
Kini Leo dan Claudia sudah berada di ruang tamu bersama keluarga besar mereka. Bahkan kakaknya yang berada di Moskow pun sudah datang ke rumah mereka ketika mendapatkan kabar bahwa Claudia sakit.
Sungguh, kalau dia sendiri merasa tidak enak dengan keluarga besar suaminya yang begitu sangat menyayanginya seperti ini. Dia merasa malu dengan segala yang dirasakannya saat ini tapi dia harus tetap bertahan demi keluarganya bukan.
"Jadi, kalian sudah memeriksakan keadaan Claudia?" tanya Alta punya adik iparnya. Walau bagaimanapun mereka itu tetap keluarganya jadi dia juga harus ikut membantu.
"Sudah kak, awalnya aku menyarankan pada Claudia untuk melakukan operasi saja tapi setelah mendengar penjelasan dari dokter, aku benar-benar takut jikalau dia semakin merasa kesakitan nantinya." air mata Claudia sudah jatuh ketika mendengar suara suaminya yang bergetar seperti itu. Dia benar-benar merasa sakit ketika melihat pria yang begitu ceria pria yang begitu hebat selama 10 tahun ini hidup bersamanya, ini berbicara dengan suara yang bergetar. Melihat semua itu membuat hati Claudia semakin hancur.
"Jangan menangis sayang," alis yang memeluk menantu kesayangannya ketika melihat wanita itu menangis. Dia tidak tega melihat wanita yang sangat dicintai putranya dalam keadaan bersedih seperti ini di saat usia pernikahan seperti mereka ini harusnya sedang dalam keadaan bahagia bahagianya, bukan malah mendapatkan cobaan berat seperti ini.
Begitu juga dengan Leo, dia melihat ke arah istrinya yang sudah berlinang air mata di dalam pelukan mamanya bahkan ibu mertuanya pun juga ikut memeluk wanita yang sangat dicintainya itu. Sakit sekali rasanya hati loh ketika melihat Claudia menangis seperti itu. Hanya karena melihatnya menangis saja sudah membuat Leo sakit, lalu bagaimana jika nantinya kalau dia semakin merasakan sakit akan penyakitnya. Entahlah, Leo benar-benar tidak siap membayangkan semua itu. Dia tidak siap jika harus menghadapi masalah seperti ini terus-terusan dan dia ingin jalan keluar atas penyakit yang diderita istrinya saat ini.
"Jangan menangis walau rasanya sangat sulit, tapi kita harus mengambil keputusan yang tepat untuk permasalahan ini. Keluargaku di London memiliki rumah sakit internasional dan dokter di sana semuanya berkompeten dengan sepak terjang karirnya yang hebat. Jadi, jika kalian mau aku bisa membawa kalian ke sana untuk berkonsultasi dan bercerita dulu apa yang harus kalian lakukan setelah ini. Atau kita bisa pergi ke Moskow, karena di sana banyak alat-alat yang canggih." Alta memberi saran pada adik iparnya untuk melakukan segala yang terbaik agar cepat menangani penyakit Claudia.
"Bagaimana? Apa kamu mau pergi ke sana? Terserah kamu menginginkan apa asal kamu bisa kembali sehat dan pulih Di. Jujur, benar tidak tahan melihatmu menangis seperti ini. Bahkan aku tidak tidur sepanjang malam karena memikirkan bagaimana jika kamu yang merasakan sakitnya. Jika bisa, biarkan aku saja merasakan sakitnya tapi jangan kau, jangan kau yang merasakan sakit itu Di, jangan kau." Leo berkata dengan suara yang bergetar dan mata yang berkaca-kaca. Dia bahkan sudah mengusap air mata yang jatuh dari sudut matanya. Hatinya terlalu sakit memikirkan bagaimana keadaan istrinya nanti.
"Aku mohon jangan menangis lagi Claudia, aku yakin jika kita bisa melewati semua ini." ucap Leo berusaha untuk meyakinkan istrinya bahwa mereka bisa melewati semua cobaan yang Tuhan berikan pada mereka saat ini. Berharap semua akan baik-baik saja nantinya.
"Maafkan aku, hiks...hiks...hiks..." ucapnya dengan tangisan. Siapa yang kuat seperti ini. Rasanya sulit sekali untuk bertahan dan semuanya tidak bisa di lakukan dengan mudah.
"Sudah jangan menangis lagi, sekarang ayo kembali ke kamar. Kamu belum istirahat." Leo menggendong tubuh Claudia dan membawanya ke dalam kamar. Dia akan menemani Claudia sampai tertidur karena dia tau jika istrinya juga tidak bisa tidur semalaman.
"Sudah, jangan terus menangis. Kamu percaya padaku bukan?" Claudia menganggukkan kepalanya mendengar apa yang suaminya katakan karena dia memang percaya pada Leo bahwa pria itu pasti bisa menyelesaikan semua permasalahan mereka saat ini.
"Jika begitu, ayo tidur aku akan menemanimu. Aku akan terus memelukmu sampai tertidur." Claudia hanya bisa menurut saya dengan apa yang suaminya katakan. Leo terus saja memeluk istrinya dan memberikan begitu banyak kecupan agar wanita yang berada di dalam pelukannya saat ini bisa tenang. Mereka sama-sama tersakiti dengan kenyataan pahit ini jadi sebisa mungkin Leo harus mengerti keadaan istrinya karena dia tidak ingin membuat wanita itu semakin terpuruk dengan memikirkan keadaannya.
"Salahkah jika aku meminta kesehatan untuk istriku Tuhan? jika memang harus pindahkan saja rasa sakitnya padaku agar dia tidak merasakan rasa sakit ini. Aku tidak bisa jika harus terus melihatnya menangis seperti ini karena rasa sakit yang dideritanya. Aku sangat mencintai Claudia, aku benar-benar sangat mencintai istriku jadi aku harap tolong hilangkan rasa sakit itu agar dia bisa kembali sehat seperti semua. Agar istriku tidak lagi merasakan kesedihan seperti ini. Aku mohon tuhan," ucapnya dengan mengiba. Rasa sakit yang luar biasa di rasakan Leo ketika melihat istrinya yang sudah tertidur dengan bekas air mata yang membanjiri wajahnya. Bahkan sesekali Claudia masih sesenggukan akibat terlalu lama menangis. Entah jalan apa yang mereka pilih nantinya, tapi yang pasti Leo mereka bisa melewati semua ini dengan begitu mudah.