One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Anak



"Leo," panggil Claudia pada suaminya setelah mereka selesai makan.


"Hem, ya Sayang?" jawab Leo yang sudah merapikan alat makanya setelah mereka menghabiskan makanannya.



"Hem, ada apa Di?" tanya Leo ketika mendengar panggilan lembut dari istrinya.


"Aku masih lapar, bisakah aku makan lagi? benar-benar masih merasakan lapar karena kamu sudah menghabisiku tadi malam. Lagi pula kenapa milih kamu bisa sepanjang itu?"


uhuk ....


Leo tersedak ketika mendengar apa yang istrinya katakan. Dia sedang fokus mendengarkan apa yang istrinya bicarakan lalu tiba-tiba saja wanita itu mengatakan bahwa miliknya begitu panjang.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya kalau dia ketika melihat suaminya yang terbatuk-batuk karena tersedak seperti itu membuat Claudia panik.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Claudia lagi karena dia mengkhawatirkan keadaan suaminya.


Leo sendiri menerima satu gelas air mineral yang diberikan oleh istrinya dan dia menenggaknya sampai habis karena tiba-tiba saja tenggorokannya terasa kering.


"Sayang," panggil Claudia lagi.


"Berhenti mengatakan hal seperti itu Di. Lagi pula apa yang kamu katakan itu tidak harus kamu katakan di tempat seperti ini. Bagaimana jika ada orang yang mendengar selain kita berdua?" tanya Leo setelah dia merasa bahwa tenggorokan yang sudah jauh lebih baik daripada tadi.


"Tapi memang benar bahwa milik kamu itu terlalu panjang. Tidak terlalu besar memang tapi bisa menusuk sampai ke ulu hati. Beruntung ukurannya standar, bagaimana jika ukurannya membesar?"


glug...


Claudia menelan ludahnya secara kasat ketika dia mendapatkan ancaman seperti itu . Entah mengapa rasanya ketakutan itu tiba-tiba saja bersarang di hatinya. Dia takut jika dia tidak bisa berjalan jika Leo kembali melakukan hal itu padanya.


"Tidak bisakah kita menundanya dulu? maksudnya sampai aku merasa baik-baik saja. Jika terus melakukan hal seperti itu, aku takut jika aku tidak bisa berjalan nantinya dan jika aku tidak bisa berjalan maka kamu juga yang akan repot. Lalu jika kamu repot aku liburan Kuta bagaimana?" Leo benar-benar di buat frustasi oleh istrinya. Dia tidak tau jika Claudia bisa seluar biasa ini. Apalagi dengan segala kepolosannya. Sungguh, jika bisa memilih, Leo ingin meminta pada Tuhan untuk tidak membuat istrinya terlalu polos seperti ini karena bisa saat tertentu kepolosan kalau dia bisa membuatnya merasa sakit kepala seperti ini.


"Sudahlah, kamu terlalu banyak bicara Di. Sekarang habiskan makanan kamu dan kita akan pergi setelah ini. Banyak tempat yang masih harus kita datangi. Jika kamu tidak ingin kita berkeliling lagi, maka tidak masalah bagiku karena akan lebih seru lagi jika kita berkeliling di atas tempat tidur."


gubrak!


Rasanya Claudia ingin kabur saja dari Leo jika sudah seperti ini. Dia tidak percaya karena Leo bisa bersikap seperti ini padanya. Terlebih lagi hal ini tidak pernah terlihat sebelum mereka menikah dan baru kali ini Claudia mengetahui jika Leo itu memiliki pemikiran yang sangat mesum sekali memang.


"Ah, sadar mesum! aku akan mengadukan kamu pada mama Alicia agar kamu di hukum, lalu aku juga akan mengadukan kamu ke Daddy Leon juga." ucapnya yang berusaha untuk mengancam Leo. Namun, tidak semudah itu dia bisa di ancam karena Claudia salah jika ingin mengadukannya ke sepasang suami istri yang tingkat kemesumannya sangat luar biasa.


"Silahkan adukan apa yang ingin kamu adukan pada keluargaku, bahkan jika kamu ingin menceritakan apa yang telah kita lakukan. Aku berani bertaruh satu buah Lamborghini dengan kamu jika mereka membela mu. Tapi jika keluargaku mengatakan apa yang kita lakukan itu sudah biasa. Lagi pula itu sangat biasa sekali bagi mereka Di, sangat-sangat biasa sekali. Kamu salah jika mengancamku dan berpikir jika keluargaku akan membela kamu walau kamu adalah menantu kesayangannya. Yang ada kamu akan semakin menjadi bahan perbincangan mereka dan kamu juga akan mendapatkan les privat dari mamaku tentang bagaimana cara memuaskan hasrat suaminya."


Jeder ....


Tubuh Claudia bagai tersambar petir ketika mendengar ocehan dari suaminya tentang keluarga besarnya. Tapi jika di pikir-pikir lagi, ibi mertuanya memang sangat seksi dan mungkin memang benar yang di ceritakan suaminya. Tapi tetap saja dia merasa aneh dengan semua ini.


"Haah, sudahlah. Aku tidak ingin membahasnya lagi."


"Bukan aku yang memulainya, tapi kamu sayang." jawab Leo hingga membuat Claudia semakin kesal mendengar jawaban dari suaminya.