One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Pertunangan



Acara pesta pertunangan Leo dan Claudia di adakan hari ini. Seperti saat ini, Jasmine tiba-tiba mencari Leo karena ini berita penting dan harus di ketahui oleh Leo lebih dulu.


"Dimana tuan Leo? aku harus bicara dengannya saat ini." ucap Jasmine pada salah satu pengawal acara ini.


Dia harus memberitahukan semua ini secepatnya.


"Mari silahkan," mereka membawa Jasmine pergi ke ruangan tempat di mana Leo berada.


Saat dia sampai di depan pintu kamar Leo, dia berusaha untuk tetap tenang, sebelum dia mengetuk pintunya.


Entah mengapa hanya ingin mengatakan hal seperti ini saya sudah membuat Jasmine merasa gugup. Tidak tau jika nanti lagi.


"Terserah apa yang akan dia pikirkan tentang ku, tapi yang pasti aku harus menyampaikan masalah ini lebih dulu padanya. Masalah bagaimana cara dia menyelesaikannya nanti itu akan menjadi urusannya." Jasmine berusaha meyakinkan dirinya bahwa dia bisa melewati semua ini.


Tok...tok...tok...


Jasmine benar-benar mengetuk pintu kamar Leo dan tak lama pria dicarinya keluar dengan raut wajah datarnya seperti biasa. Terkadang bagaimana bisa dia bersikap begitu manis dan lembut terhadap Claudia tapi saat bersamanya Leo malah bersikap dingin dan datar seperti itu.


Entahlah, Jasmine tidak ingin memikirkan semua itu karena menurutnya semua percuma saja dan biarkanlah semua itu terjadi karena dia hanya bekerja sebagai seorang sekretaris.


"Ada apa?" tanya Leo dengan raut wajah datar miliknya dan Jasmine sendiri langsung menjawab dan menceritakan apa yang memang ingin disampaikannya pada pria itu bahwa ada masalah di proyek yang harus segera ditangani olehnya.


"Bangunan di proyek Utara mengalami masalah dan ada korban jiwa dari proyek tersebut. Untuk saat ini semua sudah digaris polisi tapi anda harus meninjaunya karena bagaimanapun kita harus melihat secara langsung ke sana."


"Apa? bagaimana bisa terjadi?" tanya Leo yang merasa tidak percaya dengan berita yang baru saja Jasmine sampaikan.


"Saya juga belum mengetahui laporan selanjutnya tapi dari apa yang saya dapatkan tadi ada masalah di proyek dan beberapa bagian di bangunannya runtuh, jadi ada sekitar 4 pekerja yang ditemukan tewas, lagunya jangan lupa-lupa ringan saja dan ada yang luka berat juga, maka dari itu saya memberanikan diri untuk datang ke sini." jelas Jasmine.


Melihat pria itu yang merasakan beban berat di pundaknya membuat Jasmine merasa kasihan. Dia tahu bahwa pria ini juga tidak mungkin meninggalkan acara pertunangannya begitu saja tapi juga tidak segera ditangani masalah ini akan semakin melebar dan media akan memberitakan hal yang tidak tidak tentang perusahaan mereka.


"Bisa aku minta tolong padamu Jasmine?"


Deg!


Bergetar hati Jasmine ketika mendengar Leo yang memanggil namanya dengan suara berat seperti itu. Dari intonasi dan tekanan nada bicaranya membuat Jasmine merasa bahwa dirinya sangat dibutuhkan oleh pria ini.


Tapi tetap saja, dia tidak berani berpikir terlalu jauh karena takut dikecewakan oleh kenyataan bahwa beliau tidak pernah menganggapnya sama sekali karena yang ada di matanya hanya ada Claudia saja.


Lagi pula Claudia memang pantas untuk dicintai dengan segala sifat yang dimiliki olehnya. Jadi tidak heran lagi jika Leo bisa jatuh cinta hingga sedalam itu pada gadis cantik nan menggemaskan itu dengan tubuh mungilnya.


