
Jasmine sudah siap sejak tadi dan dia hanya tinggal menunggu beberapa waktu pagi untuk datang ke altar pernikahan karena hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan baginya sekaligus menyedihkan. Entah apa yang harus dilakukannya saat ini tapi yang pasti dia merasakan kegugupan yang luar biasa.
Perasaan bahagia, sedih, gugup semua bercampur menjadi satu. Banyak hal yang telah dilewati selama ini dan dia berpikir apakah ini akhir dari kesedihan yang pernah dilewatinya? dia berpikir bahwa kehidupannya bersama Leo akan berjalan bahagia setelah ini. Tapi tetap saja dia memikirkan perasaan orang-orang di sekitarnya terutama keluarga Claudia. Walau kedua orang tuanya sudah mengatakan dan ikhlas dengan semua itu tapi tetap saja ada perasaan tidak enak yang bersarang di dalam hatinya.
Begitu juga dengan ibu Jasmine, sebagai seorang ibu dia bisa merasakan apa yang dirasakan putrinya saat ini, maka dari itu dia datang untuk melihatnya.
Ibu Jasmine datang menghampiri putrinya di dalam kamar, dan dia tahu sedang ada yang dipikirkan anaknya itu saat ini.
"Ibu," panggil Jasmine ketika melihat ibunya datang. Wanita dan memberikannya pelukan, dan pelukan inilah yang sangat diperlukan olehnya.
Sadar bahwa mempelai wanita membutuhkan waktu bersama ibunya membuat mereka para perias itu meninggalkan keduanya begitu saja. Ya, Jasmine dan ibu yang membutuhkan ruang untuk bicara saat ini terutama ibunya sendiri. Banyak hal yang ingin dikatakannya pada Jasmine tapi dia tidak bisa mengatakan semua itu karena keterbatasan dirinya. Andai bicara mungkin ya akan mengatakan pada putri yang bawa dia sangat bahagia ketika melihat Jasmine dengan gaun pengantinnya seperti itu.
"Kau cantik," puji ibunya Jasmine dengan bahasa isyarat. Jasmine sendiri tersenyum ketika ibunya mengatakan bahwa dia cantik dan wanita itu juga menghapus air matanya yang tiba-tiba saja mengalir dari kedua sudut matanya.
Dia mengerti jika Jasmine sedang berusaha untuk menghilangkan rasa gugup dalam dirinya. Tapi dia semua itu karena semua tiap orang pasti akan merasakan hal yang sama.
"Kamu itu cantik, ibu mengatakan hal yang jujur kali ini. Tapi kamu kembali terlihat jelek ketika kamu menangis, jadi sekarang katakan pada ibu apa yang harus ibu lakukan?" tanya ibunya. Jasmine sendiri langsung bersimpuh di depan itunya dan dia menggenggam kedua tangan ibunya dengan begitu erat.
"Ibu, Jasmine minta maaf jika selama ini Jasmine banyak berbuat kesalahan terhadap ibu. Maaf, belum bisa menjadi anak yang baik untuk ibu dan maaf atas ketidaksempurnaan Jasmine sebagai Putri ibu, tapi tolong ibu, tolong bantu Jasmine dengan semua ini. Doakan Jasmine agar bisa menjadi istri yang baik. Doakan Jasmine untuk bisa menjadi ibu yang baik untuk anak-anak Jasmine nantinya, tolong restui Jasmine ibu," ucapnya lagi sebelum dia menjadi istrinya Leo nanti. Sejak kemarin dia ingin bicara pada ibunya tapi wanita itu terus saja berusaha menjauhinya dan terlihat sibuk hingga membuat Jasmin tidak bisa mengatakan semua ini. Sekarang, Jasmin berpikir bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk dirinya mengatakan semua yang ingin dikatakannya terhadap sang ibu.
"Banyak hal yang ingin Jasmine katakan, tapi inti dari semuanya yang ingin Jasmine katakan pada ibu adalah teruslah tetap sehat dan bahagia agar Jasmine bisa merasakan kehangatan dari cinta kasih ibu. Jasmine-" dia tidak bisa melanjutkan kata-katanya karena sang ibu langsung memberikannya pelukan lagi. Ibu dan anak itu sama-sama merasakan perasaan yang sama. Jasmine dan ibunya menangisi hal yang sama karena mereka merasa bahagia dengan pernikahan ini.
"Aku akan terus mendoakan kalian berdua dan jangan pernah menyerah dengan keadaan. Jika suatu saat dia menyakitimu, jangan pernah tinggalkan rumahmu sebelum ibu datang menjemputmu nanti."