
Leo terus saja menatap pada kedua orang tuanya yang merasa tidak bersalah sedikitpun atas apa yang telah mereka lakukan pagi tadi.
Itu dirinya yang mendengar, bagaimana jika banyak pelayan yang mendengarnya? apa jadinya semua ini?
Tapi lihat, kedua orang tuanya sama sekali tidak merasa bersalah sedikitpun. Di mana Daddy-nya yang terlihat begitu santai saat melahap menu makan siangnya.
Bahkan yang lebih parah lagi mamanya. Wanita bernama Alicia Young itu terlihat sama sekali tidak peduli saat dia menatap tajam ke arahnya.
Brak!
" Ada apa Leo?" Tanya Daddy-nya yang mulai bicara saat melihat putranya mulai bereaksi seperti itu.
" Jangan tanyakan ada apa dengan Leo. Kalian berdua melakukan pertempuran panas dingin di atas ranjang di pagi hari hingga terdengar keluar kamar. Apa Mama dan Daddy tidak merasa malu?" Tanya Leo udah mulai kesal dengan kedua orang tuanya.
Dia bahkan sengaja memukul meja makan karena kedua orang tuanya yang tidak merasa malu sama sekali dengan kelakuan mereka.
" Untuk apa rasa malu? Lagi pula Daddy melakukannya dengan mamamu sendiri. Istri Daddy, lalu di mana salahnya?"
" Oh my God! apa yang harus memanggil kakak kemarin untuk memarahi Mama dan suami Mama ini?" Tanya Leo lagi.
Dia mulai kehilangan kesabarannya saat menghadapi kedua orang tuanya itu.
" Jangan macam-macam Leo. Kakak kamu itu sangat polos walau kita tahu bahwa dia sudah pasti mengerti bagaimana caranya berhubungan badan karena dia adalah seorang dokter walau dokter gigi. Masalahnya saat ini, kepolosan dan kesuciannya yang begitu sangat terjaga. Jadi kami tidak ingin kakak kamu mengetahui apa yang terjadi tadi." Jawab Naura.
" Lalu apa mama pacar lewat tidak polos? ayolah ma, Leo juga masih sangat polos. Usia Leo baru berapa ya? Leo lupa. Intinya Leo masih polos sama seperti kakak." Ucapnya yang merasa bahwa dirinya itu masih polos.
Sementara kedua orang tuanya hanya bisa menghela nafasnya saja saat mendengar bahwa putranya ini masih sangat polos.
Tapi jika dipikir-pikir benar juga bahwa Leo ini masih sangat polos. Itu terbukti hingga saat ini hutan yang tidak pernah berkencan dengan siapapun.
" Ingat ini Ma, jika sampai memahami lagi dan Leo akan memiliki adik Leo bersumpah bahwa Leo akan menghanyutkan adik Leo ke sungai Gangga. Atau Leo akan mengirimkannya pada neneknya Tapasya saja agar dia bisa berteman dengan Ica dan juga Tapasya." Alicia dan Leon benar-benar tidak habis pikir dengan putranya.
Sebenarnya apa yang ada di pikiran Leo saat ini? kenapa putra mereka bisa mengatakan tentang sungai Gangga dan juga neneknya Tapasya.
" Siapa yang kamu maksud itu Leo? siapa nenek Tapasya?" Tanya Leon yang mulai penasaran dengan siapa itu neneknya Tapasya yang di sebutkan Leo tadi.
" Tidak perlu tau siapa itu neneknya Tapasya dan keluarganya. Intinya Leo tidak ingin memiliki adik." Leo yang sudah lebih dulu menyelesaikan kegiatan makan siangnya memilih pergi dari sana agar dia tidak terlalu kesal.
Dia tau bahwa saat ini kakaknya membutuhkan teman
Kembali pada kedua orang tua ya masih berada di meja makan mereka berdua kembali berdebat seperti saat mereka di kamar tadi.
" Lihat, ini semua karena ulah kamu. Jika saja suaramu itu bisa dikecilkan maka Leo tidak akan mendengarnya." Tuding Alicia.
Dia menyalahkan suaminya karena menurutmu suara Leon lah yang jauh lebih keras dan lebih menyebalkan.
Sementara Leon itu juga merasa tidak terima saat disalahkan seperti itu.
" Bukankah kita melakukan yang bersama? lagi pula bukan suaraku saja yang sangat mengerikan. Suara mu coba tak kalah mengerikan. Aahhh...Leon...jangan di hisap...aahhh..." Leon sengaja mengatakan hal seperti itu. Tidak hanya itu saja, bahkan Leon juga memeragakan bagaimana suara Alicia dengan ******* panasnya hingga membuat pertempuran mereka tadi terasa begitu panas.
Mereka tidak berpikir jika kedua anak mereka bisa pulang secepat itu apalagi sampai Leo yang mendengarnya.
Plak...
" Auhhh...Kenapa memukul ku Alicia? apa salah ku?" Tanya Leon saat Alicia memukul dirinya.
" Jangan tanyakan lagi kenapa aku memukulmu. Bukan hanya memukulmu saja, bahkan rasanya aku ingin mencabik-cabik wajah menyebalkan mu itu. Intinya semua ini kamu yang bersalah. Kamu yang menelanjangiku setelah aku mandi tadi. Kamu juga yang mau aku ke atas ranjang hilang terjadilah pertempuran panas itu." Jawab Alicia.
Dia mana mau disalahkan karena memang bukan kesalahannya. Leon lah yang lebih dulu memulai semua itu. Bukan dirinya.
" Ya memang aku yang mengajakmu lebih dulu. Tapi kamu yang memintanya untuk melakukan lagi. Kamu juga yang bergerak di atas ku. Kamu juga yang---"
" Stop! jangan katakan itu lagi! aku tidak ingin mendengar apapun lagi yang kamu katakan. Yang jelas semua ini salah mu. Kamu yang salah dan aku tidak salah sama sekali. Titik!" Tekan Alicia.
Dia juga pergi meninggalkan meja makan setelah selesai dengan kegiatannya.
Sementara Leon sendiri hanya bisa pasrah saja saat semua orang menyalahkan dirinya atas semua yang terjadi pada mereka pagi tadi hingga Leo mengetahuinya.
" Aku penasaran siapa itu neneknya Tapasya. Apa dia itu pemilik panti asuhan? atau dia itu memiliki yayasan yang menaungi anak-anak kurang mampu?" Tanya Leon dengan segala rasa penasarannya terhadap Neneknya Tapasya.
...****************...