
Untuk pertama kalinya Sean istirahat di kamar kedua orang tuanya. Tadi, setelah pulang dari rumah neneknya dan makan malam di sana, mereka Casio. Mereka bertiga berada di atas tempat tidur yang sama dan melakukan pillow talk sebelum mereka tidur.
Banyak hal yang mungkin Leo dan Jasmine ketahui tentang sekolah Sean putra mereka. Jadi mereka sengaja ingin berbicara dengan Sean dan mengetahui bagaimana sekolahnya.
"Bagaimana sekolah kamu sayang? apa semuanya baik-baik saja?" tanya Leo untuk pertama kalinya. Dia yang memulai pembicaraan di antara mereka malam ini sebelum tidur.
"Nah iya, bagaimana keadaan kamu dan bagaimana bisa sampai mimisan seperti itu sayang?" tanya Jasmine ikut menimpali pertanyaan dari suaminya. bagaimana pun Mereka ingin mengetahui bagaimana kejadian yang sebenarnya hingga Sean bisa mimisan seperti itu.
"Tidak ada yang spesial karena masih satu hari. Jika tentang bagaimana bisa mimisan, aku hanya tidak sengaja terkena bola Karena aku belum terbiasa dengan olahraga mahal seperti itu. Dulu saat di sekolah kami hanya memiliki satu atau dua saja olahraga yang bisa kami pelajari keterbatasan biaya kami juga dibatasi dengan ketidakmampuan sekolah. Jadi aku hanya tau olahraga sepak bola saja dan voli saja. selebihnya tidak ada lagi," ucap Sean.
Dia menjelaskan bagaimana keterbatasan sekolah tempat di mana dia belajar dulunya. Jika mengingat tentang hal itu dia masih memikirkan bagaimana teman-temannya yang bersekolah di sana.
"Dad, tadi teman-temanku mengatakan bahwa keluarga ini sangat kaya. Jadi, aku hanya ingin bertanya apakah keluarga kita ini memang benar-benar orang kaya?"
"Maksudnya bagaimana sayang? jika kamu bertanya apakah keluarga ini kaya atau tidak, maka Daddy akan menjawabnya jika keluarga kita ini cukup kaya dan cukup terpandang di kota. Jadi katakan saja apa yang kamu inginkan, maka Daddy akan berusaha untuk mewujudkannya," Leo menjelaskan pada putranya bahwa keluarga mereka memang cukup kaya dan cukup terpandang di kota ini.
"Jika Daddy orang kaya, apakah bisa membantu memfasilitasi sekolah lamaku? di sana masih banyak teman-teman panti asuhan yang belajar dan sekolah dan mereka juga membutuhkan fasilitas yang lengkap untuk menunjang aktivitas belajar mereka. Lalu, apa Daddy bisa membantu mereka semua?" tanya Sean. Dia benar-benar sangat berharap jika keluarga ini bisa membantu sekolah tempat di mana Dia belajar dulu karena di sana masih banyak ada teman-temannya.
"Oke, jika memang itu yang kamu inginkan maka besok akan ada orang suruhan Daddy yang akan mengurus semuanya. Mereka untuk pendanaan sarana dan prasarana sekolah. Tapi ingat, apa yang kamu minta ini tidak gratis Sean. Kamu harus menyetorkan nilai terbaik kamu pada Daddy. Maaf jika Daddy melakukan hal ini, tapi memang kamu harus bisa mencapai nilai terbaik kamu untuk bisa maju ke akademi. Raih cita-cita kamu seperti apa yang kamu inginkan dan banggakan kedua orang tua kamu. Saat ini, orang-orang suruhan Daddy sedang mencari gimana keberadaan kedua orang tua kamu. Daddy harap apapun yang akan terjadi nanti jangan pernah melupakan kami berdua menyayangi kamu dengan begitu besarnya," Leo dan Jasmine langsung memeluk tubuh Sean.
Bukan hanya mereka berdua saja yang menyayangi Leo tapi seluruh keluarga besar kasih yang menyayangi anak laki-laki tersebut. Begitu juga dengan para pelayan yang ada di rumah mereka ini yang itu merasakan kebahagiaan atas kehadiran Saya di rumah mereka.
Sean mengusap mommy-nya yang mulai membujuk karena di dalamnya ada calon adiknya. Merasakan ucapan lembut dari tangan Sean di perutnya membuat Jasmine merasa bahagia. Dia benar sangat bahagia sekali mendapatkan putra sehebat Sean. Tidak pernah sekalipun dia berpikir bahwa dia akan mengadopsi seorang anak laki-laki karena menurutnya rencana Tuhan itu memang sangat indah. Jauh lebih indah dari apa yang tercipta di dunia ini karena itu semua kuasa Tuhan.
"Hey adik bayi, apa kabar? Aku Arsean, biasa dipanggil Sean. Mulai sekarang kamu harus memanggilku kakak oke karena aku memang kakak kamu. Ingat adik manis, jangan berbuat sesuatu yang nakal di dalam sana hingga membuat mommy kita merasakan kesakitan. Kita harus menyayangi mommy, karena mommy adalah kesayangan kita. Ayo semangat tumbuh kembangnya adik, karena kakak menunggu kamu," ucapnya dengan penuh kebahagiaan.
Sean benar-benar merasakan kebahagiaan yang luar biasa karena bisa memiliki kesempatan untuk hidup jauh lebih baik lagi dan bahkan menurutnya ini berkali-kali lebih indah dari setiap doa-doanya.
Selama ini dia hanya berdoa untuk kesehatan jiwa dan raganya dan juga memiliki kedua orang tua walau hanya orang tua angkat tapi setidaknya mereka benar-benar sangat menyayanginya dan Tuhan mengabulkan itu semua.
Sekarang Dia memiliki kedua orang tua yang sangat menyayanginya dan yang lebih parahnya lagi adalah mereka tidak pernah menganggapnya bahwa dia adalah anak angkat yang diambil mereka dari panti asuhan dan dibesarkan hingga menjadi anak mereka. Sungguh, rasanya Sean benar-benar merasakan kebahagiaan yang begitu luar biasa.
"Iya kakak, adik bayi akan terus sehat di dalam perut mommy kita. Aku juga berjanji bahwa aku tidak akan nakal di dalam perut mommy, tunggu aku datang kakak," jawab Jasmine dengan suara yang meniru seolah-olah Dia adalah anak kecil yang sedang berbicara langsung dengan kakaknya.
Melihat mommy-nya yang bersikap sangat lucu seperti itu membuat mereka langsung tertawa dan suara tawa mereka terdengar sampai ke dalam kamar Leon dan juga Alicia.
"Aku jadi penasaran sebenarnya apa yang mereka ceritakan hingga membuat mereka tertawa bahagia seperti itu. Apa Jasmine mendapatkan kejutan dari Leo?"
"Aku rasa tidak sayang. Maksud ku, bukan berarti jika beliau tidak memberikan hadiah apapun pada Jasmine hanya saja aku rasa bukan hal-hal seperti itu yang sedang mereka bicarakan dan mereka tertawakan saat ini. Jadi biarkan saja mereka tertawa dengan bahagia atas kebahagiaan keluarga mereka sendiri. Sebagai orang tua kita hanya bisa mendukung apapun yang terbaik untuk anak-anak serta jodoh kita. Karena kebahagiaan mereka juga kebahagiaan kita!" jawab Leon.
***