"Pergilah lebih dulu, aku akan menyelesaikan pertunangan ini dengan cepat dan akan menyusun ke sana. Sebelum aku datang, tolong pastikan bahwa dirimu baik-baik saja dan jangan sampai terluka." ucap Leo dengan memegang kedua bahu Jasmine lalu pergi meninggalkan wanita itu karena dia akan menemui Claudia saat ini.


Leo sendiri terus saja melangkahkan kedua tungkai panjangnya menuju ruangan Claudia berada saat ini. Bahkan sangking paniknya dia sampai ke ruangan itu tanpa permisi lagi.


Melihat Leo yang datang ke ruangannya dengan wajah gelisah seperti itu membuat Claudia mengerti bahwa ada masalah yang sedang dihadapinya saat ini. Untuk itu dia mau minta para perias yang membantu untuk bersiap dari pergi meninggalkan ruangan ini dan membiarkannya bicara berdua dengan Leo.


"Ada apa Leo?" tanya Claudia setelah kini saya tinggal mereka berdua di ruangannya.


Leo datang menghampiri Claudia dan memeluk tubuh mengeluh wanita itu. Saat dia sangat membutuhkan pelukan hangat dari Claudia karena hanya Claudia saja yang bisa menguatkannya di saat-saat seperti ini selain sang mama.


Leo membutuhkan semua ini, dan rasanya setelah memeluk tubuh Claudia.


"Ada apa?" tanya Claudia setelah merasa bahwa Leo sudah jauh lebih baik dari sebelumnya.


"Bisa kita lakukan dengan cepat pertunangan ini? ada masalah di proyek dan aku harus meninjaunya nanti. Untuk saat ini aku memercayakan pada Jasmine, tapi aku harus cepat datang. Tolong rahasiakan ini lebih dulu dari keluarga kamu, aku tidak ingin mereka panik karena aku yakin jika Daddy sudah mengetahuinya tapi merahasiakan semua ini dari mama. Sekarang bisa kita memulai acara ini lalu aku pergi ke proyek?" tanpa berpikir panjang, Claudia langsung menyetujui apa yang Leo katakan karena ini juga demi kebaikan banyak orang.


Apalagi saat ini masalah yang Leo hadapi tidak mudah, maka dari itu dia harus memberi semangat dan support sistem untuknya.


"Ayo lakukan semua ini dengan cepat agar kamu bisa pergi untuk menyelesaikan semuanya." Leo menganggukkan kepalanya dns mencium kening Claudia Karen dia benar-benar sangat bersyukur memiliki calon istri sepertinya.


Cup...


"Terima kasih atas pengertiannya Claudia, kau benar-benar wanita yang luar biasa." ucapnya dengan penuh cinta dan ketulusan yang luar biasa.


"Baiklah, setelah ini pergi dan pulang dengan selamat. Aku menunggu kamu." akhirnya acara pertunangan itu terjadi dengan lancar dan setelahnya Leo pergi berpamitan pada Claudia untuk segera menuju proyeknya yang bermasalah.


"Aku pergi Di, lekas tidur dan jangan menunggu kabar dariku karena aku tidak tahu kapan aku akan pulang. Tapi secepatnya aku akan menghubungi Dan tolong doakan aku asalkan kamu." kalau dia menganggukkan kepalanya dan melepas kepergian calon suaminya itu untuk meninjau proyeknya.


Sedangkan Jasmine, dia juga sedang dalam perjalanan menuju proyek dan di dalam mobil yang membawanya, bagaimana sikap manisnya Leo terhadapnya tadi.


"Tuhan, apakah aku salah jika aku menginginkannya? tapi aku juga tidak ingin menyakiti hati Claudia. Dia wanita yang sangat baik dan tulus, aku tidak ingin merusak kebahagiaannya. Tolong berikan aku petunjuk, Tuhan." ucapnya dengan tersenyum miris untuk semua itu.


Sungguh, dia benar-benar merasa bahwa dirinya ini terlihat sangat menyedihkan sekali bukan? mencintai pria yang tidak mencintainya sama sekali.


...****************...