
Mendapatkan kabar bahwa Leo berada di rumah sakit saat ini membuat Claudia langsung pergi kesana.
Sejak Leo pergi dari acara pesta bertunangan mereka tadi perasaan kau dia terus saja tidak menentu karena dia berpikir bahwa akan ada terjadi sesuatu pada calon suami dan ternyata benar. Apa yang dipikirkannya benar-benar terjadi dan Leo terluka hingga di bawa ke rumah sakit.
Setelah mendapatkan kabar bahwa Claudia segera menuju ke rumah sakit membuat Leo langsung menatap Jasmine yang sejak tadi terus saja diam dan tidak berani menatap ke arahnya.
"Apa kau yang memberitahu Claudia dia bahwa aku berada di rumah sakit saat ini?" tanya leo pada Jasmine yang sejak tadi terus saja diam dan tidak berani menatap arahnya, bahkan wanita itu berpura-pura mengerjakan sesuatu yang tidak tau apa yang sedang di kerjakan olehnya.
"Aku sudah mengatakan padamu untuk tidak memberitahukan pada siapapun jika aku berada di rumah sakit saat ini. Lihat, lagi sudah menangis dan dia merasa sedih akan keadaanku. Lalu apa yang harus kulakukan jika dia menangis di sini nanti?" Jasmine tetap saja diam karena dia juga tidak mengerti apa yang harus Leo lakukan jika Claudia sampai di rumah sakit.
"Maaf tuan, tapi sejak tadi nona Claudia terus saja menghubungi saya dan mempertanyakan keadaan anda. Saya tidak bisa berbohong padanya, maka saya mengatakan bahwa anda berada di rumah sakit saat ini. Tapi saya tidak mengatakan pada nona Claudia jika Anda jatuh tertimpa balok karena menyelamatkan saya." jawab Jasmine yang membuat Leo hanya bisa pasrah saja.
Mereka cukup lama terdiam hingga dia kembali bertanya pada Jasmine apakah dia baik-baik saja atau ada yang terluka.
"Kau sendiri, bagaimana keadaanmu? apakah baik-baik saja?" tanya Leo karena dia juga mengkhawatirkan keadaan wanita itu.
Jasmine sudah bekerja keras untuk semuanya dan malam ini Jasmine yang banyak membantunya dengan semua permasalahan yang terjadi di proyek.
"Saya baik-baik saja tuan. Terima kasih karena telah menolong saya."
"Bukan hanya karena kau, bahkan jika itu orang lain aku juga akan tetap menolongnya!" jawab Leo yang tanpa di sadari olehnya dia telah mematahkan harapan Jasmine.
Jasmine memberanikan diri menatap ke arah Leo lalu kembali menundukkan pandangannya karena dia tidak ingin membuat pria itu salah paham dengan apa yang dirasakannya saat ini.
Setidaknya biarlah dia yang merasakan semua ini.
Brak!
Pintu ruang rawat Leo di buka dengan kasar hingga menampakan seorang wanita yang sudah menangis di sana.
Lihat, bahkan matanya saja masih basah dan itu menunjukan bahwa dia memang baru saja menangis.
"Kenapa bisa seperti ini? bukankah tadi sudah berjanji untuk baik-baik saja sebelum pergi? lihat, bahkan kamu sengaja tidak mengaktifkan ponsel kamu. Jika aku tidak menghubungi Jasmine tadi mungkin aku tidak akan mengerti jika kamu berada di rumah sakit, dan lihat itu hiks...hiks..." Claudia kembali menangis ketika dia melihat tangan Leo yang di gips dan itu artinya cukup parah.
Begitu juga dengan Leo, dia memeluk Claudia dengan sebelah tangan kirinya karena tangan kanannya saat ini sedang dalam masa pemulihan karena ada tulang bahunya yang retak akibat balok tadi hingga membuat tangan bagian kanannya tidak boleh terlalu banyak bergerak dan ada luka juga di punggungnya yang mendapatkan beberapa jahitan karena posisi baloknya yang terjatuh.
