
Siang harinya, saat Leo dan Joe ingin pergi makan siang, Leo melihat sosok wanita yang sangat dikenal olehnya. Wanita yang pernah beberapa kali ditemui olehnya di jalanan dan tempat hiburan malam.
"Leo, ada apa?" tanya Joe pada temannya. Dia melihat bahwa Leo yang tiba-tiba saya berhenti melangkah saat mereka hendak pergi ke kantin untuk makan siang.
"Tidak ada, ayo." ajak lek pada Joe.
Mereka kembali berjalan melangkah ke kantin perusahaan untuk makan siang.
Dia berjalan bersama Joe seolah tidak ada siapapun yang berada di sana dan hanya ada merek berdua saja. Raut wajahnya sangat datar dan Jasmine yang melihat itu langsung kaget ketika melihat bahwa itu pria yang sangat di kenalnya.
Pria yang telah membuatnya berpikir keras untuk bisa keluar dari pekerjaan malamnya dan ini dia kembali bertemu dengan pria itu di sebuah kantor. Dari apa yang dilihat oleh Jasmin saat ini dia tahu bahwa pria yang dikenalnya itu memang bekerja di sini.
"Apa dia memang bekerja di sini?" tanya Jasmine ketika melihat Leo yang melewatinya begitu saja. Bahkan pria itu tidak melihat ke arahnya sedikitpun.
"Tapi sepertinya itu tidak mungkin karena aku tau dia orang kaya dan sepatu yang di pakainya saat ini pun berharga puluhan juta. Jadi untuk apa dia bekerja di sini dengan seragam petugas kebersihan?" tanya Jasmine lagi karena dia benar-benar penasaran dengan pria itu.
Jasmine sendiri sedang menunggu kabar dari tim HRD tentang keputusan apakah dia di terima bekerja di sini atau tidak.
"Apa semoga kita tidak ingin kalian mengenalku sampai dia benar-benar tidak melihat ke arah ku sedikitpun padahal dia tau bahwa aku berada di sini." ucap Jasmine pada setelah Leo benar-benar pergi meninggalkan tempat itu.
"Jangan mencari keributan denganku karena aku tidak ingin ribut dengan siapapun saat ini. Perutku sudah sangat lapar jadi jangan membuatku merasa kesal hingga berbuat sesuatu yang tidak ingin aku lakukan." ucap Leo dengan tegas pada Darius.
Saat ini moodnya sudah hancur karena lelah bekerja dan dia jika ingin membuat keributan di sini karena dari usaha mencari keributan dengannya.
"Kau terlalu percaya diri sekali anak muda. Tidak selalu kau berada di atas, dan kau harus mengingatnya." ucap Darius untuk Leo sementara anak muda itu hanya tertawa saja mendengar apa yang Darius katakan padanya.
"Anda harus percaya bahwa di atas langit itu masih ada langit, dan aku yang berada di atas langit itu walau mungkin memang ada yang lebih dari ku, tapi aku akan pastikan bahkan anda tidak akan pernah bisa mencapai langit karena anda berada di bumi sedangkan aku sendiri berada di atas langit. Kasta kita sudah berbeda, hanya saja aku menikmati pekerjaanku saat ini karena aku hanya ingin mengisi waktu luang yang aku miliki. Kelak jika aku sudah bosan dengan semua ini, maka akan aku tunjukan pada anda siapa anak muda yang berada di atas langit ini." jawab Leo dengan sombong karena memang itu yang dilakukannya saat ini pada Darius.
"Siapa rupanya dirimu hingga aku harus takut padamu?"
"Aku tidak pernah mengatakan bahwa anda harus takut denganku karena aku bukan setan. Lagi pula mana ada setan' setampan diriku ini."
Skak!
Darius tidak bisa mengatakan apapun lagi karena memang dia sudah kalah saat ini. Benar-benar kalah