
Malam terjadi kegaduhan dan kehebohan di rumah utama keluarga king Alexander. Di mana Alta yang terlihat sangat heboh memberi perintah pada pelayan di rumahnya dan tidak membiarkan mereka tidur cepat karena dia masih membutuhkan mereka semua.
Seperti saat ini, di dapur masih ada yang memasak dan itu semua karena permintaan Alta.
Dia ingin sup rumput laut untuk istrinya yang sedang sakit. Entah sakit apa mereka belum mengetahuinya karena dokter belum datang.
Tak lama setelah itu dokter pun datang dan Alta langsung membawa dokter untuk pergi ke kamarnya dan memeriksa sang istri tercinta. Dia tidak ingin terjadi sesuatu pada istrinya yang membahayakan maka dari itu lebih cepat lebih baik menurutnya untuk memeriksakan keadaan sang istri.
"Ayo dok, istriku berada di kamar." ajak minta pada dokter yang baru saja datang ke rumah mereka.
Bukan hanya Alta saja yang, keluarganya juga panik termasuk Daddy-nya.
Mereka semua ikut ke dalam kamar Alta karena mengetahui bahwa menantu perempuan satu-satunya di keluarga ini tengah sakit.
"Apa yang anda rasakan?" tanya dokter pada Naura yang hanya di jawab gelengan kepala oleh Naura.
"Tidak berlebihan dokter, aku hanya pusing dan membutuhkan tespack saat ini." ucap Naura yang memang tau apa yang dirasakannya saat ini.
"Maksudnya sayang?" tanya Alta yang sedikit bingung dengan apa yang istrinya katakan saat ini. Dia membutuhkan alat tes kehamilan itu?
Apa ini artinya?
"Aku akan segera kembali sayang." ucap Alta yang langsung berlari meninggalkan kamar mereka untuk mencari apa yang mereka butuhkan saat ini.
Sebenarnya tidak membutuhkan alat tersebut ke Naura sudah bisa menduga bahwa saat ini dia tengah mengandung. Tapi saya ingin memastikan lebih lagi atas apa yang dirasakannya saat ini dan semoga saja dugaan yang benar.
"Sayang, apa kamu yakin dengan ini semua?" tanya Diandra pada menantu kesayangannya itu. Naura adalah menanti kesayangan keluarga ini karena memang dia adalah menantu wanita satu-satunya di keluarga King Alexander.
"Semoga saja benar Mom. Naura baru ingat jika Naura sudah telat dua Minggu ini karena saat kami menikah dan berhubungan, Naura baru saja selesai menstruasi dua hari sebelum menikah. Jadi bisa di simpulkan jika saat itu Naura berada di dalam masa subur." jawabnya yang membuat dokter tersebut tersenyum dengan apa yang Naura jelaskan.
"Sepertinya anda seorang dokter."
"Saya dokter gigi dok, dan sekarang tidak praktek lagi karena ikut suami. Saya tinggal di Jerman sebelumnya." ucap Naura yang membuat dokter itu kembali tersenyum.
"Jika begitu saya permisi lebih dulu." dokter tadi memilih pulang saja karena memang dia tidak di butuhkan lagi disini.
Matheo memilih untuk mengantar dokter tadi untuk pulang, sementara Diandra langsung mengambil sup rumput laut yang di bawa pelayan rumah mereka untuk menyuapkan makanan tersebut untuk sang menantu namun Naura menolaknya karena dia tidak suka bau rumput laut jika di sup seperti ini.
"Jadi kamu mau apa sayang?" tanya Diandra pada menantunya saat Naura menolak itu.
Naura meminum teh tadi sampai habis lalu dia ingin tidur karena kepalanya sangat pusing sekali rasanya saat ini.
"Istirahatlah, sebentar lagi Alta akan pulang. Mommy tinggal ya sayang." Naura menganggukkan kepalanya karena dia mainan istirahat saat ini.
Setelah keluarga suaminya yang pergi meninggalkan kamarnya satu persatu, Naura lebih memilih tidur. Bahkan saat suaminya pulang dia sudah tidak mengetahuinya lagi dan membuat Alta hanya bisa mendesah lelah ketika melihat istrinya yang tertidur seperti itu.
"Aku masih bisa menunggunya sampai besok pagi. Setidaknya apa yang aku impikan akan diwujudkan oleh Naura." ucap Alta yang menyelimuti tubuh sang istri agar tidak kedinginan.
Semalaman Alta tidak tidur sama sekali karena dia tidak sabar untuk menunggu pagi dan melihat hasil dari apa yang dipikirkannya sejak malam.
Bahkan saat pertama kali Naura membuka matanya di pagi hari pun dia langsung kaget ketika melihat suaminya yang sudah bangun sepagi ini.
"Sayang..." Naura menutup mulutnya karena dia takut jika mulutnya akan bau dns membuat suaminya jijik. Itu sebabnya kenapa Naura selalu bangun pagi sebelum suaminya bangun.
"Morning my lovely Naura. Bagaimana tidur kamu tadi malam sayang? aku harap mimpimu indah karena aku juga memimpikan hal indah bersama kamu sayang." Alta mengusap pipi istrinya dengan lembut hingga membuat wanita itu tersipu mu atas apa yang suaminya lakukan saat ini.
Cup...
Alta mencium kening istrinya lalu kembali tersenyum dan mengusap pipi wanita yang begitu sangat di cintainya.
"Apa bisa kita lihat sekarang hasilnya? aku sudah membelikan alat yang kamu butuhkan. Tapi tadi malam saat aku pulang kamu sudah tidur, jadi aku tidak ingin membangunkan kamu lagi. Maka aku menunggunya sampai pagi." kedua mata Naura langsung membulat sempurna saat mendengar apa yang suaminya katakan.
Sebegitu penasarannya kah Alta hingga membuat pria ini tidak tidur hanya karena ingin mengetahui hasilnya.
"Gege tidak tidur?" Alta menggelengkan kepalanya karena memang dia tidak tidur sama sekali karena terlalu penasaran dengan apa yang terjadi dengan istrinya.
"Kenapa?" tanya Naura lagi pada suaminya karena dia tidak ingin membuat pria ini sakit hanya karena dirinya.
"Tidak tau, aku begitu merasa bahagia atas apa yang kamu rasakan saat ini dan semoga saja Tuhan memberiku kepercayaan agar aku bisa memiliki bayi bersama kamu. Jika tidak, maka mungkin belum saatnya kita memilikinya dan kita harus berusaha lebih keras lagi." ujar Alta. Dia juga tidak ingin membebani pikiran istrinya hanya dengan hal seperti ini karena dia tahu sedikit banyaknya hasil itu di luar kuasa mereka. Tapi bolehkah jika Alta berharap banyak atas apa yang diimpikannya saat ini.
"Sebentar, aku akan mencobanya lebih dulu dan aku harap hasilnya sesuai dengan apa yang Gege impikan." ucap Naura yang berusaha turun dari atas tempat tidur dan dengan sigap pula Alta membantu istrinya untuk pergi ke kamar mandi karena dia tidak ingin sesuatu terjadi pada Naura jika dia membiarkannya sendiri.
"Terima kasih Gege, tapi biarkan aku pergi sendiri ke kamar mandi. Sekalian aku ingin mandi saja. Gege tunggu di luar oke."
"Tapi sayang, aku ingin melihatnya."
"Sebentar sayang, nanti aku akan cepat keluar dari kamar mandi dan mengabari kamu. Aku juga ingin membersihkan diri sekalian karena ini sudah pagi." akhirnya Alta mengalah dan dia menunggu istrinya yang membersihkan diri di dalam kamar mandi.