya.


" Mama jangan menangis lagi, Leo tidak ingin mana menangis." Ucap anak itu yang terus saja meminta agar Mamanya tidak menangis.


" Oke, Mama tidak menangis lagi sayang. Mama tidak menangis." Alicia menghapus air matanya dan mencoba untuk terus meyakinkan pada putranya bahwa dia sudah baik-baik saja dan tidak menangis lagi.


Sementara Leon yang melihat bagaimana interaksi keduanya membuat dia merasakan kebahagiaan yang luar biasa karena kasih sayang Leo yang begitu luar biasa pada Alicia.


" Mandilah, Mama akan tunggu di bawah. Mama akan masak Nasi goreng seafood kesukaan kamu."


" Oke Ma..." Leo langsung pergi meninggalkan kedua orang tuanya untuk membersihkan dirinya di dalam kamar mandi.


Setelah Leo pergi, Leon datang pada istrinya dan memeluk wanita itu. Alicia membalas pelukan suaminya karena dia tau bahwa pria itu benar-benar mencintai dirinya.


" Sudah melihat bagaimana hebatnya putra kita?"


" Ya, Leo kita memang anak yang hebat. Singa kecil mu benar-benar sangat luar biasa dan aku bangga padanya." Ucap Alicia.


...****************...