
Setelah memastikan bahwa istrinya benar-benar tertidur, ada lagi kembali bersiap untuk meninggalkan rumah ini karena ada sesuatu yang ahrus dikerjakannya malam ini.
Alta tidak terima dengan apa yang Adrian lakukan pada Sheila. Bagaimana pun caranya dia harus membalaskan rasa sakit sang adik terhadap pria bajingan itu.
Saat Alta turun dari lantai 2 dia merasa tenang karena tidak lagi mendapati satu orang pun yang berada di lantai satu ini hingga mempermudah dirinya untuk melaksanakan aksinya.
Sebelum mengendarai mobilnya, Alta menarik nafas dalam dalam dan menghembuskannya secara kasar. Dia melakukan hal itu sebelum dia melajukan mobilnya.
"Aku harus melakukan semua ini demi adikku. Walau aku tau Sheila itu sangat tertutup, tapi tidak seharusnya Adrian melakukan hal ini padanya. Sheila tidak pantas diperlakukan dengan buruk seperti itu. Adikku berhak bahagia dan itu bukan dengan Adrian." ucap Alta.
Dia menekan pedas gas mobilnya dan keluar dari pekarangan rumah mewah milik keluarganya.
Sementara Matheo, dia langsung keluar dari kamarnya dan melihat dari balkon saat mendengar ada suara mobil yang keluar dari rumah mereka saat ini.
"Apa yang ingin kau lakukan Al?" tanya Matheo yang melihat mobil putranya keluar dari rumah mewah mereka.
Alta langsung menuju tempat di mana adik iparnya yang biadab itu berada. Setelah mendapatkan kabar dari orang suruhannya, langsung menuju tempat tersebut karena memang dia harus menyelesaikan ini semua dengan Adrian.
Pria itu harus menerima akibatnya atas perbuatannya terhadap Sheila. Alta akan memastikan bahwa Adrian benar-benar akan menyusahkan telah memperlakukan adiknya dengan begitu buruk.
Kini Alta sudah sampai di sebuah club malam tempat dimana Adrian berada. Di dalam club' malam tersebut dia bisa melihat bahwa adik iparnya itu begitu menikmati hidupnya dengan beberapa orang wanita yang berada di dekatnya.
Alta benar-benar tidak habis pikir dengan pria b******* ini. Sheila bilang bahwa ini telah berselingkuh dan memiliki wanita lain yang sedang mengandung anaknya bukan? lalu apa yang di lihatnya saat ini?
Adrian benar-benar menikmati kehidupannya bersama para wanita yang berada di dekatnya saat ini.
Brak!
Alta datang dan langsung duduk di sofa dekat Adrian duduk. Tidak hanya duduk saja, bahkan Alta juga meletakan kedua kakinya yang hanya memakai sendal jepit mahal itu di depan Adrian.
Melihat siapa yang berani datang dan membuat kegaduhan di meja miliknya membuat Adrian menatap tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini.
Dia benar-benar tidak percaya bahwa yang dilihatnya saat ini adalah Alta. Kakak iparnya yang baru saja menikah beberapa waktu yang lalu dan kini sudah berada di depannya.
"Kak Alta,"
Bugh...
Pyar..
Botol wine serta gelasnya berserakan setelah Alta memukul wajah Adrian hingga membuat pria itu jatuh tersungkur di lantai setelah mendapatkan satu buah pukulan darinya.
Begitu juga dengan Adrian tidak percaya dengan apa yang dilihat dari saat ini. Bagaimana bisa apa sudah sampai di tempat ini tanpa diketahui olehnya. Apa itu artinya Alta sudah mengetahui masalah antara dirinya dan juga adiknya?
Apa Sheila sudah menceritakan semuanya pada kata hingga membuat pria ini langsung menghampirinya dan menghajarnya?
