One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Suami Manja



Leo yang baru saja selesai membersihkannya tiba-tiba langsung merebahkan tubuhnya di atas pangkuan sang istri. Dia sengaja meletakkan kepalanya di pangkuan Jasmine karena dia ingin dimanja oleh wanita itu. Sedangkan Jasmine sendiri menatap tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini bahwa Leo benar-benar bersikap manja terhadapnya. Lihat, bahkan saat ini Dia terlihat sangat santai sekali merebahkan tubuhnya seperti itu.


"Bisa aku bertanya sesuatu?" tanda Leo pada istrinya. Dia sengaja bertanya seperti itu karena ingin melihat reaksi Jasmine yang sudah pasti terlihat kesal.


"Apa?" jawab Jasmine sambil bertanya. Dia tahu pasti ada yang ingin dibicarakan suaminya saat ini. Walau dia tidak tahu apa yang akan Leo bicarakan tapi dia sudah yakin bahwa sesuatu yang ingin dibicarakan laki-laki itu akan membuatnya kesal.


"Bisa aku meminta kamu untuk memijat kepalaku? aku ingin kamu memijat kepalaku atau paling tidak ya mengeringkan rambutku yang masih basah," ujarnya tanpa beban sama sekali. Leo mengatakan hal seperti itu untuk melihat bagaimana reaksi Jasmine padanya.


"Ih, kamu ini. Hanya mau minta untuk dipijat saja sampai mengatakan hal seperti itu. Sudah sini aku pijat." Jasmine melakukan apa yang diminta suaminya dan dia memijat kepala laki-laki itu. Pijatan yang sangat lembut hingga membuat Leo merasakan kenyamanan yang luar biasa ketika jari-jari lentik itu memanjakannya.


"Apa seperti ini?" tanya Jasmine yang melihat suaminya terlihat sangat menikmati apa yang dia lakukan saat ini.


"Ya seperti ini saja. Kamu benar-benar berbakat dalam banyak hal. Selain sering membuatku kesal kamu juga bisa membuatku merasa tenang dan nyaman seperti ini. Apa kamu tahu apa yang aku rasakan?"


"Apa?" tanya tanya Jasmine dengan lembut. Kebersamaan mereka kali ini bernama terasa sangat berbeda sekali. Jika banyak orang di luar sana berlibur dan berbulan madu lebih sering melakukan hal intim maka tidak dengan mereka berdua. Leo lebih sering melakukan hal seperti ini dengan Jasmine karena dia ingin merasakan bagaimana rasanya dicintai dengan begitu luar biasanya. Hanya dengan Jasmine saja dia bisa menjadi dirinya yang sebenarnya tanpa harus menjaga image.


Hal yang sudah lama hilang darinya kini kembali dirasakannya lagi. Kebebasan dalam mengekspresikan dirinya jauh lebih nyaman dibandingkan kehidupannya yang sebelum ini.


"Hah? pertanyaan macam apa itu. Kita kita sudah melakukan hal itu bersama lalu bagaimana bisa kamu mempertanyakannya lagi. Aku juga istrimu jadi siap tidak siap aku harus siap mengandung benihmu bukan. Setiap suami istri mengidamkan hal yang sama dan sebagian besar dari kita menginginkan sebuah malaikat di dalam ikatan suci pernikahan. Tapi jika Tuhan tidak berkehendak untuk memberikan kita kesempatan itu kita tidak bisa memaksakan kehendak Tuhan. Percaya saja pada Tuhan karena dia lebih tahu diri kita ketimbang kita sendiri. Tuhan maha tahu segalanya dan dia tahu apa yang terbaik untuk kita." jawab Jasmine karena memang seperti itulah menurutnya. Kehidupan rumah tangga itu tidak semulus apa yang mereka pikirkan di luar adalah.


Dia tidak ingin mengatakan bahwa kehidupan yang tidak harmonis karena dia baru menjalani itu semua dari awal. Ibaratnya dia baru menanam benih jagung dan belum tunas. Jasmine percaya jika suatu saat benih jagung yang ditanamnya akan tumbuh dengan sempurna. Seperti itu pula yang dia tanamkan pada dirinya saat ini bahwa dia percaya bahwa Tuhan akan memberikan kebahagiaan yang luar biasa untuknya nanti. Nanti! jika tidak sekarang maka dia benar-benar berharap bahwa Tuhan akan memberikannya nanti.


"Astaga, aku mengajakmu berandai-andai tapi jawabannya benar-benar membuatku tidak bisa berkata-kata lagi. Hais, sudahlah. Jangan di bahas lagi."


"Kenapa?" tanya Jasmine ketika melihat bagaimana reaksi Leo terhadap jawabannya.


"Kamu tidak asyik! Aku mengajakmu berandai-andai, tapi kamu menanggapinya dengan serius."


"Bukan begitu. Aku hanya ingin Kamu mengerti dengan apa yang aku maksud. Tidak semua yang kita inginkan itu bisa dikabulkan oleh Tuhan. Percaya pada Tuhan itu yang utama menurutku. Kita percayakan segalanya pada Tuhan, dan menerima apa pun yang Tuhan berikan. Baik itu kesulitan, atau pun kebaikan, semua sudah di rencanakan olehnya." Jasmine menjelaskan segalanya pada Leo dan berharap bahwa suaminya itu mengerti dengan apa yang dia katakan saat ini.


"Oke, baiklah. Aku percaya pada Tuhan bukan karena apa yang kamu katakan. Aku memang percaya pada Tuhan sejak dulu. Jadi seperti yang kamu katakan, jika aku harus mempercayai semuanya. Sudahlah, ago kita tidur. Ini sudah malam dan besok kita akan menghabiskan waktu di yatch." Leo langsung memeluk tubuh Jasmine dan membawanya tidur dalam pelukannya. Apa yang dia lakukan saat ini membuat Jasmine merasakan kebahagiaan yang sangat luar biasa. Memiliki suami seperti Leo memang menjadi impiannya, tapi jika itu sampai menikah Jasmine tidak pernah berpikir sampai sejauh itu karena menurutnya Leo itu langit yang indah sedangkan dia hanya serpihan kerak bumi.


...****************...