
"Siapa itu?" tanya Jasmine saat ada yang mengetuk pintu kamar mereka.
Leo sendiri sudah paham siapa yang berada di balik pintu kamar mereka.
"Itu pasti ajak sulung kita. Aku hafal betul berapa kali ketukannya. Jika pelayan hanya 3 kali ketukan dan Sean mengetuk sebanyak 4 kali, jadi itu sudah pasti Sean." jawab Leon.
Dia bergegas pergi untuk membuka pintu kamar mereka dan benar saja dugaannya, itu adalah Sean yang berdiri di depan pintu kamar mereka.
"Kenapa di sini?" tanya Leo ketika melihat Sean yang masih tetap seperti ini saja.
"Apa Daddy sibuk? Bagaimana dengan mommy?" tanya Sean penasaran. Dia takut jika menganggu kedua orang tuanya.
"Kenapa selalu bertanya seperti itu? Kamu tidak perlu mengetuk pintu lebih dulu untuk masuk. Kamu bisa masuk ke dalam kamar Daddy." Sean masuk ke dalam kamar orang tuanya dan melihat Jasmine yang merentangkan kedua tangannya agar Sean mau memeluknya.
Ya, Sean melakukannya. Dia masuk ke dalam pelukan ibunya yang memberikannya cinta dan kasih sayang yang sangat luar biasa selama beberapa bulan ini. Rasanya memang sangat luar biasa sekali. Entahlah, Sean merasa sangat bersalah sekali karena telah berpikir yang tidak-tidak tentang keluarganya.
"Apa Arion sudah tidur?" tanya Sean ketika melihat adiknya yang sudah berada di dalam box bayi.
"Baru saja tidur. Kamu bagaimana? Apa sekolahnya baik-baik saja?" tanya Jasmine pada putranya.
Sean menjawab dengan gelengan kepalanya. Dia merasa bahwa sekolahnya baik-baik saja.
"Semua baik-baik saja Mom. Aku datang kesini hanya untuk meminta maaf."
"Hah? maaf untuk apa?" tanya Jasmine yang tidak mengerti kenapa Sean meminta maaf. Sedangkan Leo sendiri sudah tau kenapa putranya itu ingin meminta maaf pada Jasmine.
Tidak lain tidak bukan pasti karena sekolah asrama itu. "Maaf, karena Sean telah berpikir yang tidak-tidak dengan mommy dan daddy," ucap Sean penuh rasa bersalah karena telah berpikiran yang tidak-tidak tentang mereka.
"Maksudnya bagaimana? Tolong jelaskan pada mommy sayang," pinta Jasmine karena memang dia tidak mengerti apa yang Sean maksud. Begitu juga dengan Leo yang penasaran dengan apa yang ingin Sean katakan.
"Maaf karena telah berpikir jahat. Sean berpikir bahwa mommy dan daddy tidak menyayangi Sean lagi setelah kelahiran Arion. Itu sebabnya Sean meminta untuk sekolah asrama saja,"
Deg!
Jantung Jasmine seperti di hantam batu besar ketika mendengar apa yang Sean katakan tentangnya. Dia tidak menyangka jika putranya bisa berpikir seperti itu. Sungguh, dia dan suaminya tidak pernah berpikir hal seperti itu. Mereka benar-benar menyayangi Sean dengan tulus. Tidak pernah sedikitpun terlintas di pikirannya untuk melupakan Sean.
Melihat mommy-nya yang seperti itu membuat Sean langsung memeluk wanita yang terlihat bersedih saat ini.
"Mommy tidak pernah berpikir seperti itu Sean. Mommy menyayangi kamu walau kamu tidak terlahir dari rahim mommy. Kamu itu anak kami. Mommy dan Daddy tidak pernah berpikir bahwa kami tidak menyayangi kamu lagi setelah kelahiran Arion, tidak sedikitpun kami berpikir seperti itu." jelas Jasmine. Dia ingin putranya ini mengetahui bahwa dia tidak pernah seperti itu. Baik Jasmine maupun Leo, mereka tidak pernah berpikir bahwa mereka tidak menyayangi Sena lagi setelah hadirnya Arion.
