One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Serangan



Brugh...


Naura hampir saja limbung jika tidak ada suster yang menahan tubuhnya dari belakang saat Gabriella menabrak tubuhnya dengan sengaja.


Dia tidak menyangka jika Gabriella tega melakukan hal itu padanya. Naura tidak tahu apa kesalahan yang hingga membuat Gabriella melakukan hal itu.


" Gabriella, kenapa kau sengaja mendorong tubuhku seperti itu?" Tanya Naura yang merasa bahwa rekan kerjanya, karena dia sengaja melakukan hal itu padanya.


Mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Naura membuat senyum Gabriella langsung terlihat mengerikan.


" Aku sudah terbiasa mendapatkan apapun yang aku inginkan sejak aku kecil. Jadi akan ku pastikan padamu bahwa apa yang aku inginkan bisa aku dapatkan." Ucapnya dengan penuh permusuhan.


Dia sengaja mengatakan hal itu agar Naura tahu bahwa dia tidak menyukainya. Tapi tetap saja Naura tidak merasa bahwa selama ini dia pernah berbuat salah atau Gabriella yang tidak menyukainya.


Naura hanya tidak ingin membebani pikirannya dengan hal-hal seperti itu. Dirinya tidak cukup ruang untuk memikirkan hal-hal yang tidak penting menurutnya.


" Aku tidak pernah mengganggumu jadi jangan pernah menggangguku Gabriella. Jika kamu mengatakan bahwa kamu selalu mendapatkan apa yang kamu inginkan sejak kecil maka aku akan mengatakan hal yang sama. Aku sudah terbiasa mendapatkan apa yang aku inginkan sejak kecil tapi aku berusaha untuk mendapatkannya sendiri tanpa bantuan orang lain. Aku bahkan kuliah kedokteran mengambil jalur beasiswa. Aku menggunakan otak pintar ku untuk belajar, bukan meracuni pikiran orang lain. Jadi kita sama-sama bisa mendapatkan apapun yang kita inginkan tapi dengan jalan yang berbeda. Kau bisa mendapatkannya karena kau adalah gadis yang manja maka aku tidak sepertimu." Jelas Naura.


Apa yang Naura katakan semuanya benar. Tapi kebenaran itu tidak diterima sama sekali oleh Gabriella karena dia merasa direndahkan oleh wanita itu.


Dia tidak menyukai Naura karena Naura menarik perhatian banyak orang darinya. Bahkan ayahnya pun selalu saja membandingkan dirinya dengan Naura.


Merasa tidak terima dengan apa yang Naura katakan membuat Gabriella nekad untuk memukul Naura namun tanpa di duganya bahwa Naura menahan tangannya agar tidak bisa menampar wajah rekan kerjanya itu.


" Aku tidak pernah ingin menyakitimu Gabriella. Tapi jika kamu melakukan hal itu lebih dulu maka aku bisa membalasnya. Kau tidak boleh melakukan hal itu padaku atau pada siapapun. Di rumah sakit ini posisi kita sama. Kita sama-sama bekerja di sini sebagai seorang dokter yang melayani pasiennya. Hanya saja aku memang bekerja dan kamu--"


" Hentikan omong kosong mu itu Naura! kau tidak berhak mengatakan hal seperti itu pada ku." Teriak Gabriella yang semakin tidak bisa mengontrol dirinya.


Dia sudah terlalu marah hingga tanpa sadar menyerang Naura.


" Aahhhkk...Lepaskan aku Gabriella..." Ucap Naura yang berusaha untuk melepaskan tangan Gabriella yang mencengkram rambut panjang milik Naura.


Perawat Naura juga berusaha untuk memisahkan mereka namun dia tidak sanggup melawan Gabriella yang terlihat semakin brutal.


Saat direktur rumah sakit datang, dia melihat bahwa putrinya yang terlihat berteriak dan brutal menghajar Naura.


" Gabriella!" Teriak direktur rumah sakit saat melihat putrinya yang menghajar Naura.


Mendengar suara ayahnya membuat Gabriella langsung menghentikan aksinya yang menghajar Naura itu.


" Apa yang kamu lakukan Gabriella?" Tanya ayahnya saat melihat Naura yang terlihat sangat berantakan.


Bahkan ada bekas cakaran di wajahnya dan itu pasti ulah dari Gabriella.


" Dia yang memulainya lebih dulu ayah. Bukan aku." Ucap Gabriella yang selalu tidak ingin salah padahal sudah jelas dia yang melakukan kesalahan itu.


Bahkan dia yang lebih dulu memulai pertarungan aja dengan Naura.


" Tidak benar direktur. Aku saksinya dan bukan hanya aku saja. Tapi kami semua melihatnya. Dokter Gabriella yang lebih dulu memulai semua ini. Bukan hanya kali ini saja, dokter Gabriella juga kerap sekali membully dokter Naura dan mengatakannya kuno. Kemarin juga dokter Gabriella datang ke ruangan dokter Naura dan membuat keributan di sana." Perawat yang menjadi asisten Naura di rumah sakit memberikan penjelasan dan kesaksiannya atas apa yang telah Gabriella lakukan pada Naura.


" Tidak! aku tidak melakukan itu. Dia yang salah. Bukan aku!"


Plak!


Direktur rumah sakit, yaitu ayahnya Gabriella menampar wajah putrinya tepat di hadapan banyak orang seperti ini.


Sungguh, dia sudah terlalu lelah menghadapi sikap dan perilaku Gabriella. Entah bagaimana lagi caranya dia membuat Gabriella sadar bahwa setiap apa yang di lakukan ya itu harus di pikirkan dengan begitu matang.


" Ayah...Apa yang ayah lakukan?" Tanya Gabriella saat mendapatkan sebuah tamparan dari ayahnya di depan umum seperti ini.


" Bawa dokter Naura untuk memeriksakan." Ucap ayahnya Gabriella.


Perawat dan beberapa suster membantu membawa Naura yang sudah kehabisan banyak tenaga untuk menghadapi Gabriella yang seperti kesetanan.


...****************...