
" Ayo cepat kerjakan PR sekolahnya, jika tidak kamu tidak akan mendapatkan es krim hari ini." Ucap Alicia yang memberi ancaman pada Naura agar gadis kecil itu mau mengerjakan pr-nya tanpa harus memulai drama.
" Kenapa harus selalu mengancam?" Tanya Naura yang selalu saja diancam oleh Alicia agar dia bisa ini bisa itu melakukan semuanya sendirian.
" Memang. Kamu harus diberikan ancaman seperti ini baru mau mengerjakan segalanya. Jika tidak, mama Al akan mengembalikan kamu ke rumah Mommy Nathalie mau?" Naura langsung menggelengkan kepalanya karena dia tidak ingin pulang kembali ke rumah ibu kandungnya.
Di sana dia hanya bisa berteman dan bermain dengan pengasuhnya saja. Sementara di sini, dia bisa bermain bersama Daddy-nya, maka Naura lebih memilih tinggal di sini walau dia harus berusaha untuk melakukan segalanya sendirian.
" Ya sudah, jika begitu kerjakan saja PR sekolahnya. Setelah itu kamu boleh memakan es krim dan juga coklat."
" Oke." Jawab Naura.
Dia keras untuk menyelesaikan semua pekerjaan sekolahnya walaupun menurutnya sangat berat. Sesekali dia bertanya pada Alicia apakah ini sudah benar atau tidak.
" Bagaimana? sudah selesai?" Tanya Alicia setelah menunggu hampir satu jam untuk Naura menyelesaikan semua pekerjaan sekolahnya karena besok dia akan kembali ke sekolahnya dan Alicia sendirilah yang akan bertugas untuk mengantar gadis kecil itu.
" Sudah Mama Al. Tapi, Naura tidak yakin jika mama Al benar. Nanti saja Naura tanyakan pada Daddy, apakah ini benar atau tidak." Alicia menatap tidak percaya pada Naura yang berkata tidak mempercayainya.
Apa Naura berpikir dia sebodoh itu? Alicia tidak terlalu bodoh. Hanya saja, dia memang hanya sekolah sampai SMA saja.
Tapi, jika hanya mengerjakan PR anak sekolah seusia Naura seperti ini itu sangat mudah baginya.
" Dasar! Sudah sana pergi." Usir Alicia.
Naura pun pergi ke dapur untuk meminta bantuan Naya mengambil ice cream dan coklat sesuai dengan apa yang sudah dijanjikan Alicia.
Gadis kecil itu sudah bisa menerima kehadirannya di sini dan setidaknya hadis yang bisa bernapas lega, bahwa Naura bisa menerimanya sedikit demi sedikit.
" Bagaimana? apa Naura berbuat ulah?" Tanya Leon pada istrinya.
Dia takut jika Naura berbuat ulah padanya dan menyusahkan istrinya itu. Apalagi dalam keadaan Alicia yang tengah mengandung seperti ini.
" Jangan terus menghalalkan keadaanku yang baik-baik saja. Aku baik-baik saja Leon, hanya saja ya memang aku membutuhkan liburan saat ini." Terdengar helaan nafas berat dari pria itu si balik ponselnya Alicia, hingga membuat wanita itu langsung kesal mendengarnya.
" Aku tidak pernah merasakan yang namanya liburan."
" Jangan mengatakan bahwa aku tidak pernah mengajakmu liburan Alicia. Aku sering mengajakmu liburan tapi kau yang malas."
" Untuk apa pergi berlibur hanya untuk melakukan hal-hal seperti itu saja. Lebih baik tidak usah!" Jawab Alicia.
Lagi pula liburan versi Alicia dengan liburan versi on itu sangat berbeda. Jika Alicia menyukai liburan dengan penuh ketenangan dan menikmati suasana di tempat di mana mereka berlibur maka tidak dengan Leon.
Pria itu lebih suka berlibur di atas tempat tidur dan bergulat seharian dan itu membuat Alicia malas dan kesal terhadapnya.
" Oh ayolah Alicia, jangan terlalu kaku seperti itu. Kau tau aku bagaimana."
" Ya, dan kau yang tidak tau bagaimana aku!" Jawab Alicia yang tidak ingin kalah dengan pria itu sendiri.
...****************...