"Iya, Sean paham. Maka dari itu Sean minta maaf. Sean siap salah Mom," Sean mengambil minta maaf sama orang tuanya bahwa dia tidak akan pernah berpikir seperti itu lagi. Dia hanya merasa takut bahwa dia tidak lagi disayang karena telah hadir anak kandung mereka sendiri.
"Kamu harus dengerin ya sayang, mommy dan Daddy benar-benar sangat menyayangi kamu dan kamu berdua tidak pernah pilih kasih. Kami berdua janjimu akan tidak akan pernah membedakan antara kamu dan juga Arion. Tidak peduli jika kamu itu anak angkat, kami berdua tidak akan pernah membedakan kamu dengan hati kamu. Tolong, jangan pernah berpikir bahwa kamu hanya anak angkat. Kamu itu anak kami Sean, anak mommy dna juga Daddy!"
Mendengar penjelasan dari mommy-nya membuat Sean benar-benar merasa bersalah dengan apa yang telah dipikirkannya selama ini. Dia menyakiti hati kedua orang tuanya.
"Sean, tidak perlu takut jika kami akan pilih kasih. Baik kamu atau pun Arion, kalian berdua itu sama-sama anak kami. Kalian anak yang sangat membanggakan bagi kami. Tolong, jangan pernah lagi berpikir hal seperti itu." jelas Leo. Bukan hanya Jasmine saja yang tertutup dengan pengakuan Sean, tapi juga Leo. Dia cuma merasa terkejut dengan pengakuan Sean yang mengatakan bahwa dia takut jika mereka tidak akan menyayanginya lagi setelah kelahiran Arion.
"Iya, maaf," jawab Sean dengan rasa bersedih yang sangat luar biasa. Dia takut jika mereka sakit hati padanya.
"Sini," panggil Leo.
Sean menghampiri daddy-nya yang sedang berdiri di dekat tempat tidur mommy-nya.
Leo sendiri langsung mengusap puncak kepala Sean lalu memberikannya pelukan yang sangat hangat sekali.
"Tolong jangan pernah berpikir seperti itu lagi. Padahal Daddy baru orang-orang Daddy sudah menemukan keberadaan ibu kandung kamu."
"Di mana?" tanya Sean dengan penuh rasa semangat.
Dia mendengar sangat ingin bertemu dengan orang tua kandungnya. Bukan karena dia tidak bahagia dengan keluarga ini, tapi dia sendiri juga ingin mengetahui siapa keluarga kandungnya. Setelah dia mengetahuinya dia tidak akan melakukan apapun lagi karena dia sudah berjanji bahwa dia akan ikut bersama Leo dan Jasmine asal mereka bisa pertemukan dengan ibu kandungnya, dan saat Sedikit lagi Sean bisa bertemu dengan ibu kandungnya dan dia sangat penasaran sekali bagaimana rupa dari wanita yang telah melahirkan yang telah melahirkannya.
"Besok sepulang sekolah kita akan melihatnya. Saat ini orang-orang Daddy sudah menemukan di mana keberadaan dan tempat tinggalnya, jadi kita bisa datang besok!" Sean terlihat sangat bahagia sekali. Dia bahagia bisa merasakan hal ini.
Bertemu dengan orang tua kandungnya adalah impian bagi Sean.
"Oke dad, terima kasih." melihat bersemangat sekali ingin bertemu orang tua kamu ingin membuat Jasmine merasa takut. Dia takut jika Sean tidak akan kembali lagi ke rumah ibi.
"Sekarang pergi tidur. Besok sekolah jadi jangan sampai kesiangan dan terlambat sayang,"
"Oke dad. Good night mom, dad." Sean memberikan pelukan dan juga kecupan pada kedua orang tuanya sebelum dia kembali ke dalam kamarnya sendiri.
***