One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Merajuk



"Kenapa kamu diam saja saat aku di goda seperti tadi? seharusnya kamu tahu apa yang harus kamu lakukan ketika aku mendapatkan godaan seperti itu. Bukannya menolongku kamu malah diam saja melihat apa yang terjadi di depan matamu sendiri." Gerutu Leo ketika dia tidak mendapatkan respon apa pun dari istrinya. Dia merasa kesal karena Jasmine tidak menolongnya dan tidak bereaksi apa pun padahal sejak tadi wanita itu terus saja mengganggunya.


"Lalu aku harus melakukan apa? bagaimana jika dia mengatakan bahwa aku hanya sekretaris saja? seharusnya kamu juga tahu posisiku seperti apa." jawab Jasmine karena dia juga memikirkan semuanya walau rasanya dia juga ingin mengatakan bahwa dia adalah istrinya Leo. Tapi kembali lagi pada kenyataan yang belum dia tidak ingin terjadi kehebohan di perusahaan ini. Jasmine takut jika akan banyak orang-orang yang akan berusaha menjatuhkan mentalnya dan mengatakan bahwa dia tidak cocok bersama Leo.


"Kamu istriku Jasmine. Seharusnya kamu tahu apa yang harus kamu lakukan. Bukan malah bersikap seolah-olah itu tidak terjadi apa-apa."


Leo terus saja mengungkapkan kekesalannya pada sang istri karena dia ingin sekali dibela oleh Jasmine dan wanita itu mengaku bahwa dia adalah suaminya. Tapi rasanya apa yang Leo inginkan tidak akan dengan mudah dia dapatkan karena Jasmine akan tetap seperti itu sebelum dia benar-benar yakin dengan hubungan mereka saat ini.


"Sekarang katakan aku apa yang membuatmu takut dengan hubungan ini? kita sudah menikah dan pernikahan kita juga sah secara hukum dan agama lalu apalagi yang kamu takutkan. Aku suamimu, dan begitu juga kamu. Kamu adalah istriku Jasmine, istri dari seorang Leonard Casio," ujar Leo. Dia berusaha untuk tetap tenang menghadapi semua ini. Berharap bawa apa yang dilakukannya saat ini bisa membuat Jasmine yakin dan percaya padanya bahwa tidak akan ada yang terjadi di luar sana. Ketakutannya itu tidak beralasan menurut Leo.


"Aku hanya takut mereka mengatakan bahwa aku tidak pantas bersamamu. Aku takut jika mereka merusak mentalku dan mengatakan bahwa aku hanya meminta hartamu saja atau menopang hidup denganmu. Aku takut jika-"


"Aku di sini oke. Jangan takutkan apa pun lagi karena aku akan selalu bersamamu. Kita akan menghadapi semuanya bersama-sama. Jangan pernah lepaskan genggaman tanganku dan jangan pernah mencoba untuk meninggalkanku Jasmine karena aku tidak akan bisa hidup tanpamu. Sekarang kenangkan dirimu dan mulai semuanya dari awal. Lihat aku, aku adalah suamimu dan aku tidak akan membiarkan siapa pun menyakiti istriku. Kamu percaya?" Jasmine menganggukkan kepalanya walau rasanya dia sedikit ragu untuk melakukannya tapi karena Leo dia percaya semua itu. Setidaknya saat ini dia punya pelindung yang bisa melindunginya dari kejamnya dunia. Di saat mereka sedang berpelukan, tiba-tiba saja ibunya mengirimkan pesan padanya.


"Siapa?" tanya Leo ketika melihat raut wajah istrinya yang berubah.


"Ibu," jawab Jasmine yang memberikan ponselnya pada Leo untuk di baca oleh pria itu dan betapa kagetnya Leo ketika membaca pesan yang ibu mertuanya kirimkan.


"Aku akan membunuh kalian berdua! Kalian apakah rumahku?" tulis ibunya Jasmine.