
"Sayang, kamu benar-benar yakin ingin bicara dengan Amanda? aku merasa bahwa ini tidak perlu kita bicarakan lagi. Terserah dia mau menerima atau tidak tapi yang pasti aku sudah tidak memiliki perasaan apapun lagi terhadapnya. Cintaku padanya sudah mati dan dia sendiri yang membunuhnya." ucap Alta pada Amanda. Entah mengapa ada rasa tidak rela di dalam dirinya ketiga Naura meminta untuk bertemu dengan Amanda dan membicarakan masalah yang tidak seharusnya mereka bicarakan.
Menurut Alta, semuanya sudah selesai dan tidak ada lagi yang perlu dibicarakan. Cintanya, dan seluruh perasaan yang pernah bersarang di dalam hatinya sudah musnah.
"Tapi kita harus membicarakan hal ini pada Amanda. Menurutku, tante Amanda masih memiliki perasaan terhadap Gege. Tante Amanda masih berharap bahwa dia memiliki kesempatan untuk bersama Gege. Sekali saja, aku yakin jika sekali saja kamu memberikan kesempatan padanya maka dia akan maju dan untuk itulah aku ingin bicara dengannya. Aku tidak ingin Gege memberinya kesempatan lagi karena aku--" Naura tertunduk dan dia tidak melanjutkan kata-katanya karena dia merasa malu dengan apa yang dirasakannya saat ini.
Cittt....
Alta mengerem mobilnya hingga membuat mereka berhenti di pinggir jalan seperti ini.
Dia sendiri menunggu apa yang akan dibicarakan Naura padanya.
"Aku apa Naura?" karena dia penasaran apa yang akan dikatakan wanita ini padanya.
"Karena aku tidak ingin Gege kembali padanya. Aku menyayangi Gege..." ucap Naura.
Dia menerangkan diri untuk melihat ke arah Alta dan mendapatkan sebuah kecupan di keningnya.
Cup...
"Terima kasih karena telah memberi ju harapan. Setelah ini kita akan langsung mempersiapkan pesta pernikahan kita berdua. Sekarang kita akan pergi ke tempat di mana kita akan bertemu Amanda." Alta kembali melakukan mobilnya hingga merek sudah sampai di tempat yang sudah di tentukan oleh anak buahnya Alta.
Mereka semua yang mengatur ini dan Amanda menyetujui bahwa mereka akan bertemu.
Amanda sendiri sangat senang karena Alta mau menemui dirinya. Dia akan berbicara dan benar-benar meminta maaf atas kesalahan yang telah diperbuatnya dulu.
Setidaknya dia harus benar-benar memastikan bahwa perasaan pria itu telah hilang dan tidak lagi tersisa untuknya.
Mendengar pintu yang terbuka di ruangan privasi ini membuat Amanda langsung melihat ke arahnya, betapa kagetnya dia ketika melihat yang datang adalah Naura.
Kenapa wanita muda ini yang datang? bukankah di dalam perjanjian yang akan datang adalah Alta?
Naura memberikan salam lebih dulu karena memang begitulah seharusnya.
"Apa kabar Tante Amanda?" sapa Naura lebih dulu.
Dia tidak tahu harus memanggil Amanda dengan panggilan seperti apa maka dia memanggilnya dengan panggilan tante saja karena memang itu jauh lebih cocok untuk wanita itu.
"Dimana Alta? bukankah di dalam perjanjian ini Alta yang akan datang?" tanya Amanda.
Naura hanya menggelengkan kepalanya saja dan tersenyum. Memang di dalam perjanjian itu Alta yang membuat perjanjian tapi bukan berarti Alta yang akan menemuinya.
"Aku jangan minta pada Gege untuk bertemu dengan membicarakan hal ini. Sebentar lagi kami akan menikah dan aku harapkan tidak bisa melupakan calon suami. Gege juga berpesan bahwa dia karena semuanya yang pernah terjadi di antara kalian sudah selesai. Cintanya terhadap Tante sudah mati dan Tante sendiri yang membunuhnya. Cinta dan kasih sayang yang di milikinya telah musnah dan itu semua karena Tante sendiri. Aku harap, setelah ini jika kita bertemu di luar kita akan bertemu sebagai saudara. Bukan sebagai seseorang yang pernah menjalin hubungan masa lalu." jelas Naura.
Dia berusaha untuk tetap tenang bicara dengan wanita ini walau kenyataannya tidak seperti itu. Naura merasa bahwa Amanda menatapnya dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.
Tatapan wanita ini seolah tidak mempercayai apa yang dikatakannya tadi.
"Bagaimana jika aku ingin mendengar secara langsung dari Alta bahwa dia sudah tidak mencintaiku lagi. Aku ingin mendengar dari bibirnya secara langsung jika perasaan yang dimilikinya sudah tidak tersisa lagi untuk ku." ucap Amanda. Amanda sendiri masih berusaha untuk meyakinkan dirinya bahwa masih ada sedikit harapan yang tersisa di dalam diri Alta untuknya.
Tidak perlu banyak, setidaknya Amanda yakin jika pria itu benar-benar masih menyimpan rasa terhadapnya.
"Aku yakin jika tante melihat dengan jelas apa yang telah Gege lakukan untukku saat di rumah sakit. Cincin yang ada di jari manisku ini menandakan bukti bahwa dia mencintaiku. Dia melamarku di hadapan banyak orang dan itu adalah sebuah apresiasi besar untuk seseorang yang bisa dikategorikan dalam kategori pria yang sangat introvert. Apa tante tahu apa yang telah tante tinggalkan di dalam dirinya membuat luka yang begitu besar hingga membuatnya berusaha keras untuk menghilangkan rasa trauma itu? 7 tahun dirinya berada di dalam kesendirian dan keterpurukan. Alta mengalami luka besar dan itu semua hasil dari perbuatan wanita yang begitu di perjuangkan olehnya namun tidak ingin berjuang bersamanya."
"Berhenti bicara omong kosong karena kau tidak mengetahui apa yang terjadi sebenarnya diantara kami. Aku bukan tidak mau berjuang denganmu tapi aku memang tidak bisa berjuang dengannya. Aku dan dia berbeda. Kami berbeda dan itu yang membuat ku tidak bisa berjuang dengannya. Jika aku pergi bersamanya maka aku akan--"
"Miskin? ternyata apa yang Gege katakan itu benar bahwa tenta itu takut hidup susah. Tidakkah Tante tau, jika seorang pria berani mencintai seorang wanita itu artinya dia siap berjuang untuk wanita hidup. Pria yang begitu mencintai wanitanya dia tidak akan membiarkan wanita itu kesusahan dan kekurangan apapun. Gege bukan dari keluarga miskin dan itu kenyataannya." Amanda kedua tangannya saat mendengar apa yang Naura katakan padanya. Dia tidak menyangka jika Alta menceritakan semua itu pada Naura hingga membuatnya berani mengatakan hal ini.
"Untuk yang terakhir kalinya, jangan pernah lagi berpikir bahwa Gege masih mencintai Tante karena pada kenyataannya Gege tidak mencintai Tante lagi. Gege sudah cukup tersakiti dengan masa lalunya, jadi biarkan dia bahagia dengan masa depannya dan aku harap Tante bisa mendoakan kami untuk masa depan kami yang lebih baik lagi."