One Night Crazy With Sugar Daddy

One Night Crazy With Sugar Daddy
S2. Berbagi



"Jasmine," panggil Leo pada istrinya saat mereka berada di atas tempat tidur. Malam ini, mereka akan bercerita tentang apa rencana yang akan pergi ke panti asuhan untuk berbagi dengan anak-anak di sana.


"Ya?" tanya mulai membicarakan apa yang akan mereka lakukan besok karena memang mereka akan pergi ke pantai untuk berbagai bersama anak-anak yang membutuhkan di sana. Banyak hal yang bisa mereka lakukan dan salah satunya memberikan bantuan pada anak-anak itu.


"Aku tidak berharap memiliki anak dengan jenis kelamin tertentu. Setidaknya dia lahir dengan sehat dan selamat. Begitu juga dengan kamu. Kalian berdua harus sehat, karena aku akan menunggu kalian nantinya," ucap Leo yang terus saja menguap perut istrinya. Bahkan dia juga menciumnya beberapa kali karena sekarang itulah rutinitas dan kebiasaan Leo setiap malamnya.


"Terima kasih karena tidak membebaniku dengan harus memiliki anak laki-laki. Aku takut jika memang nanti anak kita perempuan itu akan membuatmu kecewa. Aku takut dengan hal itu," ucap Jasmine karena memang itu yang ditakutkan ya. Dia takut jika keluarga suaminya menginginkan seorang anak laki-laki untuk penerus keluarga besar mereka seperti apa yang sering terjadi pada keluarga kaya di luar sana.


"Aku hanya tidak ingin membebanimu dengan hal-hal seperti itu Jasmine. Apa pun anak kita nanti aku akan menerimanya dengan lapang dada. Aku tidak akan pernah menuntut hal apapun padamu lagi karena kehadiranmu juga anak kita adalah anugerah terindah dalam hidupku. Kamu dan dia, kalian adalah pelengkap dalam hidupku Jasmine." ucap Leo lagi. Dia benar-benar sangat mencintai Jasmine dengan segala kelebihan dan kekurangan dari wanita itu.


Berharap jika Jasmine bisa menjadi istri dan ibu yang baik untuk mereka berdua Karena bagaimanapun, adalah sesuatu yang sangat membahagiakan untuknya.


"Sekarang ayo tidur. Dia akan pergi besok pagi dan kebetulan juga jaraknya cukup jauh. Kamu harus banyak istirahat."


"Saat muda? Kamu pikir aku ini sudah tua? Usiaku baru memasuki 30 tahun, tapi kamu bilang masa mudaku. Apa aku terlihat setua itu?" tanya Leo karena dia merasa aneh dengan istrinya yang mempertanyakan tentang masa mudanya. Dia belum tua, jadi kenapa istrinya mengatakan hal seperti itu.


"Eh, maksudnya masa-masa remaja kamu." ralat Jasmine.


"Nothing to special. Tidak ada yang spesial di masa remaja aku karena memang seperti itu. Aku hidup seperti anak-anak pada umumnya yang nakal dan berkelahi. Bahkan tak jarang juga mama datang ke sekolah untuk bertanggung jawab atas kenakalanku. Tapi ya begitu, aku merasa nyaman dengan diriku yang apa adanya. Aku tidak suka mereka berteman hanya karena harta orang tua yang mereka miliki. Kamu bisa mempertanyakannya pada mama, bagaimana saat aku sekolah dulu. Dia akan menceritakan pada mu bagaimana saat dia selalu datang ke sekolah karena ulahku. Ya begitu lah, kenakalan anak remaja pada umumnya. Tapi aku tidak nakal karena sendirinya karena mereka yang memulainya lebih dulu." Jawab Leo karena memang seperti itu kenyataannya. Bukan nakal dengan membanggakan harta benda keluarga besarnya walau dia bisa melakukan itu.


"Sudahlah, ayo tidur. Besok kita akan cerita lagi dns sekarang kita istirahat dulu."


...****************...