Melihat bagaimana sepasang kekasih itu saling memeluk, membuat Jasmine harus tau diri dan memilih keluar dari ruangan itu karena dia tidak ingin mengganggu mereka berdua.
Jasmine duduk di kursi tunggu yang berada di luar ruangan Leo karena dia tidak ingin menganggu sepasang kekasih itu.
"Astaga, kenapa aku harus merasa bahwa Leo menyelamatkanku karena dia peduli denganku?" ucap Jasmine ketika dia merasa bahwa Leo menyelamatkannya karena memang pria itu peduli dengannya.
Tapi ketika dia mengetahui bahwa Leo menolongnya hanya karena rasa kasihan saja membuat lagi dns lagi harapan Jasmine hancur. Dia di hancurkan dengan kenyataan ini bahwa Leo tidak pernah peduli dengannya sama sekali.
Seperti yang sudah dikatakannya tadi, jika dia melakukan hal ini bukan karena itu Jasmine. Bahkan jika itu orang lain Leo akan tetap melakukan hal yang sama.
"Kenapa kau naif sekali Jasmine? kau berpikir bahwa dia memikirkan dirimu. Kau tidak ada seujung kukunya dengan Claudia Jasmine. Tidak sedikitpun, jadi jangan berharap bahwa dirimu itu penting. Kau harus bersyukur dengan apa yang kamu miliki, jadi jangan berharap lebih dan berpikir serakah bahwa kau bisa memiliki Leo dan mendapatkan perhatiannya seperti dia saat bersama Claudia. Itu tidak akan mungkin terjadi Jasmine." ucapnya lagi yang terus saja berusaha untuk meyakinkan pada dirinya sendiri bahwa dia tidak pantas berharap bahwa Leo akan meliriknya sedikit aja karena itu tidak akan mungkin terjadi.
Leo hanya memikirkan Claudia saja tanpa ingin melihat wanita manapun lagi di dunia ini karena menurutnya mereka semua tidak penting tidak ada harganya karena hanya Claudia sajalah yang ada dalam hidupnya.
Tidak ingin terus memikirkan hal itu, Jasmine sampai tertidur di kursi tunggu tersebut hingga membuat Claudia yang sadar tidak melihat Jasmine lagi makanya dia langsung mencarinya dan ternyata Jasmine tidur di kursi tunggu yang dingin itu.
"Astaga Jasmine, ayo bangun." ucap Claudia ketika dia melihat Jasmine yang tidur di sana.
Kaget ketika Claudia membangunkannya, Jasmine langsung sadar dan menatap Claudia di sana.
"Pulanglah dan istirahat. Leo sudah mengatakannya tadi bahwa kamu bisa pulang dan beristirahat selama 2 hari. Leo akan menghubungi kami nanti jika dia sudah keluar dari ruang sakit dan kalian bisa bekerja lagi."
"Tapi bagaimana keadaan tuan Leo Claudia?" sadar akan reaksinya yang berlebihan dan takut membuat Claudia curiga, Jasmine mencari alasan lainnya agar membuat wanita itu tidak curiga lagi.
"Maksud ku tidak begitu, aku hanya-"
"Aku paham jika kamu mengkhawatirkan keadaan Leo. Beruntung Leo yang ada di sana dan tepat waktu menolong kamu Jasmine, aku tidak bisa membayangkan bagaimana jika Leo tidak datang tepat waktu. Astaga, membayangkannya saja aku tidak ingin." ucap Claudia karena dia takut membayangkan semua itu.
"Ya, aku berterima kasih banyak atas pertolongan tuan Leo. Jadi aku mengkhawatirkan keadaannya."
"Dia baik-baik saja, aku akan menunggunya di sini dan kamu bisa pulang. Nikmati liburanmu Jasmine, bye." Claudia mendorong tubuh Jasmine karena wanita itu sangat gila bekerja dan dia sangat profesional sekali. Maka dari itu Leo menyuruhnya untuk libur selama dua hari.