
Naura masih saja terdiam setelah mereka pulang dari rumah Gabriella tadi. Bahkan saat dalam perjalanan pulang, tidak sedikitpun Alta mendengar suara wanita itu.
Mereka duduk bersampingan tapi tidak ada percakapan di antara keduanya karena mungkin Naura masih syok dengan kejadian di rumah Gabriella tadi.
Melihat Naura yang terjadi terdiam seperti itu membuat Alta langsung meminta pada sopir untuk menghentikan mobil yang di pinggir jalan.
" Keluar!" Titahnya ada sang sopir.
Supir tersebut langsung mengerti bahwa kedua manusia yang berada di kursi penumpang saat ini membutuhkan waktu untuk bicara berdua. Maka dia langsung turun dari dalam mobil dan meninggalkan keduanya di dalam.
Setelah Supra keluar dari mobil Alta langsung bertanya pada Naura apa yang membuat wanita itu berpikir keras hingga mengabaikannya sejak tadi.
" Apa yang membuat kamu mendiamkan ku seperti ini? apa karena hal tadi?" Tanya Alta pada Naura.
Tidak ingin membuat Alta merasa bahwa dia mengabaikannya membuat orang langsung bicara dengan pria itu.
" Apa Gege tahu bahwa apa yang Gege lakukan itu tadi salah? tidak seharusnya Gege melakukan hal itu terhadap Gabriella dan juga keluarganya. Kita bisa melaporkannya ke polisi dan tuntutan pindah atas penganiayaan yang dia lakukan terhadapku. Tapi tidak perlu sampai merusak karirnya sebagai seorang dokter dan juga ayahnya. Dokter Emir adalah dokter yang baik dan aku mengenalnya. Dia sangat berbeda sekali dengan Gabriella, untuk itu dia merasa sangat malu dan bersalah atas perbuatan putrinya terhadap ku Gege." Jelas Naura.
Dia ingin bawa calon suaminya ini mengetahui apa yang terjadi sebenarnya. Dia lebih suka jika Gabriella menandatangani surat perjanjian di atas materai bahwa dia tidak akan mengganggunya lagi.
Nora sudah merencanakan hal itu agar tidak merusak nama besar dokter Emir. Dokter ember adalah dokter terbaik di kota mereka dan dia tidak mungkin menghancurkan nama besar dan reputasi yang telah dibangun pria itu selama bertahun-tahun.
" Kenapa Naura? kenapa kamu membiarkannya dan memberinya kesempatan padahal dia sudah selesai menyakitimu. Dia juga membencimu Naura kau harus tahu itu." Ucap Alta.
Mereka dengan membicarakan masalah ini lagi. Alta benar-benar tidak habis pikir bagaimana bisa Naura memiliki hati seluas itu.
" Aku tahu bahwa Gabriella membenciku dan menurutku rasa kebencian itu tidak seberapa. Bahkan aku pernah merasakan rasa benci yang lebih dari itu. Aku sudah terbiasa dengan rasa benci. Sejak kecil aku sudah biasa mendapatkan kebencian dan itu dari ibu kan bungkus sendiri, jauh sebelum aku bertemu dengan mama Alicia." Ujar Naura.
Matanya mulai berkaca-kaca saat dia menceritakan masa lalunya. Masa lalu di mana dia mendapatkan kebencian yang sangat luar biasa dari Mommy Natalie.
" Jadi, Mama Alicia bukan ibu kandung kamu?" Tanya Alta.
" Lalu di mana ibu kandung kamu Naura? maaf jika aku mengingatkan kamu dengan masa lalu mulai menyakitkan itu."
" Itu sama sekali tidak menyakitkan bagiku karena aku tidak pernah merasa disakiti. Setidaknya jika memang itu sakit semuanya dibayar oleh rasa sayang yang Mama Alicia berikan. Aku dan Leo bukan sekandung tapi kedua orang tuaku tidak pernah membedakan apapun di antara kami berdua." Jelas Naura.
Air matanya mulai mengenang di pelupuk matanya. Sekali kedipan mata saja air matanya akan jatuh dan itu bisa saja membasahi bajunya saat ini.
Grep...
Alta langsung menarik untuk menaruh ke dalam dekapannya karena dia tahu bahwa saat ini wanita itu membutuhkan kekuatan. Tangan Naura bergetar dan itulah yang selalu terjadi saat di mana dia mengingat masa lalunya yang begitu menyesakkan dada.
" Aku tidak pernah mengerti bagaimana rasanya disayang oleh ibu kan ibu sendiri. Bahkan bukan aku sendiri tidak pernah memanggil namaku dengan bibirnya. Dia selalu membenciku bahkan aku tidak tahu apa alasan di balik kebenciannya. Aku pernah bertanya pada Daddy apa alasan Mommy Nathalie membenciku dan Daddy hanya mengatakan bahwa Mommy tidak ingin punya anak karena akan merusak tubuh indahnya karena dia aktris terkenal." Naura menangis di dalam dekapan Alta.
Ini adalah pertama kalinya dia menangis di pelukan seorang pria selain keluarganya. Alta benar-benar bisa menjadi tempat ternyaman bagi Naura saat ini.
" Aku takut jika Gege juga akan meninggalkan ku. Aku seorang anak yang tidak diinginkan oleh ibu kandungku sendiri. Aku takut menikah karena aku takut bahwa aku tidak bisa menjadi ibu yang baik untuk anak-anakku nantinya. Aku takut jika aku akan---hemmphhhh..." Ucapan Naura terhenti dan berganti dengan decakan kecil saat Alta berani mencium bibirnya seperti ini.
Ini adalah pengalaman pertama bagi Naura untuk berciuman dan itu bersama Alta. Pria itulah yang telah mencuri ciuman pertamanya.
Sementara Alta sendiri, dia tengah menikmati rasa dari bibir Naura namun tiba-tiba sama dia kembali teringat dengan sosok wanita yang sudah lama di tinggalkan olehnya.
Alta langsung melepaskan ciumannya begitu saja dan langsung membuka kaca jendela mobilnya.
" Ayo jalan!" Titah Alta pada sang supir setelah dua selesai dengan Naura tadi.
Baik Naura maupun Alta, keduanya tidak ada yang berbicara lagi setelah apa yang terjadi di dalam mobil tadi bahkan hingga saat Naura sampai di rumahnya pun Alta tidak turun untuk mengantarkannya dan Naura memakluminya untuk itu.
...****************...