
" Hueekkk..." Alicia terus saja memuntahkan isi perutnya saat pagi hari seperti ini.
Sementara Leon sendiri, dia sudah terbiasa untuk itu, maka saat dia mendengar Alicia yang muntah di pagi hari seperti ini dia pun langsung terbangun dari tidur dan menyusul wanita itu ke dalam kamar mandi.
" Alicia, kau baik-baik saja?" Wanita itu hanya bisa menganggukkan kepalanya saja.
Dia tidak bisa mengatakan hal apapun saat ini karena rasanya sangat menyakitkan sekali tenggorokannya.
Elang membantu Alisa untuk membersihkan area wajahnya yang terkena bekas muntahan.
Dia bahkan juga memapah tunggu istrinya untuk kembali ke atas tempat tinggal dan memberikan satu gelas air putih untuk meredakan rasa mualnya.
" Apa parah? maksudku kau merasakannya seperti apa? seperti biasa atau bahkan lebih parah lagi?" Tanya Leon.
Dia khawatir dengan istrinya jika terasa dalam keadaan muntah-muntah seperti ini. Dia tidak ingin Alicia mengalami hal seperti ini terus.
" Aku tidak tau. Tapi yang pasti setiap panggilan seperti ini tapi setelah matahari muncul, semuanya akan hilang begitu saja." Leon mulai paham dengan apa yang dijelaskan istrinya.
Setidaknya, dia sudah mengetahui bahwa istrinya tidak mengalami mual dan muntah yang begitu parah.
" Kau ingin makan apa pagi ini? mungkin aku bisa kembali memaksakan sesuatu untukmu." Alicia langsung menghilangkan kepalanya karena dia tidak ingin makan.
Perutnya terasa mual dan tenggorokannya juga masih sangat sakit, dia tidak ingin makan pagi ini.
" Lalu ingin apa? kau harus makan walau hanya sedikit." Ucap Leon lagi.
Dia tidak akan membiarkan istri dan anaknya itu kelaparan. Walau dia harus kembali berkutik di dapur itu jauh lebih baik baginya karena dia bisa memastikan sendiri apa yang akan dimakan dan dikonsumsi oleh anak istrinya.
" Tidur. Aku hanya ingin tidur. Biarkan aku tidur lagi sekarang." Melihat wajah istrinya yang pucat seperti itu membuat Leon tidak tega.
Akhirnya dia juga ikut merebahkan tubuhnya sambil memeluk tubuh seksi istrinya yang ketua itu.
Walau Alicia sangat ketus, Leon juga tau bahwa wanita itu juga mulai merasa nyaman dengan kehadirannya.
" Alicia..."
" Diam lah Leon, anak mu membutuhkan istirahat saat ini." Ucap Alicia.
Dia baru saja ingin memejamkan matanya tapi pria itu sudah kembali mengajaknya bicara.
" Aku hanya ingin memastikan apakah sudah tidur atau belum."
" Belum, tapi akan."
" Maksud mu?" Terdengar helaan nafas panjang dari Alicia yang membuat Leon merasa heran dengan itu.
" Aku memang belum tidur, tapi akan tidur lagi. Jadi berhenti mengajak ku bicara." Ucap Alicia lagi.
Di benar-benar kesal dengan suaminya ini. Bisa-bisanya dia mengajaknya bicara setelah Alicia bilang bahwa dia ingin tidur.
" Oh, yasudah. Aku pikir--"
" Diam lah Leon. Apa kau ingin aku memanggil mu sayang lebih dulu agar kau mau diam dan membiarkan ku tidur? Iya?"
" Nah, sepertinya tawaran yang tidak buruk. Baiklah, mulai saat ini ayo panggil aku sayang karena aku ini suami mu oke." Ucap Leon.
Alicia benar-benar tidak menyangka jika dia bisa terjebak dengan kata-katanya sendiri.
" Tidak! Aku tidak akan memanggil mu sayang."
" Jika begitu panggil aku Honey, Babe, Hubby, atau--Hemphhhh...." Bibir Leon langsung di bungkam oleh bibir seksi Alicia karena wanita itu sudah merasa kesal dengan suaminya yang terus saja banyak bicara sejak tadi.
...🖤🖤🖤...