
Keesokan harinya, Nathalie langsung menuju kantor Leon untuk mencari tau dimana dia menyembunyikan Naura.
Dia harus mengetahui di mana keberadaan putrinya.
Brak!
Nathalie membuka pintu ruangan kerja Leon dengan keras saat dia sampai di tempat itu.
Sementara Leon sendiri, dia hanya diam saja karena dia tau bahwa cepat atau lambat Nathalie akan datang padanya untuk mempertanyakan perihal Naura.
" Katakan di mana kau menyembunyikan Naura, Leon! Aku tidak Sudi putri ku tinggal bersama wanita murahan mu itu." Leon tersenyum saat mendengar apa yang mantan istrinya ini katakan.
Mudah sekali dia berbicara seolah dia ini adalah ibu yang hebat. Jika Nathalie ini laki-laki, maka sudah sejak lama Leon memukulnya.
" Kau bertanya seolah kau kehilangan putri yang paling kau cintai di dunia ini. Naura, sejak kapan kau peduli dengan gadis kecil itu?" Tanya Leon dengan raut wajah datarnya.
Dia sangat muak sekali menghadapi wanita seperti ini. Rasanya sangat memuaskan berhadapan dengan Nathalie.
" Dia putri ku Leon!" Jawab Nathalie dengan berteriak.
" Berhenti meninggikan suara mu di depan ku Nathalie! Sejak dulu kau tidak pernah menghargai ku sebagai suami mu. Tidak sampai di situ saja, bahkan saat Naura lahir ke dunia ini, kau mengabaikannya dan lebih memilih membiarkan air susu mu kering dari pada harus di hisap oleh anak yang baru kau sebut putri mu itu. Apa kau tau, dia yang kau sebut putri mu itu tidak pernah merasakan setetes ASI dari mu. Dia hanya menumpang hidup di rahim mu dengan segala percobaan pembunuhan yang kau lakukan. Tanyakan pada diri mu, berapa banyak kau mencoba untuk menguburkannya? berapa kali kau berakhir di rumah sakit untuk melenyapkannya? Katakan itu pada ku Nathalie!" Leon sudah tidak bisa lagi membendung perasaannya.
Dia benar-benar muak sekali dengan Nathalie ini. Entah bagaimana cara berbicara dengannya.
Nathalie sendiri terdiam saat melihat bagaimana reaksi Leon yang terlihat begitu marah dengannya.
Semua yang di katakan pria itu benar adanya. Dia tidak pernah merawat Naura bahkan sejak pertama kali dia hadir di dunia ini.
Sudah berapa banyak dia menyakiti Naira sejak di dalam kandungan hingga saat ini.
" Kenapa diam? Kau sedang berpikir berapa banyak waktu yang kau habiskan di luar sana dengan bersenang-senang bersama dunia mu sementara putri kecil mu itu menangis di malam hari mencari ibunya. Oh God! Aku tidak percaya ini. Untuk apa aku menjelaskan semuanya padamu. Kau tidak akan mengerti apa itu kasih sayang Nathalie, bahkan jika saja kau bersikap baik pada Naura, mungkin aku akan mempertahankan hubungan tidak sehat ini. Bahkan mungkin jika kau bersikap layaknya seorang istri, aku bisa saja mencintai mu." Ucapan Leon bagai pukulan keras dalam hidupnya.
Untuk pertama kalinya Nathalie merasakan hantaman besar seperti ini. Dia tidak menyangka jika Leon bisa mengabsen satu-persatu kesalahan yang pernah di perbuatanya selama ini.
" Pulanglah ke rumah mu dan renungi ini semua Natalie. Biarkan Naura bersama ku seminggu ini. Setelahnya nanti, aku akan mengembalikannya pada mu. Jika dia ingin kembali pada mu, aku akan mengantarkannya sampai ke rumah. Jika dia menolak, jangan pernah memaksanya lagi untuk menuruti semua keinginan mu!" Ucap Leon mengakhiri pembicaraan di antara mereka.
...****************...