One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Teman Sekolah



Karena kemarin mereka sudah mendatangi sekolah tempat di mana Sean akan belajar, dan hari ini cucu laki-laki dari keluarga Casio akan benar-benar memukau hari barunya di sekolah.


Seperti pagi ini, dia sudah siap dengan seragam sekolahnya dan itu membuat semua orang berdecak kagum ketika melihatnya.


"Ya Tuhan, cucu Oma." Alicia benar-benar terlihat sangat kagum sekali dengan penampilan cucu t laki-lakinya pagi ini. Setelah beberapa hari di rumah akhirnya Sean juga akan sekolah. Hari ini adalah hari pertama Sean masuk ke sekolah baru, dan itu membuat semua keluarga merasa senang dan bangga. Luar biasa sekali memang dan itu membuatnya merasa bahwa rumah ini kembali hidup saat ada Sean.


Sejak kehadiran Sean, rumah mereka kembali ramai dan hidup apalagi sekarang anak laki-laki itu akan pergi ke sekolah. Alicia sangat antuasias sekali untuk menyiapkan bekal yang akan Sean bawa ke sekolahnya.


"Ayo sayang, sarapan dulu dan Oma sudah memasak menu spesial untuk bekal makan siang kamu nanti di sekolah. Kamu harus makan yang banyak buat pintar," ucap Alicia yang terus saja melayani Sean dengan begitu baik hingga membuat Leo mulai kesal dengan mamanya.


"Halah, dulu Leo tidak seperti itu!"


" Itu karena kamu menyebalkan! kamu tahu seberapa menebalkannya kamu dulu? beruntung Daddy kamu tahan banting, jika itu mama sudah mama jual kamu ke tukang rongsokan!" jawab Alicia sambil menatap kesal pada putranya.


Ya, sejak dulu Leo memang sangat menyebalkan dan itu sering membuat Alicia merasa kesal dengan anaknya. Terkadang dia berpikir kesalahan apa yang dibuat dari masa lalu hingga mendapatkan putra yang sangat menyebalkan seperti. Bukan hanya dulu saja, bahkan hingga saat ini pun lewat tetap menyebalkan sama seperti dulu. Sangat-sangat menyebalkan sekali menurutnya.


"Menyebalkan gini tapi mama tetap sayang. Jika tidak mana mungkin mama menangis setiap malam saat Leo patah tulang ketika main bola. Ingat itu?"


"Mana ada!" jawab Alicia karena dia tidak ingin mengingat masa lalu lagi. Masa lalu yang benar-benar membuat hatinya terasa sakit dan seperti teriris oleh pisau yang begitu tajam. Lagi pula siapa yang tidak sakit ketika melihat anak kita terluka dan sakit bahkan sampai patah tulang saat bermain bola. Setiap ibu pasti akan merasakan hal yang sama seperti yang Alicia rasakan saat itu.


"Tidak bisakah kita sarapan dengan tenang? jika kalian terus-terusan berdebat seperti ini maka Sean akan terlambat sekolah nantinya. Lihat, anak itu sampai terpelongo melihat tingkah jian berdua " Leon berusaha untuk menghentikan perdebatan di antara ibu dan anak itu yang selalu saja terjadi setiap harinya.


Sejak dulu hingga sekarang, Alicia dan Leo selalu saja bertengkar. Tapi begitulah cara mereka menunjukkan kasih sayang mereka satu sama lain. Sangat luar biasa sekali bukan?


"Baiklah, sekarang ayo makan Sean, kamu harus sekolah nak,"


"Iya, Opa." Jawab Sean dengan suara lantang. Dia memang sangat bahagia karena bisa sekolah lagi dan itu sekolah mahal yang banyak di dukung dengan fasilitas olahraga yang begitu banyak.


Sean sangat menyukai olahraga dan dia akan mengikuti beberapa kelas tambahan untuk olahraganya. Beruntung seluruh keluarga barunya sangat setuju dan mendukung dirinya untuk bisaa mendapatkan sesuatu yang terbaik untuknya.


Jasmine dan Alicia sudah bersiap untuk pergi mengantar Sean sekolah, sedangkan para pria itu pergi ke kantor karena banyak hal yang akan mereka kerjakan nantinya.


Sepanjang perjalanan menuju sekolahnya, Sean terlihat sangat bahagia sekali. Apalagi ketika dia di antar oleh Oma dan juga mommy-nya. Kebahagiaannya semakin bertambah dan dia merasa bahwa kehidupannya saat ini memang sangat sempurna sekali.


