One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Bertemu



Brugh...


Naura hampir saja terjatuh saat seseorang menabrak dirinya. Dia yang tengah fokus bicara dengan perawatnya, namun tiba-tiba saja ada orang yang menabrak dirinya hingga membuatnya merasa bahwa ada yang memegang pinggulnya saat ini.


Sungguh, Naura melihat bahwa yang menabrak dirinya adalah seorang pria.


" Maaf..." Ucapnya yang membawa tubuh Naura kembali berdiri.


Setelah memastikan bahwa tubuh orang yang ditabraknya baik-baik saja, pria tersebut langsung pergi meninggalkannya.


Dia sudah selesai berada di rumah sakit ini dan itu artinya sudah bisa pergi dari sana.


Naura hanya bisa terdiam sambil melihat pria yang baru saja menabraknya. Beruntungnya pria itu mau meminta maaf karena biasanya pria model seperti itu tidak akan mungkin mau meminta maaf bukan?


" Dokter, apa Anda baik-baik saja?" Tanya perawatnya saat melihat Naura terdiam seperti itu.


Naura sendiri langsung tersadar dari lamunannya saat mendengar bahwa susternya yang terlihat mengkhawatirkan keadaannya.


" Hah, iya aku baik-baik saja sus. Lagi pula dia tidak sengaja menabrak aku dan sudah meminta maaf bukan? jarang pria seperti dia mau minta maaf atas kesalahannya. Karena zaman sekarang begitu banyak pria-pria sombong di luar sana yang tidak mau meminta maaf atas kesalahan yang pernah dibuatnya." Ucap Naura.


Dia kembali berpikir pada Edwin yang tidak pernah bersikap baik padanya. Jangan kan bersikap baik padanya, menganggap dirinya manusia saja Edwin tidak pernah melakukannya. Yang ada malah menganggap sebagai musuh dan saingan untuk mendapatkan posisi terbaik.


Bahkan kampus mereka pun, selalu ingin menjadi yang terbaik dan tidak ingin kalah darinya. Padahal Naura saat itu tengah menempuh pendidikannya di bidang kesehatan sementara pria itu di bidang bisnis manajemen. Sudah sangat jauh sekali perbedaannya bukan?


Tapi tetap saja dia memperlakukan Naura sebagai saingan sejati dalam hidupnya.


" Iya dok. Ayo, pasien sudah menunggu." Mereka berdua kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju ruangan tempat di mana Naura praktek.


Di saat Naura tengah di sibukkan dengan tugasnya sebagai seorang dokter, di perusahaannya Leon tengah di sibukkan dengan pertemuannya.


" Seperti yang telah kita bicarakan. Ini hanya proses pengenalan saja dan aku tidak mengatakan bahwa putriku akan menerima perjodohan ini atau tidak. Aku tidak akan pernah memaksakan kehendaknya jika dia menolak untuk melanjutkan perjodohan ini. Semua ada di tangan putriku apakah dia mau melanjutkannya atau tidak. Tapi semoga saja dia mau menerima perjodohan ini." Ucap Leon pada rekan bisnisnya.


Kini mereka tengah membicarakan perjodohan di antara Naura dan juga putra dari rekan bisnisnya. Tapi Leon sudah menekankan dari awal bahwa dia tidak bisa memastikan apakah putrinya itu mau menerima perjodohan ini atau tidak sama sekali.


Mereka satu keluarga sudah menyepakati bahwa tidak ada yang boleh memaksakan kehendaknya terhadap satu sama lain. Termasuk soal perjodohan ini. Tidak dengan Naura, juga tidak dengan Leo nanti.


" Perkara menerima atau tidak itu soal belakangan. Jika soal kekurangan, putri ku juga memiliki banyak kekurangan di atas balik kesempurnaannya sebagai seorang wanita. Secepatnya kita akan mengatur pertemuan keluarga untuk anak-anak kita nantinya dan aku harap semua berjalan dengan lancar." Kedua calon besan itu saling berjabatan tangan sebagai tanda bahwa mereka telah menyetujui hal ini.


" Terima kasih atas waktunya. Saya permisi." Leon melepas kepergian rekan bisnisnya setelah mereka membicarakan soal perjodohan ini.


Pria itu langsung menghubungi istri tercintanya untuk memberitahukan masalah ini bahwa rekan bisnisnya sudah setuju dengan acara perjodohan putri mereka.


" Halo sayang, aku sudah bicara dengan rekan bisnis mu bahwa dia setuju dengan perjodohan ini. Aku harap Naura mau menerima perjodohan ini sayang." Ucap Leon dengan penuh semangat.


Dia menceritakan semua hak tentang pertemuannya tadi dengan calon mertua Naura jika memang jadi.


Tapi kenapa Leon tidak mendengar jawaban apapun dari istrinya? ada apa ini? kenapa tiba-tiba saja perasaannya tidak enak begini?


" Alicia, Katakan sesuatu Alicia. Jangan membuat ku panik begini." Suara Leon mulai terdengar panik dan itu membuat Alicia yang tengah mengerjakan pekerjaannya hanya bisa menghela nafasnya dengan kesal.


" Aku sedang bekerja suami ku yang tampan rupawan. Lagi pula aku juga sudah menjawabnya tadi dengan iya." Kata Alicia.


Namun suaminya itu tidak mendengarnya karena dia terlalu bahagia dengan perjodohan putrinya nanti.


" Hah? iya kah? apa aku yang tuli karena tidak mendengar mu?"


" Aku rasa iya." Jawab Alicia.


...****************...



Wahai para rakyat noveltoon yang tinggal di komplek perumahan milik Leon dan Alicia, jangan lupa mampir di rumah baru teman aku ya.


Dia juga penulis pemes di lapak kuning loh. Dia juga udah lama nulis di entun, jadi ayo merapat serapat semvak baru yang belum di pakai 😁😁


Gas ramekan woi 🫰🏾


Ini lapak emaknya ada di noveltoon ya Shay 😊