"Ayo bangun bajingan! aku ingin melihat seberapa hebat pria yang telah berani menyakiti hati adikku. Aku ingin melihat kehebatan dari Adrian Prambudi, sih manusia paling tidak tahu diri di muka bumi." ucap Alta dengan penuh penekanan karena dia sudah tidak bisa lagi menahan emosinya saat ini.
"Kak, aku-"
Bugh...
Adrian semalam mendapatkan satu buah pukulan dari Alta hingga membuatnya kembali tersubur di lantai lalu Alta kembali menarik tubuhnya hingga kembali berdiri di depannya.
"Kak, Alta aku-"
Bugh..
Alta kembali memukulnya karena dia benar-benar tidak sudah dipanggil kakak lagi oleh pria b******* ini.
Bugh...
"Ahk..." ada yang menjerit saat dadanya dipijak oleh Alta. Apa yang akan lakukan saat ini demi adiknya. Demi air mata Sheila yang tidak pernah ingin di lihatnya.
"Seharusnya kau sadar siapa dirimu sebelum menikahi adikku. Kau hanya pria biasa yang dicintai oleh adikku hingga kau bisa menikmati semua kemewahan ini. Andai saja dulu aku bisa mencegah Sheila untuk tidak menikah denganmu maka aku pastikan bahwa adikku tidak akan menangis seperti. Tapi sayangnya aku bukan Tuhan yang bisa memperkirakan semua ini. Setidaknya jika aku bukan Tuhan yang bisa mengetahui apapun yang akan terjadi selanjutnya, aku harus bisa menjadi pelindung bagi adikku. Kau, akan ku buat kau kembali melakukan bagaimana rasanya hidup susah dan tidak memiliki apapun. Jangankan dulu, bahkan aku bisa membuatmu hidup jauh lebih mengerikan dari apa yang pernah kau lalui di masa lalu. Kau benar-benar akan mendapatkan neraka dalam hidupmu. Aku bersumpah untuk itu Adrian." ucap Alta yang kembali memukul Adrian hingga membuat pria itu lemas tak berdaya. Tapi dia tidak ingin di meremehkan begitu saja karena dia harus melawan Alta. Adrian tidak ingin dianggap remeh oleh pria itu karena dia bisa melawannya.
"Adikmu itu hanya ku jadikan alat saja agar aku bisa menikmati semua kemewahan ini. Lagi pula tidak ada pria di luar sana yang mau menikahi gadis beku seperti adikmu. Dia hanya seorang gadis yang tidak memiliki masa depan karena-"
Krepak!
"Ahk..." Adrian kembali menjerit saat dadanya di tendang oleh Alta hingga membuatnya menjerit kesakitan. Bahkan mungkin saat ini tulang rusuknya susah ada yang patah akibat ulah dari Alta barusan.
"Ahk, sakit," ucapnya yang merasakan sakit di bagian dadanya. Nafasnya tercekat karena merasakan sakit yang luar biasa akibat pukulan dari Alta tadi.
Bugh,
"Ahk..." Adrian kembali berteriak saat dadanya di pijak oleh Alta hingga membuatnya semakin merasakan kesakitan di bagian dadanya.
"Kau beruntung karena ini hanya aku yang melakukannya. Aku tidak bisa menjamin apa yang akan terjadi pada dirimu jika sampai Daddy ku yang turun tangan. Kau telah salah karena telah membangunkan singa yang lama tertidur Adrian. Jika kau terus mengancam adikku dengan memperebutkan hak asuh Shiena, maka aku sendiri yang akan mencabut nafasmu itu. Aku akan membuatmu kehilangan semuanya. Semua yang kau miliki adalah milik Sheila, adikku. Wanita yang telah kau sakiti. Wanita yang telah menjatuhkan air matanya demi pria seperti dirimu ini." Alta mendorong tubuh Adrian hingga terlentang di lantai disko yang dingin tersebut.
Alta langsung meninggalkan club' malam ini setelah memastikan bahwa Adrian sudah lemah.