Dia merasa bahwa dia memiliki kakek dan nenek yang sangat luar biasa, lalu ada paman dan bibi yang tak kalah hebatnya dan yang paling penting adalah, dia bisa memiliki keluarga yang utuh. Mommy dan Daddy yang sangat menyayanginya walau hanya sebagai anak angkat saja.


"Kamu bahagia Sean?" tanya Jasmine yang duduk di sisi kiri putranya.


"Bahagia Mom," jawab Sean karena memang dia merasa bahagia dengan kehidupan saat ini apalagi dia bisa sekolah di tempat yang begitu bagus.


"Jika begitu teruslah bahagia dan buktikan pada kami semua jika kami tidak salah memilih sekolah ini untuk kamu. Kami harap kamu benar-benar bisa belajar dengan baik dan tunjukkan pada kami bahwa kamu memang benar-benar belajar untuk mencapai cita-cita kamu."


"Sean tidak bisa berjanji, tapi setidaknya Sean akan berusaha untuk bisa menjadi yang terbaik sesuai dengan apa yang pernah Sean katakan."


Betapa hebatnya anak laki-laki itu setiap kali menjawab pertanyaan demi pertanyaan yang mereka berikan padanya. Dia bisa menjawab dengan begitu mudahnya dan tertata setiap tutur katanya.


Begitu juga dengan Alicia yang merasa bahwa hidupnya kembali berwarna setelah kedatangan Sean di rumah mereka. Sangat luar biasa sekali memang semangatnya dan dia pula yang yang langsung turun tangan untuk membuatkan sarapan cucu laki-lakinya.


"Jika begitu ayo semangat lagi. Mommy dan Oma hanya bisa mengantar kamu sampai di halaman sekolah saja karena kami tidak bisa ikut masuk ke dalam asramanya. Kamu belajarnya dengan baik dan jangan patah semangat. Ingat satu hak jika kami ini sangat menyayangi kamu Sean," ucap Jasmine yang begitu bahagia dengan kehidupannya.


"Semangat juga Mommy dan terima kasih juga dengan Oma. Sean masuk lebih dulu." Mereka bertiga pamit. Sean masuk ke dalam sekolah dan kedua wanita itu langsung pergi meninggalkan pekarangan sekolah setelah mengantarkan Sean masuk ke dalam sekolahnya.


"Semangat sayang," mereka benar-benar berpisah dan Sean langsung masuk ke sekolahnya sedangkan kedua wanita itu masih bingung apa yang ingin mereka lakukan lagi setelah ini.


"Kita mau ke mana?" tanya Alicia ketika dia merasa bosan dan tidak ingin pulang ke rumah. Begitu juga dengan Jasmine karena dia tidak tahu kemana mereka akan pergi setelah mengantarkan Sean ke sekolah.


"Entahlah Ma, tapi apa bisa pergi ke rumah ibu? Aku rasa kita bisa melakukan banyak hal di. Apalagi ibu pasti akan terlihat senang jika kita datang. Ibu sangat menyukai mama jadi dia pasti senang akan kehadiran ibu mertua dari putrinya yang selalu di katakannya bandel."


"Oke! kita langsung pergi menuju rumah ibu kamu. Ayo ucapan hubungi ibumu sekarang dan katakan padanya bahwa kita akan datang untuk membuat kue. Mama ingin belajar dengan ibumu bagaimana cara membuat kue yang sangat enak dan lezat karena kata Daddy jika roti buatan ibu kamu itu memang enak. Apalagi cinnamon roll, Daddy kamu sangat menyukainya," jawab Alicia lagi karena memang suaminya sangat menyukai kue atau roti buat buah lainnya lagi.


Di saat Naura dan Jasmine sudah menikmati perjalanan mereka menuju rumah ibunya Jasmin, tiba-tiba saja dia teringat sesuatu yang membuat dirinya merasa ada yang aneh di sini. Entah apa itu, tapi yang pasti ada yang terjadi sesuatu nantinya.


"Jasmine, ada apa sayang?" tanya Alicia.elihat menantunya yang sudah pucat seperti itu.


"Tidak ada mama, hanya sakit di bagian pinggang saja. Ini baru beberapa bulan saja dia sudah bisa membuat pinggang terasa sakit mama," adunya dengan manja pada Alicia karena memang dia mulai sering merasakan bagian pinggulnya teras berat.


"Itu sudah biasa sayang, jadi jangan takut karena itu sudah terbiasa seperti itu. Tetap tenang dan teruslah semangat demi anak kalian Jasmine."


"Terima kasih atas semangatnya mama. Mertua paling hebat di dunia ini dan Jasmine bangga bisa memiliki ibu mertua yang sangat hebat seperti mama."


***