
Entah mengapa rasanya Alta merasa merindukan Naura. Maka untuk itu dia menghubunginya.
Panggilan pertama tidak terjawab dan itu membuat Alta semakin merasa khawatir dengan keadaan Naura.
" Kemana kamu Naura? kenapa tidak menganggap panggilan telepon dariku?" Ucap Alta hadapan saat panggilan teleponnya tidak terjawab.
" Mungkin sedang sibuk." Ucap Alta.
Dia bahkan melupakan jam di mana dia berada saat ini karena dia begitu merindukan Naura.
Sementara Naura yang masih mendapatkan perawatan berusaha keras untuk tidak meneteskan air matanya.
Demi tuhan, ini adalah pertama kali dalam hidupnya dia mendapatkan kekerasan seperti ini dan itu dari Gabriella.
" Aku baik-baik saja Emma. Tolong antarkan aku ke mobil karena aku ingin pulang." Ucapnya dengan air mata yang sudah menggenang di pelupuk matanya.
Emma, perawat yang menjadi asistennya membantu Naura untuk berjalan menuju mobilnya.
Saat sampai di dalam mobilnya, Naura menangis sejadi-jadinya. Dia menangisi dirinya yang menjadi korban dari kekerasan yang Gabriella lakukan padanya.
" Kenapa aku mendapatkan hal seperti ini? kenapa Gabriella membenci ku tuhan?" Tangis Naura tumpah di dalam mobilnya.
Saat Naura menangis, ponselnya berdering dan itu panggilan telepon dari Alta.
Entah mengapa Naura langsung menjawabnya. Dia kembali menangis saat wajah Alta terlihat di layar ponselnya.
" Gege..." Panggilnya dengan air mata yang mengalir.
Melihat Naura yang menangis seperti itu membuat Alta panik melihatnya.
" Naura, ada apa?" Tanya Alta yang terlihat panik.
Apalagi saat melihat wajah calon istrinya yang di perban seperti itu.
" Gege..." Panggilnya lagi dengan tangis air mata.
Naura merasa bahwa dirinya membutuhkan tempat untuk mengadu saat ini.
" Kenapa Naura? katakan ada apa ini? siapa yang membuat mu seperti itu?" Tanya Alta yang terus berusaha untuk mengetahui tentang keadaan Naura saat ini.
" Gabriella, Gabriella yang melakukan ini pada ku Gege." Naura menangis tersedu-sedu.
Bahkan dia juga memperlihatkan wajahnya yang terluka karena cakaran dari kuku panjang Gabriella.
" Wajah ku juga terluka." Kedua tangan Alta terkepal erat saat mendengar aduan dari Naura tentang keadaan dirinya yang habis mendapatkan perlakuan buruk dari Gabriella.
" Sudah jangan menangis lagi. Nanti setelah lukanya kering, kita akan pergi ke Korea untuk melakukan pemeriksaan kulit kamu. Sekarang pulang dan istirahat oke." Bujuk Alta.
Naura menganggukkan kepalanya pada Alta dan setelahnya dia pulang ke rumahnya.
Alya sendiri, langsung menghubungi orang suruhannya di Jerman untuk menuntut Gabriella atas perlakuan buruknya terhadap Naura.
" Aku Prince Alta King Alexander dan aku tidak akan memaafkan siapa pun yang menyakiti Naura. Aku akan membalasnya dua kali lipat dari apa dari apa yang dia perbuat terhadap Naura." Ucap Alta dengan raut wajahnya yang berubah menyeramkan.
Sementara Naura, dia yang baru saja pulang ke rumahnya langsung mendapatkan banyak pertanyaan tentang apa yang terjadi pada dirinya hingga terluka seperti itu.
" Naura, kamu kenapa sayang? kenapa wajah kamu seperti ini?" Tanya Alicia saat melihat wajah putrinya seperti itu.
Begitu juga dengan Leon, dia merasa marah karena putrinya terluka.
" Katakan pada Mama siapa yang melakukan ini pada kamu Naura. Biar Mama yang akan membalasnya." Naura tetap tidak ingin bicara karena dia masih saja menangis sejak tadi.
...****************...