
Hari ini, nabrak kembali pergi ke kantor suaminya karena dia ingin bertemu dengan pria itu.
Saat dia sampai di perusahaan suami yang dia langsung menuju ruangan kerja Alta, karena memangnya sudah tahu dan mengerti di mana ruangan kerja ayah dari anak yang dilindungi saat ini.
Namun, sesuatu terjadi ketika dia hendak memasuki ruangan kerja suaminya. Dari luar ruangan kerjanya, Naura mendengar bahwa Alta sedang marah-marah saat ini dan dia mengumpat dengan kasar pada seseorang yang sedang di marahnya.
"Aku tidak ingin tau, kalian harus menanyakan yang saat ini juga. Aku tidak peduli apa yang akan terjadi nantinya tapi yang pasti kalian harus melenyapkannya dari muka bumi ini. Aku tidak ingin lagi melihatnya." ucap Alta yang menunjuk pada seseorang yang berada di depannya.
"Tapi tuan-"
"Turuti saja apa yang aku katakan dan buang jasadnya ke tempat yang tidak di ketahui orang."
Brugh...
Kotak makanan di bawah Naura terjatuh hingga membuat harta yang berada di ruang kerjanya langsung melihat siapa yang berada di balik pintu ruangan kerjanya saat ini.
Betapa kagetnya Alta ketika melihat siapa yang berada di depan pintu ruangan kerjanya saat ini.
"Sayang," Alta melihat bahwa istrinya sejak dari terdiam dan itu membuatnya ketakutan.
Dia takut jika orang berpikir yang tidak tidak tentang dirinya walau pada kenyataannya memang seperti itu tapi dia tidak ingin membebani pikiran istrinya dengan hal-hal seperti ini.
"Naura sayang," panggil Alta pada istri ketika melihat Naura yang terus saja menatap diam ke arahnya.
Saat ini Alta benar-benar takut jika istrinya berpikiran yang tidak tidak tentang dirinya apalagi sudah pasti Naura mendengar apa yang mereka bicarakan tadi.
"Tolong tinggalkan kami berdua. Kami berbicara berdua." ucap Naura pada seseorang yang bicara pada suaminya tadi.
Setelah menutup pintu ruangan kerja Alta langsung bicara padanya.
"Sayang, Aku-"
Dia ingin membicarakan semua itu dengan suaminya karena memang semuanya harus dijelaskan.
"Sayang, maksudku bukan seperti itu. Aku hanya tidak ikut dia terima ganggu kehidupan Sheila. Pria itu sudah terlalu banyak menyakiti hati adikku dan aku tidak terima karena perbuatannya yang telah membuat adikku menderita selama ini." jawab harta karena itulah alasan terbesar dirinya ingin membalaskan dendam dan rasa sakit hatinya pada Adrian.
"Aku tau, tapi apa kamu pikir jika kamu melakukan hal ini pada mantan suami Sheila dia akan menerimanya? lalu bagaimana dengan perasaan Shiena? apa kamu tidak memikirkan perasaan anak kecil itu?" tanya Naura lagi karena menurutnya semua ini salah.
"Shiena masih terlalu kecil untuk mengerti permasalahan diantara kedua orang tuanya. Dia tidak tahu apa yang membuat kedua orang tuanya berpisah hingga seperti ini. Shiena hanya tahu bahwa saya adalah ibunya dan Adrian adalah ayahnya. Dia tidak tahu masalah apa yang terjadi di antara kedua orang tuanya Gege. Tolong pahami ini, hubungan darah tidak akan pernah ada yang bisa memutuskannya. Sejahat apapun Adrian, dia tetap ayah dari Shiena sedangkan Sheila memang hanya mantan istrinya, jadi apa kamu tidak berpikir jika ini semua terlalu jahat untuk Shiena?" tanya Naura lagi yang membuat Alta langsung terdiam dan dia tidak bisa mengatakan apapun lagi selain diam.
Jujur apa yang Naura katakan saat ini semua itu kebenarannya hubungan darah jauh lebih kental daripada apapun.
"Jika ingin memberinya pelajaran, jatuhkan dan lumpuhkan dia jika perlu buat perjanjian hitam dia atas putih atas dia tidak menganggu Sheila lagi. Buat dia tidak memiliki power apapun lagi. Aku rasa itu sudah lebih dari cukup." ucap Naura memberikan saran pada suaminya untuk memberi pelajaran pada Adrian yang telah berani menyakiti hati Sheila dan juga putrinya.
Terlihat Alta menghela nafasnya dengan berat dan Naura tau bahwa suaminya berat melakukan semua ini.
"Baiklah, aku akan melakukannya." jawab akta pada akhirnya.
"Jangan pernah melakukan hal yang tidak-tidak Gege. Aku sedang mengandung anak kita sekarang, jadi aku mohon jangan melakukan hal yang bisa berakibat buruk dengan kandungan aku saat ini karena apapun yang aku rasakan akan di rasakan anak kita juga." ucap Naura pada suaminya lagi.
Akhirnya Alta pun mengerti dan sadar dengan apa yang telah dilalukannya tadi. Tanpa menunggu waktu lama, Alta langsung menghubungi anak buahnya tadi untuk membatalkan apa yang dia perintahkan tadi.
"Batalkan semuanya. Bawa dia ke hadapanku sekarang dan hubungi pengacara untuk membuat kasur perjanjian di antara kami berdua bahwa dia tidak boleh mencampuri apapun lagi yang berurusan dengan Sheila. Jika dia masih berani mendekati adikku, maka aku membuatnya mendekam di penjara." ucap Alta pada seseorang yang berada di balik teleponnya.
Setelah mematikan sambungan teleponnya, Alta langsung memeluk sang istri dan meminta maaf atas apa yang telah dilakukannya tadi.
"Maafkan aku sayang, aku bersalah karena melupakan semua ini. Maafkan aku Naura." ucap Alta yang berusaha untuk meminta maaf pada istrinya karena telah melakukan hal seperti ini.
"Tidak apa-apa, setidaknya Gege susah sadar dengan kesalahan yang Gege perbuat. Sekarang ayo kita makan." ajak Naura pada suaminya karena memang ini sudah siang dan Alta belum juga makan.
"Iya sayang."