
Naura tengah menikmati sore harinya di luar. Setalah jam prakteknya selesai dia tidak langsung pulang ke rumahnya karena dia ingin menikmati sore hari dengan berjalan-jalan di pusat kota. Tapi sebelum itu, Naura sendiri ingin pergi mengunjungi makam Mommy Nathalie.
Sore ini, entah mengapa rasanya Naura merindukan Mommy-nya. Apakah ibu kandungnya itu bangga dengan pencapaiannya saat ini?
" Mom, apakah Mommy bangga dengan apa yang telah Naura capai saat ini? Naura telah berhasil mencapai cita-cita Naura dan itu semua berkat Mama Alicia dan juga Daddy. Mereka begitu sangat menyayangi Naura dan tidak pernah membedakan aurat dengan Leo. Kasih sayang mereka benar-benar tulus dan seimbang Mom. Tidak kah Mommy merasa bahwa ini tidak adil? Mommy tidak pernah mencintai Naura, sementara Daddy dan Mama Alicia begitu mencintai Naura tanpa membedakannya sedikit pun." Ucap Naura di depan makam Mommy-nya.
Ya, hari ini Naura sengaja datang ke makam ibu kandungnya karena hari ini adalah ulang tahun Mom Nathalie dan Naura ingin mengucapkan selamat ulang tahun untuk itu.
" Mom, Bisakah Naura meminta doa restu untuk kehidupan Naura? Daddy akan menjodohkan Naira dengan seorang pria dan Naura harap siapa pun dia nanti, itu yang terbaik karena Daddy tidak mungkin memberikan hal buruk pada Naura Mom. Tolong doakan Naura untuk hal indah itu " Ucapnya dengan memberikan satu ikat bunga mawar putih untuk makam ibu kandungnya.
Setelah puas bicara dengan makam ibunya, Naura memilih kembali ke kota dengan mobilnya sendiri. Mobil yang Daddy-nya belikan di saat ulang tahunnya tahun lalu.
Naura memilih memarkirkan mobilnya dan dia sedang berjalan di trotoar pinggir jalan kota. Rasanya jika seperti ini Naura merasa bahwa dirinya ini sangat bebas tanpa beban.
" Ya Ma, ada apa?" Tanya Naura saat ponselnya berdering dan itu panggilan masuk dari Mama Alicia kesayangannya.
" Kemana sayang? kenapa belum pulang?" Tanya Alicia yang khawatir dengan keadaan putrinya.
" Naura di luar Ma. Tadi habis dari makam Mommy jadi sekarang lagi di luar. Mungkin Naura tidak ikut makan malam karena ingin makan di luar saja." Terdengar helaan nafas dari Alicia dan itu di dengar oleh Naura.
Dia tidak bermaksud untuk membuat Mamanya khawatir, tapi dia juga membutuhkan privasinya bukan?
" Ma..."
" Oke, Mama tidak apa-apa. Setidaknya kamu sudah mengabari Mama. Jangan pulang terlalu malam sayang. Take care baby."
" Oke Ma..." Mereka berdua mengakhiri sambungan teleponnya.
Naura kembali fokus pada sebuah restoran di depannya dan dia ingin makan di sana malam ini.
Pria yang menatap Naura dari belakang itu benar-benar merasa kagum dengan keindahan rambut panjang dari wanita yang ada di depannya saat ini.
Entah mengapa rasanya dia sangat tertarik dengan wanita berambut indah tersebut.
Merasa bahwa sejak tadi pria itu terus menatapnya membuat Naura mengalihkan pandangannya dan ternyata benar bahwa ada seorang pria yang tengah menatapnya saat ini.
Lihatlah bahkan pria itu hanya menganggukkan kepalanya dengan wajah yang sangat datar. Hal itu membuat Naura merasa takut dengan tatapannya yang sendu tapi tajam.
Entahlah, Naura tidak bisa menjelaskannya dengan pasti. Tapi Naura yakin jika pria itu bukan pria jahat. Setidaknya itu yang dirasakannya saat ini.
Tidak ingin terus merasa curiga, akhirnya Naura memutuskan untuk menghabiskan makanannya depan cepat agar dia bisa segera pulang ke rumahnya.
Dia merasa bahwa tempat ini sudah tidak nyaman lagi karena ada pria itu yang terus saja menatap ke arahnya karena Naura melihat itu dari layar ponselnya saat ini.
...****************...
Hallo semuanya, para penghuni kompleks perumahan Leon dan Alicia. Ayo mampir di karya temen aku juga.
Ayo segera mampir di lapaknya. Katanya masih hangat dan ayo serbu lapaknya sekarang 🫰🏾
Tengkiu wajah rakyat noveltoon😁