One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
Tersangka



" Tidak, aku tidak Naura. Aku tidak membunuhnya." Nathalie berada di dalam ketakutannya


Dia sudah mendapatkan kabar bahwa orang suruhannya berhasil mencelakai wanita yang berada di dalam mobil putih tersebut.


Dari apa yang di terima Nathalie, yang berada di dalam mobil putih itu bukan hanya Alicia saja, aku juga ada seorang anak kecil berambut pirang.


Langsung saja, tubuhnya menegang kaku. Dia ketakutan saat ini.


" Maafkan Mommy Naura, Mommy tidak bermaksud mencelakai kamu nak. Mommy hanya ingin memberi pelajaran pada wanita itu yang telah merebut kamu dan juga Daddy mu. Mommy hanya tidak ingin dia hidup lebih bahagia dari pada Mommy saat ini." Nathalie benar-benar merasakan kepanikan yang luar biasa.


Siapa yang tidak panik setelah mencelakai Putri kandungnya sendiri. Apalagi kata-kata yang beberapa hari lalu Leon ucapkan padanya begitu membekas di hatinya hingga terus saja terpikir olehnya.


Apa yang Leon katakan memang benar bahwa setetes air susunya pun tidak ada diberikannya pada Naura. Bahkan biar lebih rela menahan rasa sakit dan nyeri di *********** asal tidak memberikan asinya pada bayinya saat itu.


" Tidak, Aku tidak akan kenapa-kenapa. Tidak ada yang tau jika aku dalang dibalik semua ini. Mereka tidak akan mengetahuinya. Ya, apalagi pelaku itu sudah berhasil kabur." Nathalie meyakinkan pada dirinya bahwa dia baik-baik saja.


Tidak ada yang mengetahui siapa pelaku dari tabrak lari yang menyebabkan Alicia dan Naura berakhir di rumah sakit.


Di saat Nathalie terus aja berusaha untuk menenangkan dirinya, sisi lain Leon tengah bersedih hati saat ini.


Bagaimana cara dia memberitahukan semua ini pada Alicia bahwa bayi mereka sudah tidak ada lagi bersama mereka saat ini.


" Apa yang harus aku jelaskan pada mu Alicia? Bagaimana cara aku menjalankan semuanya? Aku tidak tau bagaimana harus mengatakan hal ini pada mu nanti." Ucap Leon dengan suara yang pelan.


Dia sengaja memesan ruang VVIP dengan ranjang yang lebih besar agar Naura dan Alicia bisa berada di satu ranjang yang sama, jadi dia bisa menjaga mereka berdua sekaligus.


" Sshhh...." Leon langsung bereaksi cepat saat melihat bahwa istrinya sudah mulai sadar.


Dia mendekat pada Alicia untuk mempertanyakan bagaimana keadaan wanita itu saat ini.


" Alicia, apa kau baik-baik saja?" Tanya Leon yang terlihat begitu sangat mengkhawatirkan keadaan istrinya.


Deg!


Jantung Leon seperti berhenti-berhenti saat mendapatkan pertanyaan seperti itu dari istrinya.


Apa yang harus dijawabnya saat ini. Jawaban apa yang akan Leon berikan pada Alicia tentang keadaannya saat ini.


Bagaimana cara dia menjelaskan pada wanita itu bahwa anak yang berada di dalam kandungan yang saat ini sudah tidak ada lagi.


Calon anak mereka sudah kembali pada Tuhan karena memang Tuhan lebih menyayanginya.


" Leon, katakan ada apa ini?" Tanya Alicia lagi yang berusaha mencari jawaban karena dia melihat merawat wajah suaminya yang tidak bereaksi apapun.


Hanya diam dan tersirat kesedihan di dalamnya.


" Mama Al, apa mama sudah baik-baik saja? Mama Al tidak berdarah lagi? Tadi Naura lihat kaki Mama Al berdarah dan Mama Al tertidur di dalam mobil." Atensi Alicia langsung tertuju pada suaminya saat mendengar apa yang gadis kecil itu ceritakan padanya.


Kakinya berdarah? Alicia langsung membuka selimutnya dan melihat bahwa kakinya tidak ada yang terbuka.


Lalu dia memegang perutnya dan memang itu terasa sakit.


" Leon--" Matanya sedang berkaca-kaca karena dia bisa menyimpulkan apa yang terjadi pada dirinya saat ini.


" Maafkan aku Alicia, aku--"


" Anak ku, jangan bilang anak ku sudah pergi?" Anggukan kepala Leon sudah menjawab semuanya.


Dia tau bahwa saat ini dia mengalami keguguran hingga membuat perut ya terasa sakit.


...****************...